Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Pemuda Pancasila Garut Sigap Membantu Korban Bencana Alam

Written By nasional xpos on Kamis, 22 September 2016 | 4:14 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, GARUT - Pemuda Pancasila (PP) Majelis Pimpinan Cabang Garut dibawah kepeminpinan H. Delit Suparrman bahu membahu bersama Tim Sar dan TNI membantu pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut, Rabu, (21/9/2016).

Kepekaan dan jiwa sosial yang tertanam PP MPC Garut tanpa menunda-nunda langsung ke lokasi bencana alam guna membantu para korban banjir bandang membersihkan lumpur di rumah warga yang terkena bencana.

Ketua PP MPC Garut, H. Delit Suparman mengerahkan anggotanya untuk terjun langsung membantu mencari para korban yang tertimbun lumpur pasca banjir bandang. Selain itu, H. Delit Suherman menyerahkan bantuan makanan bagi korban bencana tersebut.

Pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Laporan resmi dari Posko Tanggap Darurat Banjir Bandang Kab Garut dilaporkan bahwa 14 orang tewas dan 8 orang masih dalam pencarian. Sekitar 1.000 jiwa diungsikan di Korem 062 Tarumanegara, Kodim 0611 Garut, dan beberapa pos pengungsian lain.

Identitas korban jiwa tewas yang dilaporkan oleh BPBD Kab Garut:

1. Bp H Nawawi ( 65 th ) alamt asrama Lapang Paris.
2. Ibu Iis ( 35 th ) alamt asrama Lapang Paris.
3. Irsyad Dwi Maulana ( 8 th ) anak dari ibu iis.
4. Bayi laki laki a.n Rezal ( 8 bln ).
5. Bp Oom ( 70 th ) alamt belum diketahui.
6. Ahmat solihin ( 4 th ) kp bojong sidika Ds haurpanggung kec tarogong kidul.
Ahmat solihin ( 4 th ) kp bojong sidika Ds haurpanggung kec tarogong kidul
7.  Ny Siti (P) 25 Thn alamat cimacam
8. Ny X Alamat Blm diketahui.
9. Ny siti (P) 25 thn  alamat Cimacan sudah ada keluarga.
10. Ny santi (P) 38 Thn alamat Lapang Paris Kel. Sukakarya  Kec. Tarkid sdh ada keluarga.
11. Ny x (  P) 70 tahun belum diketahui.
12. Ny Repina ( P ) 7 Thn Lapang Paris Kel. Sukakarya Kec. Tarkid sudah ada keluarga.
13. Tn Jana (L) 35 Thn Bojong larang.
Diketemukan di wilayah Koramil Banyuresmi :
14. Tn ( L ) 35 Thn.
15. Tn ( L ) 40 Thn.
16. Tn ( P ) 5 tahun.

Banjir bandang menerjang 7 kecamatan yaitu Kec. Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul,  Karang Pawitan dan Samarang Kabupaten Garut pada 20/9/2016 sejak pukul 22.00 Wib.

Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB,  BPBD Kab. Garut, BPBD Prov Jawa Barat, TNI, POLRI, Dinas PU, Tagana, Senkom Polri, NGO dan relawan melakukan evakuasi korban. Posko darurat, dapur umum, dan posko kesehatan telah didirikan.

Dampak kerusakan rumah dan bangunan masih dalam pendataan. Banyak rumah rusak akibat terkena dampak longsor dan material banjir bandang.

Sementara itu penanganan darurat longsor di Sumedang juga masih dilakukan. Longsor terjadi Dusun Ciherang, Dsn. Ciguling, Dsn. Singkup, Dsn. Cimareme, Dsn. Babakan Gunasari Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang pada 20/9/2016 pukul 22.00 Wib.

Longsor menyebabkan 3 orang tewas, 2 orang luka dan 1 orang masih dalam pencarian. 3 unit rumah rusak, 1 mushola hancur dan 200 rumah terdampak di Dusun Ciherang. Di Dusun Cimareme ada 2 unit rumah tertimbun, dan di Dusun Babakan Gunasari 100 jiwa dievakuasi. (Shelli)

Buang Lumpur ke Kota Tangerang, DTA Jakarta Kurang Transparan

Written By nasional xpos on Kamis, 15 September 2016 | 1:58 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Kepala Dinas Tata Air (DTA) Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendrawan  sudah mengetahui perihal berita pembuangan lumpur ke Kota Tangerang, Hal itu disampaikam Humas DTA DKI Jakarta Royhan Hasan diruang kerjanya. (14/9/2016)

"Buang lumpur ga ada masalah, itu urusan Suku Dinas (sudin) Tata Air Jakarta Pusat," jelas Roihan kepada wartawan.

Terkait pertanyaan yang dilayangkan pada tanggal 2 September 2016 mengenai MoU pembuangan lumpur dengan Kota Tangerang, jumlah unit Alkal yang dipakai dan sumber dana operasional. "Bukan wewenang saya menjawab pertanyaan tersebut, prosedurnya wartawan bersurat mengajukan pertanyaan kalau belum dijawab ditunggu aja atau bersurat lagi kalau belum ditanggapi, karena disini humas hanya menjembatani wartawan dengan kepala dinas," terang Humas DTA DKI Jakarta.

Roihan juga belum mengetahui nama Kepala Unit Pembekalan dan Peralatan (Unit Alkal) Dinas Tata Air DKI Jakarta padahal pertanyaan yang sama dua minggu yang lalu. "Nama lengkap Kepala Unit Alkal yang nanti saya kabarin," kilahnya.

Sementara itu, Kasudin Tata Air Jakarta Pusat Dicky Suherlan sampai saat ini belum merespon permintaan wawancara yang sudah disampaikan pada tanggal 2 dan 14 September 2016 melalui Ramadhan Staff Sudin Tata Air Jakarta Pusat. (Shelli)

Polsek Neglasari Tangkap Pengedar Sabu di Pinang

Written By nasional xpos on Jumat, 09 September 2016 | 12:59 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Polisi Sektor (Polsek) Neglasari berhasil meringkus pengedar narkoba David Irwan (36) di Jalan HR. Rasuna Said, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (9/9/2016) dini hari. Dari tangan tersangka dapat diamankan barang bukti 24 kantong plastik bening berisi sabu seberat 18,54 gram dan uang tunai sebesar Rp. 1,1 juta.

Kepala Polsek Neglasari Kompol Sutrisno saat dihubungi melalui seluler miliknya, Jumat (9/9/2016) mengungkapkan, penangkapan tersangka yang merupakan warga Kampung Kebon Nanas, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang, berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa pelaku seringkali mengedarkan narkoba. Tak menunggu lama, laporan tersebut ditindak lanjuti oleh anggota kepolisian Polsek Neglasari dengan melakukan penyelidikan.

 “Penyelidikan itu membuahkan hasil. Keberadaan tersangka berhasil kita lacak. Saat itu dia berada di kawasan Pinang dan diduga ingin melakukan transaksi," ungkapnya.

Sutrisno menjelaskan, penyergapan dilakukan saat tersangka sedang duduk di warung sembari menikmati sepiring nasi goreng. Kata Kapolsek, saat penangkapan berlangsung tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Saat itu kita langsung lakukan penggeledahan. Di celana dalam tersangka, anggota menemukan barang bukti 24 plastik bening berisi sabu dan uang sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah," jelasnya.

Selanjutnya, tersangka diamankan berikut barang bukti di Polsek Neglasari untuk pegembangan lebih lanjut.(Shelli)

Guna Penyidikan Lebih Lanjut, Makam Bidan alm.Anita Dibongkar Tim DVI Polda Sumsel

Written By nasional xpos on Senin, 05 September 2016 | 3:41 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO - Guna penyidikan lebih lanjut, aparat kepolisian Polres Tebo provinsi Jambi, bersama Tim Disaster Viktim Identification (DVI) Biddokkes yang sengaja datang dari Polda Sumsel, pada Senin (5/9) sekitar pukul 09:00 WIB lakukan pembongkaran makam almarhumah bidan Anita Leolita bin Siswanto (23), ditempat pemakaman umum (TPU) desa Sungai Alai dusun Jaya Mulya.
Pada pembongkaran makam Anita Leolita yang dilakukan tim DVI Polda Sumatera Selatan (Sumsel) ini  didampingi Dokpol Jambi, Kasat Reskrim Polres Tebo Sahlan, Kapolsek Tebo Tengah, juga disaksikan Kades Sungai Alai, Sismanto (Ayah), Niradi Sitepu (Paman), Elisa Maharani (Kakak), Jaya Gaharu (Adik) dan puluhan warga Blok F Desa Sungai Alai Kecamatan Rimbo Ilir.

Sedangkan maksud dari pembongkaran makam ini dilakukan karena diduga kematian Anita Leolita tidak wajar. Pasalnya, saat ditemukan gantung diri terdapat bekas luka dan bercak darah ditubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Tebo, Sahlan,kepada media mengatakan bahwa hari ini (Senin 5/9) red, Polres Tebo lakukan pembongkaran makam dan mengangkat jenazah Bidan Anita Leolita yang dilakukan tim dokter."Tujuan dilakukan pembongkaran makan ini untuk dilakukan outopsi, untuk mencari apakah ada tanda kekerasan dan mencari akibat kematian Almarhuma dan disebabkan apa",tegas Sahlan. "Untuk outopsi secara teknis langsung dilakukan tim Dokter, dan hasil outopsinya nanti akan dibuka di persidangan," tutupnya.

Terpisah paman korban,  Niradi Sitepu, mengatakan, bahwa pembongkaran ini untuk memperjelas kasus kematian keponakannya, karena sebelumnya pihak keluarga merasa ada yang aneh pada saat kematian Anita. "Kalau memang almarhumah dibunuh,  siapa yang membunuh? Harapan kami tolong segera ditangkap pelakunya. Kami mencurigai adanya kejanggalan atas kematian dirinya. Dikatakan gantung diri tapi, posisinya tidak tergantung sepenuhnya", papar Niradi. Bahkan Niradi kembali menjelaskan bahwa selain posisi Anita tidak tergantung, dibagian tengkuk leher, pundak dan dibagian pergelangan tangan ada bekas luka. " Keyakinan saya, maksudnya keluarga saya ini (Anita,red) kematiannya bukan bunuh diri melainkan dibunuh, tapi saya tidak menduga siapa pelakunya," tutupnya dengan nada sedih.
Untuk diketahui bahwa sebelumnya, almarhumah Anita Leolita ditemukan tewas tergantung di perumahan Dinas Bidan PT. Regunas Agri Utama (RAU) pada bulan Mei 2015 yang lalu.(hen)

Damai Kedua Dusun Dihadiri Oleh Bupati Bungo

Written By nasional xpos on Minggu, 04 September 2016 | 3:40 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO-Bupati kabupaten Bungo H.Mashuri, SP,ME yang didampingi oleh Dandim 0416/Bute, Letkol Inf. Edi Budiman, Kapolres Bungo AKBP. Asep Amar Permana,  Sekda kabupaten Bungo, Drs. H. Ridwan. Is, MM, salah seorang Anggota DPRD kabupaten Bungo dapil III Jujuhan, Al Mahfuz, Camat Jujuhan, Danramil 416-02/Tanah Tumbuh, Kapolsek Jujuhan, Ketua Lembaga Adat kedua Dusun yaitu Jumbak dan Pulau Batu, dan juga Rio/Kadesnya guna menghadiri perdamaian atas hampir terjadinya bentrok kedua Dusun beberapa hari yang lalu.

Kedua belah pihak sepakat berdamai melalui sidang adat. Perdamaian tersebut dibuktikan dengan pembayaran hutang adat oleh Dusun Pulau Batu kepada Dusun Jumbak, Minggu (04/08). Tempat perdamaian tersebut dilakukan di rumah Datuk Rio/Kades Dusun Jumbak. Bupati kabupaten Bungo H. Mashuri, SP.ME yang juga merupakan putra kelahiran Jujuhan mengatakan, pada dasarnya ia sangat malu dengan adanya kejadian yang sampai muncul pemberitaan mengenai kejadian antar dusun yang bertikai beberapa hari yang lalu.

Dilanjutkan oleh Bupati, "kalau bisa jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini", tegasnya. Kita tahu Jumbak dan Pulau Batu merupakan keluarga yang serumpun, karena pada dasarnya warga kedua dusun masih ada silsilah keturunan dari nenek moyang terdahulu. " Oleh karena itu semua kerugian yang diakibatkan pada kejaidan kemarin, baik itu korban di rumah sakit H. Hanafie Bungo, serta perbaikan sepeda motor yang rusak, akan di tanggung oleh Pemerintah kabupaten Bungo,”tutupnya. Sedangkan salah seorang tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD kabupaten Bungo Al Mahfuz mengatakan, " kejadian beberapa hari yang lalu, merupakan pengalaman kita semua dan hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. "saya sangat berterima kasih kepada seluruh unsur Forkompinda kabupaten Bungo, yang telah sudi meluangkan waktu syukuran perdamaian antar kedua dusun ini", tutup Al Mahfuz.Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Edi Budiman mengatakan, "kejadian seperti kemarin tidak perlu terulang kembali, mari kita jadikan kecamatan Jujuhan ini, penuh dengan rasa aman dan tentram di setiap Dusun", paparnya.

Harapannya Rio kedua belah pihak agar mnemberi himbauan kepada masyarakat yang di pimpinnya, paparnya. Kapolres Bungo AKBP. Asep Amar Permana mengatakan kalau acara seperti ini, sudah ditunggu-tunggu. "dengan terjadinya perdamaian kedua belah pihak, antara dusun Jumbak dan Dusun Pulau Batu, maka semua permasalahan dapat di selesaikan secara kekeluargaan, serta hubungan kedua Dusun juga akan damai ke depannya", jelas Kapolres. Usai penyerahan hutang adat dilanjutkan dengan acara syukuran sebagai tanda tidak adanya lagi dendam warga antar kedua Dusun/Desa. (is/hen)

Warga Dusun Suka Makmur Tewas di Lubang Penambangan Emas Tanpa Izin

Written By nasional xpos on Sabtu, 03 September 2016 | 3:36 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Tepatnya Sabtu (03/09) jam 17.30 WIB sore tadi seorang warga Dusun Suka Makmur RT.8 yang bernama Jamilah (60) Kecamatan Bathin II Babeko tewas saat mandi di lokasi bekas galian Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Ia mandi bersama anaknya Siti Fatimah sore itu. namun Menurut keterangan Murni anak korban kepada beberapa wartawan di rumah sakit umum H.Hanafie Muara Bungo, mengatakan kejadian bermula saat korban mandi di sungai kecil bekas galian PETI bersama kakaknya Siti Fatimah (30) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pada saat mandi tiba-tiba anak korban Siti Fatimah yang tidak bisa berenang terperosok lalu tenggelam, melihat anaknya tenggelam korban langsung melompat kedalam sungai untuk menolong anaknya. Dari informasi yang tenggelam terlebih dahulu adalah kakak saya Siti Fatimah, lalu ibu berusaha membantu. Namun dikarena ibu juga tidak bisa berenang akhirnya kakak dan ibu sama-sama tenggelam ,” terang Murni.

Begitu mengetahui korban bersama anaknya tenggelam, warga setempat langsung memberikan pertolongan. Tidak lama kemudian korban bersama anaknya berhasil di tolong warga. Karena Siti Fatimah terlebih dahulu ditemukan, maka beruntunglah kakak saya selamat kerena cepat ditemukan, sedangkan ibu saya meninggal dunia karena lambat mendapat pertolongan, ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.

Tapi biar lebih puas kami tetap membawa jenazah ke rumah sakit untuk memastikan apa benar ibu sudah meninggal ,”lanjut Murni. Seusai pihak rumah sakit memeriksa dan pastikan korban Jamilah meninggal dunia, akhirnya jenazah korban dibawa pulang kerumah duka oleh pihak keluarga ke Dusun Suka Makmur. “Dari keterangan pihak rumah sakit Yeni selaku petugas jaga, " korban terlambat mendapat pertolongan, pasalnya korban dibawa kerumah sakit sekitar pukul 19.00 WIB oleh pihak keluarga, jadi sampai di rumah sakit korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” jelasnya.(is/hen)

Dua Dusun Di kabupaten Bungo Nyaris Bentrok

Written By nasional xpos on Jumat, 02 September 2016 | 3:32 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO - Dua Dusun/Desa yaitu Dusun Pulau Batu kecamatan Jujuhan Ilir dengan dusun Jumbak kecamatan Jujuhan di kabupaten Bungo provinsi Jambi  nyaris terjadi bentrokan (01/09) tepatnya jam 18.00 WIB.

Dari informasi yang didapatkan media ini di lapangan, terjadinya hal tersebut dikarenakan pihak dusun Pulau Batu belum membayar hutang adat kepada dusun Jumbak. Padahal beberapa waktu lalu, kedua desa sudah sepakat soal hutang adat tersebut. Magribi salah seorang warga yang ditemui media ini menceritakan, beberapa waktu lalu di Desa Jumbak digelar acara hiburan malam.

Saat itu terjadi perkelahian antara pemuda Pulau batu dengan pemuda Desa Rantau Panjang. Namun saat itu pemuda Pulau Batu salah sasaran, sehingga memukuli pemuda Jumbak. Akibatnya, Desa Pulau Batu diharuskan membayar utang adat sesuai dengaan kesepakatan."Karena janji mereka sudah lewat empat hari. Sementara sebelumnya sudah ada kesepakatan soal hutang adat tersebut", jelas Magribi Seiring semakin memanasnya hubungan kedua desa,personel kepolisian dan TNI juga telah dikerahkan untuk mengamankan situasi. Bentrok antar warga Desa Pulaubatu dan Desa Jumbak, Kecamatan Jujuhan, nyaris meletus. "Kami sudah lelah. Dusun Pulau Batu tidak menempati janjinya, makanya terjadi hal seperti ini. Setiap ada pemuda Pulau Batu lewat kami stop dan ditanya kapan pembayaran adat dilakukan",terang para warga.

Camat Jujuhan saat dikonfirmasi, Saaduddin, berharap Rio (Kepala Desa) Pulau Batu segera mengambil langkah penyelesaian bersama warganya, agar kejadian serupa tidak lagi terulang. "Kodisi sudah kondusif. Saat ini masih dilakukan mediasi oleh pemerintah daerah. Dan kami berharap kejadian ini bisa di selesaikan dengan cepat, agar tidak terjadi bentrok antar dusun," jelasnya. Untuk mengamankan situasi antar kedua desa aparat Polres Bungo, Polsek Jujuhan, Bathin ll Pelayang dan Limbur Lubukmengguang berjumlah 120 personil dikerahkan ke lokasi. Kasat Sabhara Polres Bungo, AKP Syofdianto, menyebutkan, puluhan warga Desa Pulaubatu dikabarkan akan menyerang warga Desa Jumbak. Namun mereka berhasil dihadang di Desa Aurgading. Aparat kepolisian masih berjaga di Desa Jumbak untuk memastikan situasi tetap terkendali. (hen/is)

Polisi Kehutanan Tebo Amankan Truk Bermuatan Kayu Gelondongan

NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO - Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tebo (01/09), berhasil mengamankan Truk sejenis Fuso bermuatan kayu gelondongan tanpa dokumen. Dari informasi yang didapatkan media ini, penangkapan mobil Fuso bermuatan kayu dilakukan oleh Tim Polisi Kehutanan (Polhut), saat mobil Foso tersebut melintas di jalan 23 Desa Perintis kecamatan Rimbo Bujang kabupaten Tebo provinsi Jambi.

Truk tersebut bermuatan kayu saat diamankan, katena tidak dilengkapi dengan dokumen, sehingga truk beserta sopir digelandang ke kantor Dishut kabupaten Tebo.

Kuat dugaan, kayu tersebut milik WR, warga Rimbo Bujang dengan jumlah kayu yang ada dalam truk tersebut sekitar 20 kubik. Terpisah kasi pengamanan Dinas Kehutanan kabupaten Tebo, Lorencius Silitonga  kepada awak media hanya berkomentar. "Nanti saja sama penyidiknya, saya lagi di jalan dari Jambi menuju Tebo", ucapnya.

Sebagai tindak lanjut untuk pengamanan, pihak Dinas Kehutanan kabupaten Tebo menahan Truk beserta isinya halaman belakang kantor guna penyidikan lebih lanjut. (hen)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved