Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Kalah Telak 0-4, Van Gaal Minta Fans Bersabar

Written By nasional xpos on Rabu, 27 Agustus 2014 | 10:00 AM

NASIONALXPOS.CO.ID, MANCHESTER - Manchester United kembali menelan kekalahan di awal musim. Lebih menyakitkan karena kekalahan ini diterima United setelah takluk 0-4 dari klub kasta ketiga, Milton Keynes Dons, dalam lanjutan laga Piala Liga Inggris pada Rabu (27/8) dinihari WIB.
Pelatih Louis Van Gaal meminta agar fans Manchester United bersabar melihat hasil yang diterima United beberapa pertandingan terakhir.
"Mereka harus percaya pada filosofi kami," ungkap Gaal kepada Skysports, Rabu (27/8).
Pelatih asal Belanda ini menambahkan bahwa saat ini dia dan United sedang membangun sebuah tim. Hal itu tidak bisa terwujud hanya dalam kurun waktu satu tahun.

"Tentu saja ini pasti akan mengecewakan, tapi saya berharap mereka menjaga kepercayaan untuk klub dan filosofi kami semua membutuhkan waktu," lanjut dia.

Gaal sendiri memang cukup kecewa dengan permainan anak asuhannya. Mereka terlihat ceroboh saat menghadapi serangan Milton Keyns Dons. Alhasil, empat gol harus bersarang di gawang Setan Merah.(Rol/E-83)

Menteri Kabinet Harus Berkualitas

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Politisi PDI-P, Hendrawan Supraktino menegaskan bahwa menteri kabinet bukan persoalan jumlah menteri, tetapi soal kualitas menteri.

Menurutnya, kualitas menteri ini kemudian akan menentukan bagaimana program-program Jokowi-JK dapat berjalan.

“Persoalannya bukan jumlah menteri, tetapi kualitasnya untuk menjalankan program-program yang sesuai dengan visi-misi Jokowi-JK. Jadi, bukan persoalan ramping atau gemuk, tetapi bagaimana program-program dijalankan dengan baik,” katanya saat menjadi pembicaraan dalam diskusi yang berjudul “Anatomi Empiris dan Historis Kabinet G-20 dan RI”. 

Diskusi ini diselenggarakan oleh Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) pada Selasa (26/8) di Jakarta.

Selain Hendrawan, hadir juga sebagai pembicaraan wartawan senior Kompas Budiarto Shambazy dan pendiri dan ketua PDBI Christianto Wibisono.

Dalam acara ini hadir juga budayawan dan pendiri MURI, Jaya Suprana dan Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Primus Dorimulu.

Hendrawan mengharapkan bahwa menteri yang akan membantu Jokowi-JK harus mampu menjalankan program-program kerja.

“Para menteri ini harus memahami Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Tiga payung ini yang menjadi program kerja utama,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait jumlah menteri, Hendrawan tetap mempertahankan 34 menteri kabinet.

Dia  mempertahankan jumlah ini lantaran sesuai dengan UU yang ada dan ke-34 menteri ini dapat menjawab tantangan ke depan.

“Saya cenderung melihat kabinet 34 menteri karena itu ada Undang-Undangnya, yaitu UU Kementerian Negara dan melihat tantangan ke depan. Kita mengambil risiko yang paling rendah,” tandasnya.

Hendrawan juga mengungkapkan pertimbangan lain mengapa dia memilih 34 menteri kabinet.

Menurutnya, dalam menyusun kabinet perlu mempertimbangkan beberapa hal, yakni risiko politik, mengakomodasi kebhinnekaan, respons  terhadap tantangan kolektif, serta mempertimbangkan koordinasi, sinkronisasi, sinergi, efektif dan efisien.

“34 menteri kabinet dapat mengurangi risiko politik untuk mengakomodasi kepentingan politik partai politik,” katanya.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kebhinnekaan dan tantangannya. Makanya, jumlah menteri yang ada dapat mengakomodasi kebhinnekaan dan menghadapi tantangan ke depan,” lanjutnya.

Arsitektur kabinet, tambah Hendrawan,  harus memungkinkan reformasi internal kementerian.  “Perlu menciptakan kultur yang baru, revolusi mental internal dulu,” anjurnya.

Dia juga menegaskan bahwa 34 menteri kabinet tidak perlu dibantu oleh wakil menteri lagi. Menurutnya, kementeriaan akan tetap berjalan tanpa wamen dan dapat mengurangi anggaran negara.

Menanggapi saran PDBI yang mengusulkan 17 kementerian saja untuk Jokowi-JK, Hendrawan mengatakan tidak menjadi persoalan.

"PDBI berpikir dari luar, sedangkan kami berpikir sebagai orang dalam partai. Tinggal pak Jokowi-JK yang menentukan nanti," pungkasnya.(SP/E-83)

Hamas: Israel Setuju Buka Perlintasan Gaza

NASIONALXPOS.CO.ID,  GAZA - Hamas mengatakan Israel telah menyetujui pembukaan penyebrangan di Gaza, Selasa (26/8). Pembukaan perlintasan ini, memungkinkan bantuan kemanusiaan serta bahan-bahan lain masuk ke Gaza.

Pemimpin senior Hamas, Abu Marzouq mengatakan, saat ini dua penyebrangan untuk memasuki wilayah Gaza, yaitu Kerem Shalom dan Erez telah mulai beroperasi. Tiga penyebrangan lainnya, akan dioperasikan secepatnya.

Perluasan wilayah perikanan, yang juga menjadi tuntutan Hamas pada Israel agar pertempuran berakhir juga telah disetujui. Para nelayan Gaza akan diperbolehkan melaut sejauh enam mil di perairan Mediterania dan secara bertahap ditingkatkan hingga 12 mil, akhir tahun ini.

"Israel juga setuju menghentikan pembunuhan yang ditargetkan pada aktivis Hamas. Pembukaan perbatasan Rafah secara permanen juga akan segera dibicarakan," ujar Marzouq, dilansir Maan News, Selasa (26/8).

Perundingan untuk menghentikan pertempuran yang dilakukan Palestina dan Israel, akan terus dipantau oleh Mesir sebagai penengah. Negosiasi akan terus berlanjut satu bulan dari sekarang, untuk mendiskusikan tuntutan-tuntutan yang belum terselesaikan. Sebelumnya, perundingan gencatan senjata telah gagal, akibat Israel yang terus mengulur waktu dan tidak menyetujui tuntutan Hamas.(Rol/E-83)

Gadis 14 Tahun Dijual Rp300 Ribu di Bandung

NASIONALXPOS.CO.ID - Maksud hati ingin mencari pekerjaan yang layak dan halal, YNA, seorang gadis yang baru berusia 14 tahun harus terjerumus ke dalam belenggu dunia prostitusi. Ia dijual oleh JEM kepada Dede Suparman (40 tahun), seorang germo di eks lokalisasi Saritem, Kota Bandung. JEM kini masuk Daftar Pencarian Orang.

YNA yang sebelumnya dilaporkan keluarganya menghilang sejak pertengahan bulan Agustus 2014 lalu, diketahui telah dua hari dipekerjakan oleh Dede, sebelum sang germo diamankan petugas yang melakukan penyelidikan usai mendapatkan laporan dari orangtua korban.

“Setelah ada laporan dari keluarga, petugas langsung melakukan penyelidikan dan menemukan korban ada di Saritem. Korban dijual kepada seorang germo yang sudah kami amankan,” jelas Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Mashudi, di Mapolrestabes Bandung, Selasa 26 Agustus 2014 malam.

JEM yang saat ini berstatus buron, masih dalam perburuan petugas. Dia menjual YNA kepada Dede seharga Rp300 ribu. Sebelumnya YNA dan JEM tidak saling mengenal, sebelum dua orang teman YNA berinisial I dan S memperkenalkannya.

“Korban sudah dipekerjakan selama dua hari dan dijual oleh JEM Rp300 ribu. Saat ini kami terus memburu Jem,” ungkap Mashudi.

Sementara, tersangka Dede mengungkapkan hanya menerima satu orang anak yakni YNA dari Jem. “Saya hanya menerimanya dari seseorang. Uangnya saya kasih seridhonya (Rp300 ribu) kepada dia (Jem),” ucap Dede yang dihadirkan polisi dengan wajah tertutup.

Namun, polisi tak lantas percaya begitu saja terhadap pengakuan tersangka. Mashudi menegaskan, polisi akan terus mengembangkan kasus ini untuk mencari kemungkinan adanya korban lain.

“Akan kami kembangkan, bisa jadi ada korban lainnya,” jelasnya. (VN/E-83)

Demokrat tak Jadi Oposisi Jokowi-JK

Written By nasional xpos on Selasa, 26 Agustus 2014 | 4:24 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Partai Demokrat tidak akan menjadi oposisi pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla nanti. Tetapi, Partai Demokrat juga tidak akan berkoalisi dengan pemenang pilpres tersebut.

"Partai Demokrat tidak akan jadi oposisi, tetapi penyeimbang. Demokrat penyeimbang kebijakan, menyikapi kebijakan yang akan dikeluarkan Jokowi-JK," kata Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/8).

Menurut Syarief, Susilo Bambang Yudhoyono selaku presiden sekaligus pimpinan Partai Demokrat telah menegaskan akan mendukung dan membantu pemerintahan Jokowi. SBY juga mendukung proses transisi dimanfaatkan Jokowi untuk beradaptasi menjalankan pemerintah ke depan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menambahkan, saat pemilu presiden, rapat pimpinan nasional telah memutuskan mendukung Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta. Setelah Jokowi-JK diputuskan sebagai presiden terpilih, sikap Demokrat menurutnya tetap sama seperti anggota koalisi Merah Putih lainnya.

"Partai Demokrat akan jadi penyeimbang. Kami tidak ada kemungkinan oposisi, tetapi kami akan mengawal pemerintahan ke depan sesuai kehendak rakyat," ujarnya.

Partai Demokrat, lanjut Nurhayati, tidak akan mengulang sejarah pemerintah 2004 hingga 2014. Di mana partai yang tidak bergabung dengan pemerintah SBY menjadi oposisi. Yang selalu menentang apapun kebijakan pemerintah SBY.

"Yang lalu itu oposisi sangat keras. Apapun yang dilakukan pemeirntah selalu tidak baik, selalu buruk," ungkapnya.

Menurut dia, Partai Demokrat akan menjadi penyeimbang dalam setiap kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Jika memang kebijakan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan dan kehendak rakyat, mereka akan mendukung. Namun jika bertentangan dengan rakyat, Partai Demokrat akan mengkritisi pemerintahan pasangan presiden yang didukung PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura tersebut.(Rol/E-83)

Jokowi: BBM Langka, Tanya Saya Setelah 20 Oktober


NASIONALXPOS.CO.ID - Presiden terpilih, Joko Widodo mengaku tidak akan ikut campur dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta dan Tangerang. Jokowi berdalih, dia dan Jusuf Kalla belum dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

"Soal BBM langka, jangan tanya saya dong. Nanti habis 20 Oktober baru tanya ke saya," kata Jokowi di rumah transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam 25 Agustus 2014.
Meski enggan mengomentari kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah, namun Jokowi mengklaim sudah mempersiapkan langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM di beberapa daerah itu.
Langkah itu, kata dia, akan dilakukannya setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober mendatang.

Lagipula secara etika, lanjut Jokowi, dia tidak berhak mengemukakan langkah pemerintah menyikapi kelangkaan BBM bersubsidi. Bahkan undang-undang belum mengizinkannya menentukan kebijakan, meskipun sudah menjadi presiden terpilih.

"Kami sudah mempersiapkan, tapi tidak perlu saya sampaikan. Kalau sekarang, tanyakan pada pemerintah sekarang dong," ungkapnya.

Sebelumnya, Jokowi akan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu lusa, 27 Agustus 2014, di Bali. Salah satu isu yang akan dibahas adalah masalah pengurangan subsidi BBM dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

Menurut Jokowi, dengan berkurangnya subsidi BBM tersebut, otomatis harga BBM bersubsidi di seluruh Indonesia nantinya akan naik. Maka, kebijakan tersebut harus melalui perhitungan yang sangat matang termasuk apakah pengurangan subsidi akan dilakukan pada masa pemerintahan SBY atau pada masa pemerintahannya. (VN/E-83)

Bintang Argentina Berbuat Mesum ke Model Panas Ini

NASIONALXPOS.CO.ID - Penyebab retaknya hubungan pemain Paris Saint-Germain, Ezequiel Lavezzi, dengan Yanina Screpante akhirnya terungkap. Yanina mengancam untuk memutuskan pemain timnas Argentina itu setelah ketahuan berbuat mesum terhadap model panas, Magalia Mora.

Hubungan Lavezzi dengan Yanina sempat beberapa kali diguncang gosip tidak sedap. Namun, kali ini mantan pemain Napoli itu tidak bisa menampik hubungannya dengan Mora. Seperti dilansir Rating Cero, Yanina dikabarkan akan memutuskan Lavezzi karena tindakan mesumnya terhadap Mora.

Mora tidak menampik hubungannya dengan Lavezzi. Model Playboy asal Argentina itu mengatakan, Lavezzi sempat berbuat mesum dengan menunjukkan alat vitalnya saat sedang berkomunikasi menggunakan Skype. Mora mengaku hal itu terjadi sebelum ajang Piala Dunia 2014.

"Suatu hari, Lavezzi mengajak saya berkomunikasi lewat Skype dan kami mulai berbicara lewat kamera kecil. Tiba-tiba dia tampil telanjang di depan kamera. Bentuk tubuhnya luar biasa dan dia baru saja bercukur," ujar Mora.

Mora mengaku kenal Lavezzi dari temannya. Sejak pertemuan pertamanya dengan Lavezzi, Mora mengatakan, penyerang 29 tahun itu sering mengirim pesan singkat. Bahkan, Lavezzi pernah mengajak Mora berkencan.

"Dia pernah mengundang saya ke sebuah pesta, terjadi sebelum Piala Dunia. Sudah jelas jika saya diundang ke sebuah pesta, pasti bukan untuk sekedar minum teh. Tapi, ketika dia ke Argentina usai Piala Dunia, kami tidak bertemu. Dia langsung pergi ke Eropa," ujar Mora. (VN/E-83)

18 Relawan Indonesia Berangkat Menuju Gaza

NASIONALXPOS.CO.ID, MATARAM - Sebanyak 18 relawan asal Indonesia rencananya akan diberangkatkan menuju Jalur Gaza, Palestina, untuk membawa misi bantuan kemanusiaan.

Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) wilayah Nusa Tenggara Barat TGH Ahmad Muchlis di Mataram, Senin, mengatakan untuk tahun ini NTB mengirimkan satu orang relawan untuk ikut berangkat dalam misi kemanusiaan tersebut.

"Nanti relawan yang kami utus ini akan bergabung dengan relawan dari seluruh Indonesia yang jumlahnya 18 orang untuk menuju Gaza," kata TGH Ahmad Muchlis.

Menurut dia, para relawan tersebut rencananya akan berangkat menuju Gaza, Palestina, Selasa (26/8). Mereka akan masuk melalui Mesir.

"Kita berharap setiba di sana bisa menyampaikan bantuan masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina," ujarnya.

Selain mengirimkan para relawan, ia menyebutkan KNRP juga akan memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar kepada warga Gaza. Bantuan tersebut diperoleh dari sumbangan masyarakat NTB yang peduli terhadap nasib warga Gaza di Palestina akibat serangan militer Israel.

"Dana itu kami kumpulkan sejak bulan Ramadhan lalu dan dana itu sudah kami serahkan untuk dikirim kepada rakyat Palestina," ucapnya.

Di samping uang, bantuan lain seperti dua unit mobil ambulans, obat-obatan dan peralatan kesehatan bagi warga Gaza juga akan disertakan dalam misi kemanusiaan tersebut.

Ia menambahkan, penggalangan dana dan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza tersebut merupakan kali kedua dilakukan masyarakat NTB.

"Ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat NTB yang telah memberikan bantuan dan perhatian terhadap penderitaan warga Gaza di Palestina," kata TGH Ahmad Mukhlis.(Rol/E-83)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved