Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Twitter Mesti Bekukan Akun Terafiliasi ke ISIS

Written By nasional xpos on Senin, 18 Agustus 2014 | 3:46 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Laman saluran televisi berbasis di Arab Saudi, Al-Arabiya, berpendapat bahwa akun-akun Twitter yang terafiliasi kepada para aktivis gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini singkat menyebut Negara Islam (IS), mesti ditutup.

Salma El Shahed dari Al Arabiya menulis dalam laman stasiun televisi saingan Aljazeera ini bahwa kaum militan ISIS terus menciptakan kegemparan di seluruh Irak dan menyebarluaskan aksi-askinya melalui media sosial, terutama Twitter, termasuk menyebarluaskan foto-foto mengerikan.

Satu akun Twitter yang diyakini milik pengguna yang berkaitan dengan kelompok ekstremis itu, tulis Salma El Shahed, menjadi pusat perhatian karena memposting kantong-kantong janasah berlumuran darah berisi kepala-kepala manusia terpenggal.

Iraq al-Farouq Omar (dalam akun @aws_fasfas) telah memposting foto-foto pemenggalan manusia. Kendati belum jelas apakah ini akun individual atau kolektif, namun menurut wartawan Al-Arabiya itu akun tersebut jelas didedikasikan untuk ISIS.

Twitter punya kebijakan bahwa pengguna tidak boleh mengeluarkan ancaman atau kekerasan tidak langsung kepada pengguna lainnya, termasuk ancaman terhadap orang atau kelompok berdasarkan ras, etnik, suku bangsa dan agama, kutip Al-Arabiya dari Twitter.

Namun faktnya, kata Salma El Shahed, Twitter tak dapat menghapus akun Twiter penyebar ancaman itu.

Akun Iraq al-Farouq Omar telah mencuit ancaman kepada orang-orang tak seiman dengannya pembantaian, dan memposting foto-foto komunitas minoritas Yazidi sebagai "penyembah iblis.”

Menurut Al-Arabiya, Twitter menolak mengomentari “privacy and security purposes” (demi privasi dan keamanan) yang ada pada mereka.

Mengutipkan para analis, Al-Arabiya mengatakan ada pertanyaan mengenai apakah perusahaan-perusahaan media sosial mesti bertanggung jawab atas tersebarnya konten-konten jahat itu.

Abeer Najjar, profesor komunikasi massa dari Universiah Syariah Amerika, menilai cuitan-cuitan semacam itu tidak perlu ditutup sepanjang tak melanggar hukum internasional.

Platform-platform seperti Twitter dan Facebook menjadi pedang bermata dua, sebut Al-Arabiya.

Kedua platform ini telah mempengaruhi keberadaan ISIS dan memperluas dukungan kepada mereka, kata profesor Najjar.

Namun ISIS tak selalu meraih simpati lewat media sosial, justru kegemaran beberapa aktivisnya dalam menyebarkanluaskan aksi-aksi sadisnya membuat masyarakat menjauh dari mereka.

"Kemungkinan besar itu malah membuat masyarakat menentang mereka karena jijik," kata David Mack, peneliti senior pada Institut Timur Tengah kepada Al Arabiya News. (Ant/SP/E-83)

Tolak Pinangan MU, Daley Blind: Saya Betah di Ajax

NASIONALXPOS.CO.ID, AMSTERDAM - Bek kiri Ajax Amsterdam, Daley Blind, mengatakan dirinya masih betah untuk bermain di klub Belanda tersebut.

Bek tim nasional Belanda ini namanya tengah dikaitkan dengan rumor kepindahan ke Manchester United pada musim panas ini. Pihak MU mengklaim jika mereka telah bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Ajax Amsterdam.

Terkait isu tersebut, Blind angkat bicara. Ia mengatakan dirinya masih bahagia dan ingin tetap bermain untuk Ajax Amsterdam.

"Saya senang berada di sini, saya mendapatkan banyak dukungan dari para fans setia kami," kata Blind seperti dilansir Goal.
Namun pelatih MU Louis van Gaal mengatakan jika dirinya akan segera menemui Blind dan membicarakan mengenai keiinginannya untuk memboyong bek berusia 24 tahun itu ke Old Trafford.

Tetapi Blind telah menegaskan jika dirinya ingin kembali mempertahankan gelar juara kembali bersama Ajax Amsterdam musim depan.(Rol/E-83)

Israel Dihebohkan Pernikahan Yahudi-Muslim

NASIONALXPOS.CO.ID, RISHON LEZION, ISRAEL - Polisi Israel mempagarbetisi lebih dari 200 demonstran ultra kanan Yahudi, yang akan menyerbu pesta pernikahan seorang wanita Yahudi dengan seorang pria muslim. Demonstran menerikkan kata-kata "matilah Arab".

Lusinan polisi termasuk anggota unit paling elite, membentuk rantai manusia untuk menahan demonstran dari pintu gerbang gedung pernikahan dan menahan mereka yang mengabaikan peringatan. Empat demonstran ditahan, namun tidak ada yang cedera.

Pengacara pasangan pengantin Maral Malka (23) dan Mahmoud Mansour (26) yang keduanya warga Jaffa di Tel Aviv, gagal meminta pengadilan untuk mencegah demonstrasi itu.

Sang mempelai pria lalu meminta perlindungan polisi agar demonstran tetap berada 200 meter dari gedung pernikahan di sudut kota Tel Aviv di Rishon Lezion.

Demonstrasi ini menandai meningkatnya ketegangan antara warga Yahudi dan Arab di Israel dalam dua bulan terakhir menyusul konflik di Gaza, penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel Juni lalu menyusul aksi balas dendam atas kematian seorang remaja Palestina di wilayah Yerusalem Israel.

Sebuah kelompok bernama Lehava yang mengorganisir demonstrasi anti pernikahan itu telah mengusik pasangan Yahudi-Arab itu sebelumnya dengan kerap mengutipkan ayat-ayat keagamaan untuk menolak perkawinan itu. Kelompok ini sebenarnya jarang berdemonstrasi di situs pernikahan.

Pasangan pengantin berkata kepada Channel 2 TV Israel bahwa demonstran gagal mencegah pernikahan mereka atau menciutkan semangat mereka.

"Kami akan berdansa dan menikah sampai matahari terik. Kami mendukung koeksistensi," kata sang mempelai pria.

Para demonstran yang kebanyakan anak muda mengenakan kaos hitam, mengutuk Malka yang lahir sebagai Yahudi namun masuk Islam demi pernikahan itu.

Mereka mengutuk sang mempelai wanita sebagai "pengkhianat yang melawan negara Yahudi," dan meneriakkan kata-kata kebencian kepada warga Arab dengan "matilah Arab."  Mereka juga menyanyikan, "Semoga desa kalian ludes terbakar."

Beberapa warga Israel sayap kiri menggelar demonstrasi tandingan di dekat tempat pernikahan dengan membawa bunga, balon dan tanda bertuliskan "Cinta menaklukkan siapa saja."

Dalam laman Facebook-nya, Presiden Israel Reuven Rivlin mengkritik demontrasi anti pernikahan itu sebagai penyebab kemarahan.

"Ekspresi semacam itu mengabaikan dasar koeksistensi kita di sini, di Israel, sebuah negara Yahudi nan demokratis," kata Rivlin yang justru berasal dari koalisi pimpinan Partai Likud berhaluan kanan yang diketuai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Juru bicara Lehava dan mantan anggota parlemen Michael Ben-Ari mengutuk pernikahan campuran Yahudi-non Yahudi itu sebagai lebih buruk dari kelakuan Adolf Hitler.

Yang justru mengejutkan pernikahan itu dihadiri Menteri Kesehatan Israel Yael German.  Politisi tengah dalam pemerintahan Netanyahu itu hanya berkata bahwa demonstrasi anti pernikakahan Yahudi-muslim itu sebagai ekspresi demokrasi semata.

Warga keturunan Arab di Israel mencapai 20 persen dari total penduduk Israel. Mayoritas warga Arab Israel ini beragama Islam. Kalangan pendeta Yahudi menentang pernikahan campuran karena khawatir itu akan mengurangi keyahudian.

Banyak warga Israel yang melakukan pernikahan campuran dengan menyelenggarakannya di luar Israel.

Ayahanda Malka, Yoram Malka, berkata kepada televisi Israel juga menentang pernikahan itu dengan menyebutnya sebagai kejadian yang sangat menyedihkan.

Reuters melaporkan, Yoram mengaku marah putrinya itu masuk Islam. Mengenai menantunya, dia berkata, "Masalah saya dengan dia adalah dia itu orang Arab." (Ant/SP/E-83)

Dahlan: Dirut Pertamina Mundur

NASIONALXPOS.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, membenarkan pengunduran diri Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan. Karen akan berhenti per 1 Oktober mendatang.

Dahlan mengatakan, dia tidak bisa menahan niat Karen untuk mengundurkan diri. Sebelumnya, ungkap Dahlan, Karen sudah berkali-kali mengungkapkan keinginannya untuk mengundurkan diri. Tetapi, Dahlan selalu bisa menolak dan mempertahankan Karen di Pertamina.

"Kali ini saya tidak bisa tahan Bu Karen berhenti. Dia masih sebulan lagi jadi dirut Pertamina," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 18 Agustus 2014.

Dia memaparkan, sebenarnya saat masa jabatan sebagai dirut Pertamina habis tahun lalu, Karen meminta agar tidak usah diperpanjang. Namun, Dahlan bersikukuh agar Karen tetap menjadi dirut Pertamina.

"Masa jabatan sebagai dirut Pertamina diperlukan cukup panjang. Saya ingin perusahaan itu stabil, sehingga diperlukan pembangunan corporate culture. Perusahaan yang sering ganti pimpinan, tidak akan sempat membentuk corporate culture," paparnya.

Dalam surat pengunduran dirinya, ungkap Dahlan, Karen mengungkapkan keinginannya untuk fokus mengurus diri sendiri, keluarga, dan karier ke depan yang ingin dia tekuni, yakni menjadi pengajar di Harvard University.

Dahlan menjelaskan, dia tidak akan mengangkat direktur utama baru menggantikan Karen, tetapi menunjuk pejabat sementara yang akan menjalankan tugas Karen.

"Saya sudah tidak bisa lagi menahan beliau, kebetulan juga akan terjadi pergantian pemerintahan. Saya serahkan kepada Dewan Komisaris Pertamina untuk mengusulkan siapa yang akan menjabat sebagai pejabat sementara dirut Pertamina, apa saja tugasnya sampai dirut baru Pertamina ditunjuk," imbuhnya.

Dia menambahkan, penunjukan direktur utama Pertamina yang baru akan diserahkan ke pemerintahan selanjutnya. (VN/E-83)

BBM Bersubsidi Dibatasi, Ini Kata Suzuki

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meyakini, kebijakan pembatasan penjualan BBM bersubsidi tak akan mempengaruhi tingkat penjualan kendaraan Suzuki.

Davy J Tuilan, 4W Sales, Marketing & DND Director SIS mengatakan, kebijakan tersebut hanya akan membuat sebagian calon konsumen menunda pembelian.

"Paling-paling orang akan menahan pembelian dulu, sekitar dua bulanan. Nah di bulan ketiga, baru mereka beli," katanya di Jakarta, Sabtu (16/8).
Davy meilai, kebijakan itu hanya akan membuat konsumen mengubah kebiasaan membeli BBM saja. "Yang biasanya mengisi BBM di tol. Orang akan mengisi BBM dulu sebelum masuk tol," katanya.

Pada 2014, perusahaan menargetkan mencapai pangsa pasar 14 persen. Atau turun dari target semula 16,7 persen.

"Kami merevisi target karena penjualan salah satu segmen andalan kami yakni low MPV turun dibandingkan 2013," katanya.

Penjualan kendaraan Suzuki sejak Januari-Juli 2014 mencapai 96 ribu unit dengan porsi penjualan terbesar Ertiga dan pikap.

Penjualan solar bersubsidi tidak dilakukan di Jakarta Pusat mulai 1 Agustus 2014. Selanjutnya, sejak 4 Agustus 2014, penjualan solar bersubsidi di SPBU di wilayah tertentu di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi pukul 08.00-18.00 waktu setempat.

Sedangkan sejak 6 Agustus 2014, seluruh SPBU di jalan tol tidak menjual premium bersubsidi dan hanya menyediakan Pertamax.

Total SPBU di jalan tol 29 unit. Sebanyak 27 di antaranya ada di Jakarta, Banten, dan Jabar, serta dua unit di Jawa Timur.

Kebijakan itu dikeluarkan agar kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter bisa cukup sampai dengan akhir 2014.(Rol/E-83)

Saksi: Nazaruddin Bagi-Bagi Uang US$500 Ribu ke Marzuki Alie

NASIONALXPOS.CO.ID - Nuril Anwar, mantan tenaga ahli Muhammad Nazaruddin mengaku pernah membagikan uang kepada sejumlah pihak dalam pelaksanaan kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nuril saat dihadirkan sebagai saksi untuk Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 18 Agustus 2014.

Nuril menuturkan, dia pernah mengambil uang ratusan ribu dolar AS dari mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis. Bahkan Nuril pernah diperintah oleh Nazar untuk mengambil uang US$500 ribu dari Yulianis.

Uang itu disebut diserahkan kepada Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng. Hal itu tercantum dalam berita acara pemeriksaan Nuril yang dibacakan oleh Anas.

"Pengambilan 23 Mei 2010, US$500 ribu, Nazar mengatakan uang diberikan ke Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng melalui Nurcahyo. Pemberian diketahui Edhie Baskoro," ujar Anas saat membacakan BAP Nuril.

Nuril mengaku, dia sempat menanyakan mengenai tujuan pemberian uang tersebut kepada Nazar. "Ambil saja ini prinsip kita menebar kemana-mana saya mau ketemu Pak Marzuki dan tim Andi, Nurcahyo," sebut Nuril menirukan ucapan Nazaruddin.

Dia menyebutkan, uang untuk Marzuki Alie dibawa ke Hotel Hyatt, tempat tim pemenangan Marzuki saat kongres Partai Demokrat.

Selain uang US$500 ribu itu, Nuril juga pernah beberapa kali mengambil uang dengan kisaran US$100 Ribu sampai US$ 500 ribu dari Yulianis. Uang itu kemudian diberikan kepada pada peserta Kongres sebagai uang transportasi.

"Saya dampingi Nazar untuk membagikan amplop-amplop itu kepada DPC-DPC tersebut, ada Jateng, Yogya, Jatim," papar dia.

Terdakwa Anas Urbaningrum lantas bertanya kepada Nuril, apakah Nazar menyebutan para DPC itu termasuk pendukung siapa dalam kongres itu. "Ada pendukung Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng," jawab Nuril. (VN/E-83)

Kini, Siapa Cepat Siapa Dapat Domain apapun.id

Written By nasional xpos on Minggu, 17 Agustus 2014 | 10:46 PM

NASIONALXPOS.CO.ID - Sejak pertama kali digunakan 21 tahun lalu, domain .id selalu digunakan dengan prefix, co.id, web.id dan sebagainya. Kini prefix tersebut bisa dihilangkan.

Mulai 17 Agustus ini publik bisa langsung menggunakan domain .id tanpa tambahan ekstensi di depannya. Ini artinya, .id bisa digunakan sebagai domain tingkat tinggi (DTT), atau yang populer disebut 'apapun.id'.

"Ini hadiah kami untuk ulang tahun Republik Indonesia ke-69. Selama ini domain.id hanya dapat digunakan sebagai domain tingkat dua (DTD), menggunakan tambahan ekstensi di depannya seperti co.id, web.id, sch.id dan lainnya," ujar Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), Andi Budimansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 17 Agustus 2014.

Menurut Andi, setidaknya ada 11 domain .id tingkat dua yang dapat digunakan sesuai peruntukannya masing-masing. Sebelas DTD .id itu adalah co.id, web.id, or.id, sch.id, ac.id, net.id, biz.id, my.id, desa.id, go.id, dan mil.id. Dengan DTT ini artinya, pengguna bisa menghilangkan prefix di depan .id menjadi 'apapun.id' bukan 'apapun.co.id'.

Sebelum dirilis, PANDI sendiri telah melakukan tahapan penyebaran 'apapun.id'. Pertama adalah periode Sunrise, yang ditujukan bagi para pemegang merek. Pada periode yang berlangsung 20 Febuari hingga 17 April 2014 ini tercatat 815 nama domain telah didaftarkan.

"Pada periode berikutnya, kami sebut periode GrandFather, sekitar 21 April sampai 13 Juni 2014. Dalam periode itu, 911 nama domain telah terdaftar. Di periode ini kami peruntukkan bagi pemilik domain .id tingkat dua," papar dia.

Berikutnya adalah periode Landrush, yang berlangsung sejak 16 Juni hingga 15 Agustus. Periode ini diperuntukkan bagi masyarakat umum. Selama periode itu, setidaknya 3.065 nama domain telah terdaftarkan.

"Mulai hari ini, domain 'apapun.id' dapat didaftarkan pada semua registrar PANDI dan reseller-reseller-nya. Saat ini sudah masuk tersedia untuk umum dan dapat didaftarkan dengan prinsip pendaftar pertama, first come first serve," ujar Andi.


Domain ID versus COM

Untuk mendapatkan domain 'apapun.id', pengguna diharuskan merogoh kocek sekitar Rp500 ribu per tahun. Diharapkan sampai akhir tahun ada setidaknya 5.000 sampai 10.000 domain .id yang baru.

Jumlah domain .id memang belum terlalu banyak dibanding .com. Hal ini, menurut PANDI, karena belum terlalu aware-nya masyarakat terhadap domain ID ini, ditambah persyaratan kepemilikannya yang dianggap cukup rumit oleh sebagian pengguna.

"Padahal website dengan domain .id lebih aman untuk pengguna karena bisa ditelusuri siapa pemiliknya. Berbeda dengan .com. Lihat saja kasus situs berita palsu yang cukup sulit dilacak siapa pemiliknya. Jika menggunakan domain .id, pasti kejahatan seperti itu bisa diminimalisir," kata Ketua Bidang Sosialisasi dan Komunikasi PANDI, Sigit Widodo.

Memang, penggunaan domain .id memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya, menyerahkan kartu identitas untuk menyamakan nama pemesan domain dengan nama pemiliknya jika digunakan untuk kepentingan individu. Sedangkan untuk perusahaan, persayaratan domain .id membutuhkan keabsahan data dan surat perusahaan. Hal inilah yang dianggap terlalu rumit. Masyarakat lebih memilih menghindari persyaratan tersebut ketimbang menghindari kemungkinan kejahatan yang bisa ditimbulkan.

"Kami berharap, domain 'apapun.id' dapat meningkatkan penggunaan nama domain.id di Indonesia. Kami juga tetap menyediakan beragam nama domain tingkat dua yang biaya tahunannya sangat murah," ujar Andi.(VN/E-83)

Suzuki Gelar Pesta 'One Stop Shopping'

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar Pesta Otomotif Mobil Suzuki (POMS) 2014 pada 16-17 Agustus 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

"Ini adalah POMS yang ketiga. POMS ini sebagai one stop shopping bagi para pelanggan dan calon pelanggan untuk bersentuhan langsung dengan brand Suzuki," kata 4W Sales, Marketing & DND Director PT Suzuki Indomobil Sales, Davy J Tuilan di Jakarta, Sabtu,(16/8).

Menurutnya, tujuan POMS 2014 yakni untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk Suzuki. Apalagi, perusahaan berupaya mengubah persepsi merek Suzuki di masyarakat, dari kendaraan pikap menjadi kendaraan penumpang (passenger).
Dalam POMS 2014, Suzuki menargetkan penjualan sebesar 1.200 unit kendaraan. Komposisinya, 50 persen Ertiga, 15 persen Karimun Wagon R, dan 10 persen kendaraan pikap.

Pada POMS 2013, katanya, perusahaan berhasil menjual 1.884 unit kendaraan. Jauh lebih banyak dari target semula yakni 800 unit.

Untuk meraih target penjualan, dalam POMS 2014, strategi pemasaran yang diterapkan oleh Suzuki adalah dengan menggabungkan konsep 3S (sales, service dan spare part) + 1T (trade in).

Di POMS, calon konsumen bisa menjajal produk-produk mobil Suzuki melalui program test drive. Seperti Karimun Wagon R, Ertiga dan Grand Vitara.

Sementara bila calon konsumen ingin membeli produk mobil disediakan program trade in (tukar tambah).
"Calon konsumen bisa menukarkan mobil mereka dengan segala merek dan usia kendaraan dengan produk terbaru Suzuki," katanya.

Menurutnya, semua merek mobil tanpa memandang usia kendaraan boleh dijual di POMS 2014. Uang hasil penjualan akan menjadi uang muka pembelian kendaraan Suzuki baru.

Sementara untuk pembelian suku cadang dan aksesori, Suzuki memberikan potongan harga sebesar 10 persen di acara tersebut.(Rol/E-83)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved