oleh

LBH Keadilan: Komisi Kejaksaan Tidak Berfungsi

-Headline-2 views

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan  menilai, penangkapan  Kepala Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah M
Subari bukti  Komisi Kejaksaan sebagai
lembaga pengawas para jaksa tidak berfungsi dengan baik.

 

Padahal Komisi
Kejaksaan bertugas melakukan pengawasan, pemantauan, dan penilaian terhadap
sikap dan perilaku jaksa serta pegawai kejaksaan, baik di dalam maupun di luar
kedinasan sebagaimana diatur dalam 
Peraturan Presiden Nomor 18/2005 tentang Komisi Kejaksaan Pasal 10 ayat
(1) huruf b.

 

“Jika Komisi
Kejaksaan bekerja dengan baik tentu akan membuat jaksa-jaksa tidak berani untuk
menerima suap,” kata Ketua Badan Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie di
Jakarta, Senin (16/12).

 

Karena itu, LBH
Keadilan mendesak Komisi Kejaksaan memperbaiki kinerjanya. Jika kinerjanya
tetap buruk, sebaiknya Komisi Kejaksaan dibubarkan agar tidak membuang-buang
APBN.

 

LBH Keadilan
juga menayangkan Komisi Kejaksaan yang hanya bisa berkomentar setelah Subari
ditangkap KPK.

 

Komisioner
Komisi Kejaksaan Kamilov Sagala mengatakan, Subari sebagai aparat penegak hukum
harus dihukum berat.

 

Seperti
diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah M Subari ditangkap KPK
karena diduga terlibat praktik suap.

 

Subari
ditangkap KPK saat berada di sebuah hotel bersama Lusita Ani Razak yang diduga
sebagi pemberi suap (14/12).

 

Tertangkapnya
Subari oleh KPK menambah daftar panjang Jaksa yang ditangkap KPK. Pada Februari
2008, KPK menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan yang diduga menerima suap sebesar Rp
6 miliar dari pengusaha Artalyta Suryani.

 

Pada
Februari 2011, KPK menangkap Dwi Seno Widjanarko, Jaksa pada Kejaksaan Negeri
Tangerang. Widjonarko diduga memeras Agus Suharto, pegawai BRI Unit Juanda,
Ciputat.

 

Pada November
2011, KPK menangkap Sistoyo, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Cibinong yang diduga
menerima uang Rp 99,9 juta dari Terdakwa Edward dalam kasus pemalsuan surat
terkait pembangunan Pasar Festival di Cisarua, Bogor. (SP/E-83)

Komentar

NEWS UPDATE