Diberdayakan oleh Blogger.

Tradisi Ngembang Keramat Cokel Sebagai Potensi wisata Ziarah Yang Belum Tersentuh

Diposting oleh On 7:43 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, LEBAK - Setiap kali datang bulan muharram yang merupakan salah satu bulan suci bagi umat islam, seluruh dunia bersuka cita dan punya berbagai tradisi untuk menyambut bulan pertama dalam kalender hijriah ini. Banyak keistimewaan dalam bulan ini, selain tahun baru islam setiap tanggal 10 muharam dalam bahasa jawa biasa di sebut assyuro juga diperingati sebagai hari raya anak yatim, selain itu masih banyak tradisi lain yang biasa dilakukan di bulan muharram.

Seperti halnya di daerah curug bitung Banten yakni tepatnya di Kampung Cokel yang terbagi dalam dua desa yaitu Desa Sekarwangi dan Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak-Banten mempunyai satu tradisi yang sudah berlangsung turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu yaitu khaul Raden Kuncung Amarullah yang bagi masyarakat setempat di percaya sebagai ulama besar dan tokoh penting terbentuknya kampung cokel,beliau di makamkan di pemakaman keramat cokel,tradisi khaul keramat cokel ini biasa di sebut “ngembang“ dan di peringati setiap tanggal 12 muharram.

Pada dasarnya tradisi ngembang tidak berbeda dengan peringatan khaul ulama besar lainnya yaitu datang setahun sekali untuk melakukan ziarah, akan tetapi ada hal unik yang menjadi ciri khas tradisi ini, masyarakat setempat menjadikannya sebagai lebaran kampung bahkan lebih meriah dibandingkan lebaran iedul fitri, layaknya lebaran warga yang berdomisili di luar kota bahkan luar jawa akan menyempatkan diri untuk mudik bersilaturakhmi dengan keluarga dan berziarah ke keramat cokel sementara yang tinggal di kampung akan menyiapkan berbagai panganan khas untuk menjamu tamu selain di datangi oleh ribuan pengunjung dari daerah sekitar banyak pula dari jabotabek bahkan dari Surabaya semarang dan luar jawa.

Walaupun diguyur hujan lebat dari jam 10.00  sampai jam 15.00 wib tapi tidak menyurutkan niat dan semangat ribuan peziarah yang terus berdatangan bahkan semakin sore semakin ramai, jalan menanjak yang licin dan becek tidak terasa capek berubah menjadi keharuan dan kegembiraan setelesai selesai melakukan prosesi ziarah,ada kepuasan tersendiri yang tak dapat di ungkapkan dengan kata kata.

Salah seorang peziarah H. Ahmad (60) yang berasal dari lampung mengatakan kepada NX bahwa dirinya sengaja datang dari lampung beserta keluarganya untuk berziarah dan ngalap berkah di keramat ini ke makam Raden Kuncung Amarullah karena mendapat informasi dari temannya. “Saya sengaja datang dari jauh untuk ziarah,saya senang datang kesini karena tempatnya sejuk, panoramanya indah. Sebenarnya ini berpotensi dijadikan sebagai objek wisata ziarah Cuma disayangkan belum dikelola dengan baik, tidak jelasnya kepanitiaan, kurangnya sarana MCK, penataan tempat parkir dan tenda pedagang yang memenuhi jalan sehingga menyulitkan bagi pengunjung terutama bagi yang baru pertama kali kesini ”tambahnya. (Endien)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »