Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Diduga Kuat Kasi Pemerintahan Kecamatan Sepatan Palsukan KTP

Written By nasional xpos on Jumat, 26 Agustus 2016 | 10:51 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Siang tadi, beberapa anggota Polresta Tangerang terlihat mendatangi Kantor Kecamatan Sepatan, Kamis (25/08/2016).

Dan beberapa orang pegawai kecamatan yang berhasil kami temui memberitahukan bahwa kedatangan beberapa anggota Polresta Tangerang tersebut mencari Kasi Pemerintahan Kecamatan dengan inisial "Adn". Namun sayangnya Adn tidak ada di tempat pada saat itu.

"Adn dicari karena diduga terlibat dalam pembuatan KTP palsu," ujar salah satu pegawai kecamatan yang enggan disebut namanya.

"Pernah juga, ada warga yang dimintai uang ratusan ribu rupiah untuk pembuatan KTP tapi KTP nya justru enggak pernah dibuat sama Adn," tambah pegawai kecamatan lainnya yang enggan disebut namanya juga.

Di tempat yang sama, sayangnya anggota Polresta Tangerang yang mengaku dari Unit Jatanras tersebut enggan memberikan komentar perihal kedatangan mereka ke kantor Kecamatan Sepatan.

"Kami kesini hanya ingin main saja menemui Pak Camat, tapi ternyata Pak Camat tidak ada di tempat," ujar Yanto salah satu anggota Unit Jatanras Polresta Tangerang sambil tersenyum dan bergegas masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan kantor Kecamatan. (Adit/Widya)

Bupati Lepas Calon Jemaah Haji Kabupaten Bungo

Written By nasional xpos on Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:05 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO - Bupati kabupaten Bungo H.Mashuri,SP,ME beserta Ketua TP.PKK kabupaten Bungo Hj.Verawati Mashuri, Wakil Bupati kabupaten Bungo H.Safruddin Dwi Afriyanto,S.Pd beserta istri Hj.Nining Dwi Afriyanto, unsur Forkompimda, para staf ahli, asisten, para kepala SKPD, tokoh agama, undangan lainnya serta para keluarga calon jemaah haji.

Drs. H. Abdul Rahman, M.Pd.I selaku kepala Kemenag kabupaten Bungo dalam penyampaian pidato laporannya selaku penanggung jawab mengatakan jumlah jemaah haji berjumlah 214 orang yang terdiri dari  91 laki-laki dan 123 orang perempuan.

Calon jemaah haji terdiri dari 2 kloter. Kloter pertama 4 orang tergabung dengan  kloter 17 bersama calon haji dari kabupaten tetangga yang sudah berangkat duluan. Sedangkan 212 calon jemaah haji pada kloter kedua yaitu tergabung dengan kloter 19 bergabung dengan kabupaten Tebo dan Sungai Penuh. Calon Haji  77 tertua Abdurrahman bin Saad dari kecamatan Rantau Pandan termuda Hifzoh yang berumur 21 tahun dari kecamatan Jujuhan. Berangkat malam ini ke Jambi akan diterima pagi harinya. 

Tanggal 27 akan berangkat dari bandara Sultan Thaha  Jambi ke Batam dan dari Bandara Hang Nadim Batam langsung naik pesawat Saudi Arabia menuju bandara Jeddah Arab Saudi. Dilanjutkan oleh Abdul Rahman bahwa semua peserta calon haji sudah diberi manasik haji dan semua kebutuhan dan fasilitas sudah dilengkapi sesuai kebutuhan kecuali kebutuhan kecil dan pribadi calon jemaah haji.

Harapannya semoga semua calon jemaah haji jadi haji yang mabrur serta kembali dalam keadaan selamat sesuai dengan niat yang telah ditekadkan. Sedangkan Bupati kabupaten Bungo H. Mashuri,SP,ME dalam arahannya sebelum melepas para calon jemaah haji mengatakan agar seluruh jemaah haji nantinya dapat melaksanakan semua rukun dan syarat-syarat haji. Dilanjutkan oleh Bupati supaya semua urusan calon jemaah haji dimudahkan, dilapangkan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan jadi haji yang mabrur.

Diluruskan niat, dan ditinggal semua pikiran-pikiran duaniawi yang ditinggalkan seperti anak, harta, serta yang lainnya. Dijaga kesehatan karena selama di tanah suci kita diuji baik fisik maupun rohani. " Pemerintah kabupaten Bungo berusaha dan berkomitmen agar biaya haji domestik dapat ditanggung," tutupnya sambil melepas calon jemaah haji dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrohim. (is/hen)

Wakaf Al Quran di Reuni SMA Negeri 11 Bandung

Written By nasional xpos on Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:42 AM

NASIONALXPOS.CO.ID, BANDUNG - Reuni bukan soal bertemu dan mengungkapkan rasa kangen, tapi yang terpentingnya adalah mengikat tali silaturahim. Karena dengan silaturahim selain dapat memperpanjang umur bagi yang melakukannya juga rezekinya dapat ditambah. Demikian ustadzh Ahmad Humaedi dalam tausiyahnya saat memberikan siraman rohani dalam acara Reuni 31 Tahun SMA Negeri 11 Bandung, pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 bertempat The Kartipah Hotel Jl. Ir. H. Juanda Dago, Bandung.

Selanjutnya dikatakan bahwa seperti apa yang dilakukan oleh para alumni SMA Negeri 11 Bandung ini merupakan hal yang berbeda seperti reuni-reuni pada umumnya, selain memberikan kadeudeuh kepada para Guru yang selama ini mengajar dan para alumni telah membagikan wakaf Al Quran kepada pesantren yang berada di wilayah Bandung Selatan, juga secara spesifik memberikan Al Qur'an Braile ke Wiyata Guna, serta bhakti sosial dan membuka posko pd saat musibah banjir di Bandung Selatan beberapa waktu yang lalu.

"Apalagi jika para alumni yang saat ini sudah banyak.yang sukses dapat juga memberikan umroh kepada para Gurunya," ungkap Ustadz Ahum.

Sementara itu Ketua Panitia Pemyelenggara Reuni SMA N 11 Bandung Angkatan 1985 Adang Kurnia Saputra yang sehari-harinya bertugas di Bank Indonesia Jakarta mengatakan, reuni kali ini seharusnya dilaksanakan pada tahun lalu karena bertepatan dengan 30 Tahun, namun karena ada musibah banjir di Bandung Selatan saat itu dan rekan-rekan alumni kita juga banyak yang berasal dari daerah Bandung Selatan, maka kita undur pelaksanaannya, dan difokuskan pada kegiatan bhakti sosial yang alhamdulillah malah berkelanjutan terus menerus dengan rangkaiannya yang berkesinambungan yang seluruh pembiayaannya dikumpulkan dari para alumni.

Jadi kegiatan reuni hari ini justru sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi  kami kepada para alumni yang bekerja bahu membahu dan kontinyu menyisihkan rezekinya untuk membantu dan bersosial kepada masyarakat di wilayah bandung selatan. "Malah kami jadi sering ketemu dalam berbagai kegiatan sosial ini, walaupun bertemu secara bergantian dan hari ini adalah silaturahmi secara keseluruhan," ujar Adang

Walaupun dirasakan seperti tidak terencana dengan baik dari awalnya, tapi jadi sesuatu yang menghasilkan dan bermanfaat bagi sesama. "Hal ini perlu diapresiasi dengan melaksanakan acara silaturahim seperti yang dilaksanakan pada hari ini," tambahnya.

Acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pembagian hadiah kepada seluruh alumnus. Dengan dipandu oleh EO dari Allizgood Creative House STSI Bandung dengan MC Argo Aa Jimmy   serta Kaunang pengisi acara lainnya seperti tausiyah agama, band, tatabeuhan, games, serta hal-hal yang bersifat hiburan dan pengumpulan dana untuk santunan kepada panti asuhan.

Menurut koordinator acara Amal HB mengatakan bahwa, konsep kegiatannya adalah selain mengenang masa2 sekolah dulu juga karena ada bebebrapa kebiasaan dulu saat sekolah yang diangkat dalam thema acara, seperti bunyi bel, kebiasaaan tatalu sebagai ekspresi kegembiraan di kelas dulu. "Bahkan sampai bentuk kelakuan jahil jaman sekolah dulu ditampilkan dalam acara tersebut," ungkapnya. (AM/Shelli)

Rekontruksi Kasus Pembunuhan "Iwan Sutiawan" Diwarnai Kesurupan

Written By nasional xpos on Selasa, 23 Agustus 2016 | 6:20 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Rekontruksi dengan 33 reka adegan tersebut dilakukan di lapangan Mapolresta Tangerang Tigaraksa yang dipimpin oleh Ipda Kodratullah selaku Kanit Reskrim Polresta Tangerang dengan alasan menghindari hal yang tidak diinginkan yang datang dari pihak warga dan anggota keluarga, Selasa (23/8/2016). Dan tidak kurang dari 60 personil anggota Mapolresta Tangerang diturunkan untuk mengamankan, karena banyaknya anggota keluarga dan masyarakat yang ikut menyaksikan rekontruksi tersebut.

Di tengah reka adegan rekontruksi, "Ayu" adik kandung korban "Iwan Sutiawan" tiba-tiba mengamuk layaknya orang kesurupan, memaki-maki anggota reskrim yang sedang bertugas mengawal adegan rekontruksi.

"Gua enggak mau rekontruksi disini, gua maunya di rumah gua karena TKP di rumah gua bukan disini," ujarnya dengan nada berang dan mata melotot. Alhasil "Ayu" diamankan keluar dari halaman Mapolresta Tangerang.

Sementara itu di ruang kerjanya, Wakasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Endang Efendi menjelaskan bahwa jumlah pelaku menurut kesaksian warga ada 5 motor dengan jumlah pelaku -/+ 10 orang, dan yang berhasil ditangkap saat ini berjumlah 3 orang. Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan berupa 1 buah senjata api (senpi) sejenis Air Softgun dan 1 buah sarung badik, sedangkan badiknya sendiri belum berhasil ditemukan.

"Para TSK akan dijerat pasal 170 KUHP ayat 3 ke (3) dengan pidana penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan tersebut menyebabkan suatu kematian. Dan bisa jadi berlapis dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun," papar Endang.

Sesuai dengan tuntutan dari keluarga korban yang menginginkan para pelaku dikenai hukuman mati.

"Nyawa dibayar dengan nyawa," ujar Atin selaku ayah korban.

Walaupun reka adegan sempat diwarnai dengan aksi kesurupan dari salah satu anggota keluarga namun reka adegan tersebut tetap berjalan dengan lancar sampai dengan selesai. (Eka Widya/Adit)

Pembangunan Drainase Amburadul di Kecamatan Pinang Kota Tangerang

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Proyek pembangunan drainase yang berada di Kelurahan Kunciran Jaya dan Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. Bagaimana tidak, drainase tersebut dibiarkan mangkrak oleh kontraktor.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga, pekerjaan pembangunan drainase dimulai pada Juni lalu, tepatnya awal bulan Suci Ramadhan. Namun, setelah lebaran Idul Fitri kontraktor tak kunjung kembali mengerjakan proyek tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Kecamatan Pinang Eryadin Alim, S.IP saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan bahwa telah mendapat laporan dari Kasi Ekbang Kelurahan Kunciran Jaya dan Kelurahan Pakojan. Dengan begitu, kata dia pihaknya telah melanjutkan laporan tersebut ke dinas terkait, Senin (22/8/2016).

"Saya sudah lanjutkan laporan itu ke Dinas Cipta Karya. Namun, sampai saat ini pihak kecamatan belum juga mendapatkan informasi terkait kendala pembangunan drainase," ujar Eryadin.

Ditambahkannya, bahwa pihak kontraktor tidak berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak Kecamatan dan juga tidak memasang papan proyek. "Jadi sampai saat ini pihak Kelurahan maupun Kecamatan tidak tau itu kontraktornya siapa dan berapa anggaran pembangunannya," ungkap Eryadin

Ketika dikonfirmasi, Camat Pinang Maryono  mengatakan bahwa sangat menyayangkan dengan adanya sikap kontraktor yang kurang bertanggung jawab dan pembangunan drainase tersebut untuk kepentingan masyarakat yang telah dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang.

"Proyek ini kan jelas anggarannya dari APBD, tapi kenapa pelaksanaannya amburadul seperti ini," jelas Maryono di ruang kerjanya.

Ia berharap, agar pembangunan dapat segera diselesaikan, agar fungsi drainase dapat berjalan dengan baik dan para pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman, tandasnya. (Shelli/Forwat)

Ditresnarkoba Polda Banten Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu

Written By nasional xpos on Senin, 22 Agustus 2016 | 9:16 AM

NASIONALXPOS.CO.ID, BANTEN - Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, telah diringkus seorang pria dengan inisial EG (31) yang diduga sebagai pengedar sabu di Kampung Carenang Serang Banten Jumat (19/08/2016) sekitar pukul 15.00 WIB oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Banten.

Akbp. Zaenudin selaku Kabid Humas Polda Banten yang berhasil ditemui di ruang kerjanya Sabtu (20/8/2016)  membenarkan informasi yang kami (red) dapatkan dari masyarakat sekitar kediaman tersangka (tsk) EG.

"Tsk EG berhasil kami ringkus di rumahnya di Jalan Raya Carenang Desa Mekar Sari Kampung Carenang Serang Banten dan sempat membuang barang bukti (bb) ke semak-semak yang tadinya ada di kantong celana tsk. Namun pihak kami berhasil menemukan bb tersebut," ungkap Zaenudin.

Bb yang berhasil diamankan berupa 10 buah plastik klip bening yang berisi kristal putih jenis sabu dengan berat bruto seluruhnya 1,41 gram, 1 buah timbangan elektrik warna hitam yang dibalut tissue, dan 1 buah alat hisap sabu (bong).

Tsk akan dijerat pasal 112 ayat (1) UU No. 35 thn 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun, dengan denda paling sedikit 800 juta, dan paling banyak 8 Milyar. (Adit/Eka Widya)

Persatuan Wartawan Bungo Apresiasi Kinerja Polres Bungo

Written By nasional xpos on Sabtu, 20 Agustus 2016 | 12:47 PM

NASIONALXPOS.CO.ID,BUNGO- Dengan adanya tindakan cepat dan kesigapan tim penyidik Sat Reskrim Polres Bungo, terkait penanganan kasus tindak pidana penganiayaan terhadap wartawan mendapat apresiasi dari Persatuan Wartawan Bungo (PWB).

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Awi, putra Sobirin Rio Muaro Kuamang, Kecamatan Pelepat Ilir, kabupaten Bungo provinsi Jambi, Jum’at (19/8).

Awi langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Perlu diketahui, Awi ditahan atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap wartawan disaat pelantikan orangtuanya sebagai Rio (Kepala Desa) oleh Bupati Bungo.

Awi resmi ditetapkan sebagai tersangka, penyidik mengganjal tersangka dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun hukuman penjara. “Iya hari ini Tersangka Awi resmi kita tahan, kita juga akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim AKP Afrito Marbaro Macan saat ekspos kasus di Mapolres Bungo.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Bungo (PWB), Al Badri kepada NASIONALXPOS.CO.ID menyampaikan apresiasi terhadap kerja cepat penyidik Bareskrim Polres Bungo. Menurutnya yang juga melaporkan kolega Rio Muaro Kuamang Sobirin, dengan laporan berbeda yakni mengenai Undang-Undang pers, setelah laporan masuk ke Kepolisian, pihak penyidik sangat tanggap dengan kasus yang menimpa insan pers ini.

“Kita dari PWB tentu sangat mengapresiasi langkah penyidik, dengan ditahannya tersangka kita berharap kasus ini terus dikembangkan, karena masih ada nama-nama lain yang diduga ikut membantu tersangka dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut,” ucap Al Badri. (is/hen)

Oknum Penganiaya Anggota PWB Resmi Ditahan

Written By nasional xpos on Jumat, 19 Agustus 2016 | 8:59 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO - Setelah mengikuti pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polres Bungo, Jum’at (19/8). Akhirnya Awi putra Sobirin Rio Muaro Kuamang, Kecamatan Pelepat Ilir siang ini resmi ditahan penyidik Polres Bungo.

Awi ditahan atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap wartawan disaat peliputan pelantikan Sobirin selaku orangtuanya sebagai Rio (Kepala Desa) Muara Kuamang kecamatan Pelepat Ilir kabupaten Bungo provinsi Jambi  oleh Bupati Bungo.

Awi resmi ditetapkan sebagai tersangka, oleh penyidik yang mengganjal tersangka dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

“Iya hari ini Tersangka Awi resmi kita tahan, kita juga akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim AKP Afrito saat ekspos kasus di Mapolres Bungo. (id/hen)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved