Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Kunjungan Gubernur Banten ke Samsat Balaraja Ajak Masyarakat Sadar Pajak

Written By nasional xpos on Senin, 25 April 2016 | 12:29 AM

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Gubernur Rano Karno melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Balaraja Tangerang. Selasa (19/4). Kunjungan tersebut di harapkan dapat menumbuhkan sinergitas program kegiatan antara Provinsi dan Kabupaten / Kota serta kepolisian, Jasa Raharja, dan Bank milik daerah yang di hadiri oleh Kapolda Banten, Sekertaris Daerah, serta SKPD yang berada di Wilayah Samsat Balaraja Kabupaten Tangerang.

Dalam Kunjungan pertamanya di UPT balaraja Tangerang Gubernur Rano karno untuk meresmikan 31 gerai samsat, pelayanan mobil pajak kendaran bermotor, serta Fasilitas penunjang pelayanan wajib pajak.

Gubernur Rano karno saat menjelaskan, Bahkan Banyak Warga Masyarakat mengatakan ada apa Gubernur  berkunjung ke Samsat Balaraja, Pemprov Banten mau pun pemerintah Kabupaten / Kota Tangerang harus terus mengoptimalkan sinergitas demi meningkatkan pendapatan daerah sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014. Hal tersebut di lakukan untuk Peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang di kelola secara profesional, Akuntable  dan Transparan melalui kantor bersama Samsat.

Gubernur Rano Karno mengatakan kita berharap tercapainya target gerai samsat di titik titik tertentu, misalnya di pabrik - pabrik dimana karyawan tidak ada waktu untuk datang ke samsat, bukan saatnya lagi kita duduk dan menunggu, kita (Samsat) harus menjemput bola dan melakukan Samsat Keliling, secara menyeluruh melakukan penagihan langsung kepada masyarkat yang belum membayar pajak, agar masyarakat juga sadar Pajak. Ujar Gubernur Haji Rano karno. “Namun PAD sektor pajak kendaraan dan BBKN ini tidak seluruhnya menjadi hak pemerintah provinsi namun terdapat bagi hasil sebanyak 30% untuk kabupaten dan kota.” tambahnya.

Kepala UPT Balaraja Tangerang Evi Siswandi, mengatakan memang sudah menjadi kewajiban kami untuk dapat membantu dan melayani masyarakat dengan baik secara nyaman dan memberikan yang terbaik di samsat balaraja ini, di sini kami akan melayani dengan baik, di Samsat Balaraja ini pun telah menyediakan fasilitas serta ruangan yang membuat masyarakat nyaman, adanya ruang kesehatan, kami pun menyiapkan sarana dan prasarana untuk refleksi di ruang tunggu lantai dasar gratis, bahkan bentuk kegiatan yang berada di samsat balaraja telah mengadakan sunatan masal untuk warga masyarakat sekitar. tidak lupa di berikan juga bingkisan oleh Samsat Balaraja yang di serahkan Guberbur Rano Karno pada masyarakat yang tidak mampu. Semua kami lakukan  untuk kenyaman Masyarakat, kami juga akan melakukan yang terbaik. Ujar kepala UPT Balaraja Tangerang.

Samsat di bulan yang akan datang dan di akhir Tahun ini harus mencapai 100% karena samsat merupakan wadah dan tempat dimana masyarakat datang untuk melakukan pembayaran Pajaknya karena pelayanan yang harus di perhatikan. "Kami belum sempurna namun kami ingin melakukan yang terbaik dalam hal ini, untuk masyarakat yang terdiri dari 19 kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Tangerang. (Sigit)

Dewan Pers Gelar Pelatihan Jurnalistik Peliputan Khusus Korupsi

Written By nasional xpos on Jumat, 22 April 2016 | 5:06 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, CILEGON - Pelatihan jurnalistik peliputan khusus korupsi digelar Dewan Pers bagi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten. Acara yang dilaksanakan di Grand Mangku Pura Hotel Cilegon Banten, Kamis (21/04/16).

Dalam kegiatan pelatihan tersebut diikuti 50 peserta, dengan narasumber Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Koordinator Indonesian Corruption Wacth (ICW) Ade Irawan dan anggota Dewan Pers dari unsur kewartawanan Ratna Komala.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo menegaskan pentingnya wartawan dalam memerangi korupsi di tanah air. “Banyaknya aduan dari masyarakat terkait kasus korupsi yang sampai saat ini masih tetap menjalar dari akar sampai ranting-ranting di tanah air Indonesia,” katanya.

Terkait pengawasan korupsi, Koordinator ICW Ade Irawan menjelaskan peran media dan wartawan yang terkooptasi kapitalisasi dan korporasi mengakibatkan lemahnya pengawalan peliputan khusus korupsi.

Menurut Ade Irawan, kurangnya kesamaan langkah dari setiap media, disebabkan persaingan antar media serta komitmen masing-masing media. “Pentingnya konsistensi peliputan khusus hingga tuntas,” tegasnya.

Dalam materinya, anggota Dewan Pers Ratna Komala memaparkan bagaimana perspektif liputan khusus korupsi, yang menurutnya korupsi merupakan kegiatan ordinary crime, yakni tindakan kejahatan yang luar biasa. Sedangkan media bekerja untuk kepentingan publik, karenanya media itu harus kredible dan terverifikasi, tandasnya. (Shelli)

Jangan Pandang Kami Dari Luar

Written By nasional xpos on Sabtu, 16 April 2016 | 2:16 PM



NASIONALXPOS.CO.ID, TANGSEL - Ambisinya sederhana tetapi sangat mulia tertuang dalam beberapa lembar kertas ditulis tangan. Kios berukuran 2 x 2,5 m² bersama pakaian dan pernak pernik asesories komunitasnya sebagai dagangan menjadi teman inspirasi menuangkan rencana mulia itu. 

Tampak sebuah tulisan dengan tinta masih basah sepertinya baru didapat insipirasi. Tertulis pada lembar pertama : “Silaturahmi akbar sambil beramal, anniversary komunitas reggae, Serpong berdansa dan bellarasta reggae shop ke tiga tahun-Bakti sosial santunan yatim piatu dan dhuafa”. Saat itu posisi matanya menatap keatas dengan dagu diganjal ballpoint, kentara sekali bahwa dia lagi menimbang inspirasi yang baru ditulisnya. Dia namanya Gabel panggilan akrab teman-teman komunitas reggae, kadang ada yang memanggil ketua karena memang dia-lah Ketua Komunitas Reggae Serpong.

Tiada yang istimewa pada dirinya kecuali optimisnya melebihi puncak gunung sekalipun gunung tertinggi, mungkin lebih pantas menyerupai awan. Walau diterpa badai cibiran, cemoohan dan ketidak mungkinan, Gabel tetap meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan jalan bagi siapa saja yang memiliki niat baik. Betapa tidak ?. Nilai anggaran Rp. 15.000.000 yang sudah disusun terasa begitu besar baginya, sedangkan sumber anggaran hanya didapat dari teman-teman komunitasnya dengan cara mengamen. Seperti malam itu selepas temannya menyetor uang hasil mengamen di per-empatan Zerman Center BSD. Dia menghitung tanpa sedikit keraguan diraut wajahnya, seraya bergumam mengucap syukur sejengkal jalan ditunjukan untuk menggapai realisasi rencana besarnya.

 “Dana baru terkumpul Rp. 176.000, ini baru berjalan beberapa hari, dan ini hasil anggota kami mengamen...”, sejenak ucapannya terhenti seiring tangannya mengusap keringat didahi menghilangkan dan membuang rasa keraguan. “Tapi rencana masih jauh sekitar tiga bulanan lagi, saya berharap sebelum puasa rencana ini sudah ter-realisasi, disamping itu anggota kami belum bergerak optimal, baru seper-empat dari 54 orang anggota”, diucapkannya penuh semangat.

Beberapa kali dia mengusap mukanya ketika ditanya mengenai kesulitan teman-temannya meyakini masyarakat khususnya pengemudi pribadi dan penumpang angkot tentang kebenaran niat dan rencana besar komunitasnya. Nada bicaranya mendadak pelan dan lambat dari sebelumnya, “saya anggap wajar, kalau masyarakat memiliki pandangan negatif terhadap teman-teman dilapangan yang mengamen sambil membawa kardus bertuliskan sumbangan dana bakti sosial yatim piatu. Karena masyarakat selama ini memandang komunitas kami hanya dari luar saja. Padahal kami-pun manusia yang sama memiliki rasa empati terhadap sesama”.  

Beda dengan sebelumnya,  kini nadanya semangat menggebu manakala ditanya tentang maksud dan tujuan konsep rencananya. “Maksud konsep kami, Menjalankan kegiatan positif, Santunan anak yatim piatu dan dhuafa, Mempertebal rasa kepedulian terhadap sesama. Adapun tujuan utamanya adalah meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, dan sebagai pembuktian kepada masyarakat luas bahwa kami tidak selamanya buruk (berfikiran negatif)”, diucapkannya dengan lantang.

Menyusul permohonan maaf dan beberapa harapan dilontarkan mengakhiri obrolan, “kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat khususnya pengemudi pribadi dan pengemudi beserta penumpang angkot yang merasa terganggu oleh anggota kami yang mengamen”. Lalu sambil mengacungkan jari tanda meminta kesempatan sekali lagi, bahwa dia berharap masyarakat tidak menilai komunitasnya dari luar dan berharap mendapat dukungan masyarakat demi merealisasikan rencana mulia bersama komunitasnya. (br/tiger).

Oknum DKP Kota Tangerang Diberi Sanksi Ringan

NASIONALXPOS.CO.ID, NX - Pemberian sanksi teguran lisan oleh Kadis kepada oknum Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, yang terlibat pemungutan retribusi diduga keras dijadikan sarana untuk memperkaya diri. Padahal perbuatan tersebut melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 

Kejadian berawal disalah satu Rukun Warga (RW) di Kecamatan Batuceper, yang dihuni 358 Kepala Keluarga. Ternyata sudah berjalan lebih dari setahun setiap bulannya RW tersebut dipungut sebesar Rp. 7.160.000,- (Tujuh juta seratus enam puluh ribu rupiah) katanya sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2011, tetapi diterima di DKP sesuai kwitansi Bend 26 sebesar Rp. 2.150.000,- (dua juta seratus lima puluh ribu rupiah). 

Pada saat ditemui diruang kerjanya, Sekretaris DKP, M. Fathulhadi menerangkan, bahwa Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Ivan Yudhianto, SH telah memanggil Abas (Koordinator pengawas retribusi), Syaripudin (Pengawas retribusi), Gordi (Pengawas armada), Fathur Rohman (Pemungut retribusi) dan Mulyadi (Supir) untuk dimintai pertanggungjawabannya, (14/04/2016). 

Adapun keputusan Kadis DKP memberikan dua opsi kepada oknum DKP yang terlibat, yaitu mengembalikan uang tersebut atau mengundurkan diri. Para oknum DKP memilih mengembalikan uang dan telah mendapatkan sanksi teguran secara lisan oleh kadis DKP, papar Fathulhadi. “Terkait pelanggaran disiplin PNS, kami belum memeriksa lebih lanjut dan menunggu instruksi dari kadis DKP,” tandasnya. (Shelli)

Kota Tasikmalaya Termiskin DPRD Pelesiran


NASIONALXPOS.CO.ID, TASIKMALAYA - Membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat bagi anggota DPRD Kota tasikmalaya mungkin hanya kamuflase pengabdian belaka dan hanya berorientasi kepada kepentingan pejabat, penguasa ataupun hanya kelompok bukan untuk kepentingan publik (masyarakat kota tasikmalaya). Begitu banyak kepentingan persoalan yang dianggap sebagai boroknya epidemik yang kronis. Akhir-akhir ini-pun DPRD Kota Tasikmalaya mempertontonkan dengan sengaja tanpa mengedepankan moralitas pengabdian dan melukai masyarakat Kota tasikmalaya. Kegiatan pelesiran DPRD ke pulau Dewata dianggap tidak memiliki empati khususnya terhadap  masyarakat yang hidup dibawah garis kesejahteraan/kemiskinan.

Aksi demo (11/04) PMI Kabupaten/Kota Tasikmalaya dengan tema “Kota Tasikmalaya Kota Termiskin di Jabar, Elit Politik Pelesiran Ke Pulau dewata” digelar di Kantor DPRD kota Tasikmalaya  adalah bentuk kritik langsung menyikapi akumulasi kekecewaan atas kinerja DPRD Kota Tasikmalaya. Imam Farid Muslim koordinator demo menyampaikan bahwa, “apapun  dalihnya dan diakui atau tidak disaat sedang sulit seperti ini kegiatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang pergi ke Bali adalah bentuk hura-hura. Ini membuktikan para anggota DPRD tersebut tidak memiliki empati terhadap masyarakat yang telah memberikan amanah sebagai wakilnya”.

Lanjut imam, “barometer mengutamakan kesejahteraan rakyat bagi anggota DPRD kota Tasikmalaya hanya berita-berita menina bobokan untuk kepentingan menjual pencitraan semata. Sedangkan segudang permasalahan sosial, rawan pendidikan, kemiskinan dan pengangguran yang seharusnya dijadikan pertimbangan subtansi pokok agendanya tidak diutamakan. Jelas DPRD Kota Tasikmalaya yang seharusnya mengotrol kebijakan dan pengawasan pemerintahan kini hanya laksana pion-pion bidak catur dengan iming-iming proyek dan transaksional.”

 “berdasarkan hal tersebut kami memandang perlu mengingatkan dengan cara melakukan aksi demo yang dilaksanakan berdasarkan fakta dan realita serta patut diketahui oleh masyarakat umum secara luas dengan tujuan kritik konstruktif, agar cakupan good government pemerintahan Kota Tasikmalaya dalam mensejahterakan masyarakat tercapai,” tukasnya mengakhiri wawancara.(Oktavian)

Polres Metro Tangerang : PWI Kota Tangerang Mitra Polisi


NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Polres Metro Tangerang, berpesan kepada rekan-rekan jurnalis untuk tidak segan-segan bertandang ke Mapolres Tangerang. Wartawan adalah mitra kepolisian dalam hal penyampaian informasi terkait tugas polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Demikian disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kombes Agus Pranoto, saat menerima rombongan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Jumat, (15/04) di Mapolres Tangerang.

"Media adalah mitra kepolisian dalam penyampaian informasi. Jangan sungkan bertandang ke Mapolres bila memang ada informasi yang dibutuhkan rekan-rekan wartawan," kata Kapolres.
Dikatakan Kapolres, selama Ia bertugas di Polres Metro Tangerang, telah terjalin hubungan yang baik antara petugas polisi dengan wartawan. Pasalnya setiap informasi kegiatan yang telah berhasil diungkap kepolisian langsung di informasikan ke wartawan Tangerang.


 "Mari kita membangun Tangerang bersama-sama sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing. Dan Alhamdulillah, Polres Metro telah menjalin hubungan yang baik dengan wartawan yang bertugas di Kota Tangerang," imbuhnya.

Sementara Ketua PWI Kota Tangerang, M Fahmi menyampaikan harapan agar wartawan yang tergabung di PWI Kota Tangerang dapat bermitra dengan Polres Metro Tangerang. Meskipun diakuinya banyak organisasi kewartawanan di Kota Tangerang, tidak menjadikan wartawan PWI risih atau sungkan bertandang ke Polres.

Diakuinya organisasi kewartawanan yang diakui pemerintah adalah PWI, AJI dan IJTI. Keberadaan organisasi di luar tiga tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas wartawan.

"PWI siap bermitra dengan Polres Metro Tangerang, terkait penyampaian informasi. Adanya PWI di Kota Tangerang, dalam rangka meningkatkan profesionalitas wartawan. Selain itu berbeda dengan ke tiga organisasi tadi, PWI mampu mengadvokasi anggotanya," terangnya.(Shelli)

Sekdis DKP Kota Tangerang Kurang Transparan

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang Banten, sepertinya tersendat dalam mendapatkan informasi mengenai biaya operasional dan pemeliharaan kesehatan petugas kebersihan. 

Menurut narasumber yang tidak disebut namanya, menyatakan bahwa banyak biaya operasional dan minuman suplemen yang diduga dikorupsi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, jelas mantan pengawas DKP. Sekretaris DKP, M. Fathulhadi mengatakan bahwa dirinya kurang mengetahui permasalahan biaya operasional armada pengangkut sampah dan biaya yang didapat petugas kebersihan. 

Setiap ada pertanyaan dari wartawan menyangkut hal tersebut, Sekdis menelpon ke para bawahannya dan harus menunggu cukup lama (14/04), Mengenai jumlah minuman suplemen untuk merawat kesehatan, berapa yang didapat sesuai Laporan Pertanggungan Jawaban (LPJ) yang diberikan pada petugas kebersihan sampai saat ini belum terjawab. Padahal pertanyaan tersebut pernah diajukan ke M. Fathulhadi pada tanggal selasa 29 maret 2016, persisnya dua minggu yang lalu dan terkesan ada yang ditutup-tutupi. “Pertanyaannya akan jawab, setelah saya dapat jawaban dari bawahan, nanti saya kasih kabar ”, kilahnya. (Shelli)

"Tangerang Terang" Diduga Jadi Proyek Kepentingan

Written By nasional xpos on Sabtu, 09 April 2016 | 6:50 PM

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG - Program Kampung Terang kembali dilanjutkan pada tahun 2016 ini. Namun program yang dicanangkan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah itu dinilai amburadul dan sarat kepentingan. Karena sebelumnya pada tahun 2015 lalu program itu suskes dilaksanakan ditiap Kecamatan dan sebagai Pengguna Anggaran (PA). Namun sebaliknya di tahun ini proyek penerangan jalan lingkungan itu dialihkan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang. Bahkan sejumlah kalangan menilai proyek tersebut menyalahi akan jadi akal-akalan.

Pemerhati Kebijakan Publik Alih Budhi mengatakan Program Kampung Terang yang dilaksanakan tahun 2016 ini kurang transparan dan sarat kepentingan. Bahkan Alih Budhi menduga proyek pekerjaan Penerangan Jalan Umum (PJU) bisa menjadi ajang bagi-bagi proyek antara dinas terkait dengan pihak yang bekepentingan dan yang mudah adalah melalui Penunjukan Langsung (PL).

"Kalau gak pake otot, gak bakalan dapat pekerjaannya. Jadi harus ngotot dulu baru diberikan sama pihak dinas, terangnya ketika di konfirmasi, Jumat (8/4).

Dikatakan Alih budhi, tahun ini, pekerjaan Proyek Kampung Terang terdiri dari 13 paket (PL) dan 50 paket tender yang akan dilelang pada bulan ini. Sementara, 13 paket PL telah di laksanakan sejak pekan lalu.
"Pekerjaan PL juga baru sebatas galian saja. Karna baru bergulir sekitar seminggu yang lalu", ujarnya.

Kabid PJU DKP Kota Tangerang, Agun saat dikonfirmasi membenarkan kalau pekerjaan 13 paket (PL) itu telah dilangsungkan sejak beberapa hari lalu.
"Kalo paket PL sudah dikerjakan dan jumlah paket yang digelar 13 paket", katanya.
Sambung Agun, selain paket lelang proyek PJU itu juga nya akan ditender. Dikarenakan nilai paket tersebut diatas Rp. 200 juta-an dan akan digelar pertengahan bulan ini.
"Sisa 4000 titik, rencana akan digelar melalui tender. Dan insya Allah akan di buka pertengahan bulan April ini", imbuhnya.

Sementara terkait pelaksanaan proyek Tangerang Terang, Persatuan Kontraktor Listrik Nasional(Paklina) Tangerang Raya berencana akan menurunkan tim pengawas untuk memantau pekerjaan proyek tersebut, sehingga jika ditemui kejanggalan di lapangan, maka pihaknya dapat membuat laporan tertulis.

Menurut Machmudin, salah seorang pengurus Paklina, mengatakan sudah seharusnya Paklina dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek PJU itu. Sebab bidang kelistrikan merupakan salah satu keahlian (spesialis.red) yang dimiliki Paklina.

"Dalam pekerjaan pogram Kampung Terang di DKP, Asosiasi kami tidak dilibatkan. Pertanyaannya, ada apa ? Berarti DKP pilih-pilih. Ya, kami akan membuat tim pengawasan dan jika kami temui kejanggalan maka akan buat laporan. Nanti temen-temen media bisa ekpos", ungkap Machmudin, Jumat (8/4). (Lala/Widya/Adit/Frwt)
 
Support : Copyright © 2011. www.nasionalxpos.co.id - All Rights Reserved