Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

KM Teluk Sabrina Patah Kemudi di Tengah Laut, Kini Dikawal SAR

Written By nasional xpos on Rabu, 27 Juli 2016 | 1:05 PM

Janggal, Pintu Utama Stasiun Parung Panjang Ditutup


NASIONALXPOS.CO.ID, BOGOR - PT. KAI dalam membuat pintu utama Stasiun Parung Panjang pastinya sudah direncanakan dengan matang, tetapi kenyataannya pintu utama ditutup tidak dapat dilalui para pelanggan PT. KAI.
Wahyudin Kepala Stasiun Parung Panjang menyampaikan alasan penutupan akses pintu yang berada di tengah stasiun berdasarkan atas intruksi dari Dirops PT. KAI dan semata untuk kepentingan pelayanan pelanggan. "Dulunya pintu ini bukan merupakan pintu masuk stasiun hanya sebagai pintu proyek pada saat pembangunan stasiun ini tujuannya untuk mempermudah menurunkan bahan material". Lanjut Wahyudin, "Pada H-1 peresmian stasiun yang di Maja, perintah Dirops suruh pintu ini ditutup karena sudah ada pintu barat dan timur".ujar Wahyudin.

Kemudian mengenai hal lain tentang kebijakan yang akan diterapkannya terindikasi kepentingan pribadi atas persaingan usaha, Wahyudin dengan tegas menepisnya. Menurutnya semua dilakukan atas dasar mengutamakan pelanggan / customer pengguna kereta api. "Sekian ribu orang pengguna kereta api wajar jika ada beberapa yang merasa keberatan, dan jika pada saatnya pelaksanaan ada gejolak atau demo sebatas tidak melanggar undang-undang sah-sah saja, dengan ketentuan ada izin sop-nya ke polsek dulu dan lain sebagainya", tandasnya.

"Kalau untuk tukang ojek nanti masuk ke dalam ada member masuk anggota dengan ketentuan ada fee-nya,  untuk beli rompi dan lain sebagainya, semua sudah terakomodir dan bagi yang tidak masuk anggota diperbolehkan untuk mangkal di luar pintu masuk yang disediakan", jelasnya.

Mengupas kembali kebijakannya,  Wahyudin menyampaikan bahwa, "ini sudah bijaksana seharusnya pintu itu sudah segera ditutup, tetapi sosialisasinya belum disampaikan. Sehingga dibuatkan spanduk pemberitahuan penutupan akses dalam jangka waktu sosialisasi sebulan".

Mengakhiri wawancara Wahyudin menyampaikan harapannya bahwa, sesuai selogan  ANDA DALAM PRIORITAS KAMI kepuasan pelanggan adalah tujuan  bukan hanya dalam memberikan pelayanan secara langsung akan tetapi  prioritaskan pelanggan juga dengan memberikan kebersihan fasilitas dan kemudahan lainnya demi kenyamanan dan keamanan pelanggan, tidak terkecuali pelaksanaan kebijakan menutup akses / jalan, sudah melalui kajian semua demi pelayanan yang baik untuk pelanggan kereta api.

Menurut Tokoh masyarakat Marga Mekar Parung Panjang mengungkapkan, bahwa akses jalan pintu masuk utama itu susah benar dibuat PT. KAI untuk keluar masuk masyarakat pelanggan kereta api. "Pintu utama sangat disayangkan tidak digunakan, hanya buang-buang biaya, padahal sangat aman digunakan dibandingkan pintu belakang," imbaunya.

Seorang pelanggan pengguna jasa KAI yang tidak mau menyebutkan namanya menyampaikan bahwa pintu utama yang ada itu susah efektif, kenapa ditutup, kalau PT.KAI mengedepankan konsumen, kenapa pintu utama ditutup yang aksesnya lebih aman mudah dibanding pintu belakang menyeberang rel itu berbahaya bisa terjadi sewaktu-waktu, (25/7). "Bilamana terjadi kecelakaan saat pelanggan menyeberang rel PT.KAI harus bertanggung jawab dan ini tugas para wartawan serta LSM utk mencari tau mengapa pintu utama ditutup," kritiknya. (BR/SH/M.Yani)

Oknum Aparat Suruhan OTO Finance Usir Wartawan

Written By nasional xpos on Senin, 25 Juli 2016 | 3:52 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Tangerang Raya, Jum’at (22/7/2016) siang mendatangi kantor cabang leasing OTO Finance Citra Raya di Jalan Cemara Raya Permata, Citra Raya, Kabupaten Tangerang, untuk mengkonfirmasi kabar pengeroyokan yang dilakukan oleh debt collector rekanan OTO Finance.

Sebelumnya, rombongan wartawan Forwat ini secara prosedural mohon izin kepada pihak security dan management OTO Finance Citra Raya untuk bertemu dengan kepala cabang OTO Finance Citra Raya Harsono guna mengkonfirmasikan tindakan main hakim sendiri dan kriminal yang dilakukan oleh debt collector rekanan OTO Finance terhadap salah seorang nasabah OTO Finance atas nama Yosefo Gulo, yang bertempat tinggal di Perumahan Permata Tangerang, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Setelah negosiasi yang cukup alot dengan management OTO Finance Citra Raya, maka disepakati pimpinan OTO Finance Citra Raya Harsono bersedia menerima seorang perwakilan rombongan wartawan Forwat.

Bambang Tedjo, wartawan Megapolitanpos.com yang juga merupakan ketua Forwat Korwil Tangerang Selatan (Tangsel) disepakati menjadi wakil dari rombongan wartawan yang akan bertemu dengan kepala cabang OTO Finance Citra Raya, Harsono.

Dalam pertemuan yang sangat singkat tersebut, Harsono mengatakan, “Persoalan yang menimpa Yosefo Gulo tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh pengacara OTO Finance,” ucap Harsono singkat.

Namun saat Bambang Tedjo hendak meminta nomor telepon pangacara dan juga kepala cabang OTO Finance tersebut, tiba-tiba seseorang yang mengaku aparat dengan arogan berkata, “Sudah cukup, sekarang kamu segera ke luar saja dari sini,” hardik oknum aparat itu.

Kontan saja sikap arogan orang yang mengaku aparat tersebut membuat Bambang kaget dan balik bertanya, “Nama bapak siapa dan dari polsek mana ?,” tanya dia.

“Kamu gak perlu tahu nama saya dan dari polsek mana, sekarang kamu segera ke luar saja dari sini,” usir oknum yang mengaku aparat tersebut.

Atas pengusiran dan sikap yang tidak kooperatif tersebut, Bambang segera melakukan diskusi kecil dengan rekan wartawan di luar kantor. Maka, disepakati untuk menunggu orang yang mengaku aparat tersebut guna dimintai keterangan kartu keanggotaannya sebagai aparat dan kapasitasnya mengusir perwakilan wartawan yang sudah disepakati dan diterima untuk bertemu management OTO Finance Citra Raya itu.

Akhirnya tak lama kemudian saat deras hujan turun, keluarlah orang yang mengaku aparat dengan dua orang lainnya bergegas menuju mobil yang terpakir di halaman parkir. Kontan saja Hendra wartawan suaratangsel.com bersama beberapa wartawan lainnya langsung mengejar dan mengetuk kaca mobil.

“Maaf pak, bapak aparat? Namanya siapa pak dan tugas di mana?” tanya Hendra.
“Sudah sana tidak perlu tau,” balas oknum yang mengaku aparat itu sambil menutup kaca dan pintu mobil.

Akan tetapi, dari gerak geriknya diperkirakan ketiga orang yang mengaku oknum aparat itu diduga kuat dalah wakil management perusahaan outsorcing yang mempekerjakan para debt collector brutal itu langsung tancap gas mobil meninggalkan rombongan wartawan Forwat yang hanya berhasil mengambil foto mobil dan nomor polisi yang digunakan oknum aparat tersebut. (Bang/Hen/Adit/Eka)

Kepala Sekolah dan Para Guru SMAN 23 Jakarta Meriahkan Ekskul Pada Hari ke Empat

Written By nasional xpos on Sabtu, 23 Juli 2016 | 3:16 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - SMAN 23 Jakarta, mengadakan Demo Ekskul yang merupakan bagian dari acara Masa Orientasi Siswa / Peserta Didik Baru (MOPDB) Supaya lebih mengenal lingkungan di sekolah, khususnya siswa baru yang berada di kelas X dikenalkan dengan berbagai macam ekskul yang ada di SMAN 23 yang dapat mereka ikuti sesuai dengan minat dan bakat mereka (21/07/2016).

Ekskul atau ekstrakurikuler adalah kecakapan lain yang dimiliki siswa selain penguasaan materi pelajaran. Ekskul yang dikenalkan kali ini beragam mulai dari seni beladiri, karate, taekwondo, pramuka, seni tari, dram band dan lain sebagainya," Acara diisi oleh kelas Xl dan kelas XIl semua jurusan yang tergabung dari masing-masing ekskul. Acara berlangsung dengan sangat meriah.

Siswa kelas X begitu antusias mengikuti dan memperhatikan masing- masing ekstrakurikuler. Dari wajah meraka tampak rasa kagum pada peserta demo ekskul yang begitu cakap memperagakan masing- masing ekskul, "harapan saya adalah setelah demo ekskul khususnya siswa siswi SMA 23 kelas X tahun ajaran 2016 - 2017 dapat mengikuti salah satu ekskul sesuai dengan bakatnya, "ujar  Kepala Sekolah Ahmad Safaari S.Pd, M, Si.

"Lanjutnya Kami berharap kepada siswa - siswi yang baru agar menjadi yang terbaik dan terus menjadi yang terbaik untuk membangun citra dan bangsa negara, "Kami juga memperkenalkan semua guru -guru serta staff  yang ada di SMAN 23 Jakarta, kepada seluruh siswa - siswi SMAN 23 yang baru agar lebih mengenal dan akrab kepada semua guru dan staff yang ada di sekolah ini " ucapnya.

Repoter : ( "Zecky/euis.H/Jaenal/M.Yani" )

Sosialisasi Perkoperasian BKM UPK Simpotove Kelurahan Besusu Timur

NASIONALXPOS.CO.ID, PALU - Kegiatan sosialisai perkoperasian yang di adakan di kelurahan besusu timur kec. Palu timur pada hari kamis 21 juli 2016, yang di bawahkan oleh staf ahli kemasyarakatan dan sumber daya manusia, Presly Tampubolon yang juga di hadiri camat Palu timur Moh. Akhir Armansyah, S.Sos.Msi beserta pemateri dari dinas Peridagkop kota Palu yang di wakili oleh sekertaris ir Mahyudin.

Menurut Prsely Tampubolon program  PNPM perkotaan sudah selesai sejak tahun 2014-2015, tetapi program dana bergulirnya harus tetap di lestarikan, sehingga dengan program sosilisasi perkoperasian ini mengajak masyarakat kel. Besusu timur lewat BKM dan UPK agar dana bergulir tersebut dapat kita lestarikan bersama sama masyarakat lewat badan hukum yang lebih jelas, di negara kita ini yang di akui oleh lembaga keuangan negara hanya dua yaitu, perkoperasian dan perbankan. Sehingga tutur Presly dana warisan PNPM yg masih bergulir tersebut bisa di bentuk di badan keuangan yang lebih jelas di koperasi, dan kenapa bukannya perbankkan, kalau lewat perbankkan permasalahannya agak sedikit rumit.

Sementara itu camat Palu timur Moh.Akhir Aramansyah, S.Sos. Msi mengatakan, sangat mendukung program kegiatan perkoperasian ini , dengan masuknya sistim dari PNPM dana bergulir ke koperasi masyarakat bisa lebih memahami cara menabung yang lebih baik lagi kedepannya, apalagi dana PNPM yang masih bergulir saat ini cukup baik di wilayah kel.Besusu timur, kenapa tidak dengan sistim Koperasi saat ini kita dukung, tutupnya. (Sam kasese/Mariam)

Satu Unit Komputer dan Televisi Raib

Written By nasional xpos on Jumat, 22 Juli 2016 | 7:19 PM

Ilustrasi
NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA - Sulitnya mencari pekerjaan mengakibatkan orang semakin nekat untuk mencari rejeki, seperti halnya yang terjadi de Disa Plosorejo Kecamatan Bajarejo, Blora. Kantor Balai Desa Rabu (20/7) sekitar pukul 01.00 Wib  dibobol kawanan pencuri, diduga pencuri masuk melalui pintu samping dengan cara mencongkel.

"Saat itu kami sedang bermain gitar di teras rumah, serta dikejutkan suara musik dari Mp3 dan ada sorot lampu senter juga suara orang berteriak-teriak seperti orang mabuk," katra Ega Fitri Novitasanti, maha siswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa setempat. Jumat (22/7).

Dia menjelaskan, karena kami bukan warga setempat, bahkan kejadian berawal sekitar pukul 10.20 Wib sampai pukul 11.20 Wib, serta sebagian sudah tertidur dan hanya perempuan yang berjaga, langsung saja masuk kamar takut terjadi perkelahian.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Plosorejo Muchlas melalui Sekertaris Desa Ahmad Muslih, dirinya terkejut saat membuka kantor dan didapati Satu Unit Komputer beserta Satu buah Televisi tidak ada ditempat. "Kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat, bahkan pintu samping dicongkel sebanyak 20 cokelan," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, setelah mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. "Dari TKP ditemukan bekas congkelan dipintu samping sebelah timur sebanyak 20 congkelan, serta anggota kami laqngsung melakukan tindak lanjutan. dari kejadian tersebut mengalami kerugian ditafsir sekitar 10 Juta," tandasnya. (pri)

Sistem Penerimaan Siswa SMPN 1 Tidak Transparan

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Penerimaan Pendaftaran Siswa Baru (PPDB) tahun 2016/2017 di SMP Negeri 1 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang ternyata dianggap mengalami kekisruhan. Pasalnya, banyak orang tua siswa protes dan kecewa terhadap kebijakan Kepala Sekolah H. Pathoni yang tidak mampu menampung lagi para siswa yang berdomisili tinggal berdampingan dengan sekolah tersebut.

Ini diakui oleh seorang tua siswa, “Saya betul-betul kecewa, sebagai warga penduduk Desa Kutajaya, yang bertetanggaan dengan sekolah SMPN 1 Pasar Kemis, ternyata pihak sekolah tidak mau peduli akan kelangsungan pendidikan anak kami, dengan tidak diterimanya anak-anak kami sebagai warga bina lingkungan, maka nasib pendidikan anak kami telah terabaikan dan terkatung-katung,” ungkapnya.

Sementara itu H. Wawan selaku komite sekolah tersebut membenarkan akan kekecewaan masyarakatnya, dimana Pihak Dinas Pendidikan kabupaten dianggap tidak peka dengan gejolak yang ada pada masyarakat saat ini. Bahkan H. Endin beserta dengan komite sekolah SMPN 1 tersebut telah menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara. Dengan mudahnya Teteng mengatakan agar mereka dapat meredam masyarakatnya.

“Kami tentu saja menolak ajakan pak Kadis, kami tidak mau nanti dipersalahkan oleh warga, seolah-olah kami ini ingin dijadikan tameng, dan kami menganggap pertemuan dengannya hanya sia-sia saja, tidak memberikan solusi. Dan kami anggap pak Teteng tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin pendidik,” ucap komite dan tokoh masyarakat tersebut.

Bahkan H. Wawan pun mengutarakan kekesalannya kepada Teteng, yang telah melarangnya untuk bertemu dengan Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, untuk mengutarakan persoalan PPDB yang dianggap mengalami kekisruhan ini, akibat kebijakan Perbub yang dibuatnya, dan dijadikan senjata bagi kepala sekolah sebagai penangkal gelombang protes dari masyarakat warga Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya, dan selaku komite tidak bertanggung jawab atas kekisruhan ini. Berharap panitia kalau diterapkan sistem murni bagus. Tapi kalau ada yang bermain curang saya tidak bertanggung jawab, ucapnya, Sabtu (16/7/2016).

Sementara itu menurut Aktivis Yan Sandi mengatakan, sistem yang diterapkan semua pihak sekolah memang mengacu pada Peraturan Bupati, tapi satu sisi jangan di jadikan satu alasan. Ini jadi bomerang kalau sistem yang diterapkan murni, ya harus transparan jangan ada tumpang tindih. Berharap ini semua jadi pembelajaran bagi pihak sekolah, khususnya di SMPN 1 Pasar Kemis. Lanjutnya, informasi yang beredar banyak yang di pakai sistem belakang, ucap Yan Sandi. (Usdo/Eka/Adit)

Cara Membedakan Vaksin Aslin dan Vaksin Palsu

Written By nasional xpos on Minggu, 17 Juli 2016 | 10:26 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, WANGI-WANGI - Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan, tidak ada vaksin palsu yang beredar di Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko (Wakatobi).

Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wakatobi, Hasma Wati mengatakan, semua kebutuhan vaksin disuplai langsung dari Dinkes Provinsi (Kendari), namun hingga kini vaksin tersebut belum bisa disebut palsu atau tidak.

Menurut Hasma, pihaknya bisa pastikan saat ini untuk Wilayah Wakatobi masih aman.

"Kalau vaksin yang ada diwakatobi saya pastikan tidak ada vaksin palsu karena itu kita dapatkan langsung dari provinsi. Artinya secara otomatis kalau sudah terdeteksi memang dari provinsi kan tidak mungkin juga mereka tidak sampaikan ke kami yang ada di daerah," tandasnya saat dikonfirmasi kemarin.

Seraya menambahkan, pihaknya akan segera mendeteksi stok vaksin yang ada di Dinas Kesehatan, sehingga bisa dipastikan Wakatobi terbebas dari Vaksin palsu tersebut. Sambung dia (Hasma-red), berhubung saat itu Kepala Dinas kesehatan, La Ode Abdul Latief, sementara berada diluar Daerah, maka pihaknya harus menunggu arahan langsung dari pimpinanya.

"Setibanya beliau di Wakatobi, kami akan segera minta arahan bagai mana baiknya, apakah kita lakukan pemeriksaan langsung dia atau meminta pada provinsi agar diperiksa lebih dahulu sebelum di distribusikan ke Wakatobi," ujarnya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi, Dr. Hija Musali, kepada sejumlah wartawan mengatakan, sangatlah mudah jika ingin memastikan mana vaksin asli dan mana yang palsu.

"Pertama dari harganya. Kalau Vaksin itu lebih murah dari biasanya maka bisa dipastikan itu palsu. Kemudian kemasannya, pada umumnya plastik pembungkus pada kemasan botol vaksin itu sangat rapih serta memiliki bau yang khas. Kalau kemasannya berantakan dan baunya agak menyengat, maka itu juga bisa dipastikan palsu karena biasanya yang memproduksi itu mengumpulkan botol bekas yang sudah dibuang ditempat-tempat sampah," tuntas Hija, diruang kantornya. (Colly)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved