Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

21 Hari Operasi Simpatik Polres Minut

Diposting oleh On 1:28 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, MINUT - Usai gelar pasukan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Minahasa Utara langsung action menggelar Operasi Simpatik 2014 di pimpin Kasat Lantas Polres Minut, AKP Romel Pontoh S.IP, lokasi awal dipilih bertempat di jalur by pass Minahasa Utara.

    Ditemui disela-sela kesibukannya Kasat Lantas mengatakan, "operasi simpatik diadakan selama 3 minggu mulai 19 Mei hingga 8 juni 2014 sebagai langkah persiapan Hari Raya Idul Fitri serta Pilpres, yang menariknya dalam operasi simpatik kali ini jajaran polres Minahasa Utara selain menjalankan tugasnya melakukan pemeriksaan surat-surat dan kelengkapan kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun lebih, Kasat Lantas Romel Pontoh kepada para pengendara yang melanggar dan terjerat operasi simpatik selain ditilang dipanjatkan doa untuk mereka.

    Awalnya para pengendara merasa kebingungan ketika ditanya apa agama mereka dan dikumpulkan sekitar 4 sampai 5 orang. Dengan lembut, Romel minta mereka agar turut saja perintahnya. Romel mulanya menyatakan, mereka telah melanggar, kemudian berkata akan mendoakan mereka. Wajah keempatnya mendadak teduh., lalu Romel memimpin doa. Doa Romel pendek saja, isinya memohon pengampunan dosa, serta ucapan syukur pada Tuhan. "Ya Tuhan ampunilah kesalahan yang telah mereka perbuat, terima kasih ya tuhan karena engkau telah menjaga mereka dalam perjalanan”, ujar Romel.

    Romel menambahkan,” operasi Simpatik memang menekankan tindakan persuasi. Doa di jalan dipilih karena akan langsung mengena di hati para pengguna jalan. "Saya katakan pada mereka, pemerintah adalah wakil Allah di dunia ini, melanggar hukum negara termasuk melanggar aturan lalu lintas berarti melanggar perintah Allah, "ucap Romel. Doa di jalan untuk umat Muslim, dibawakan seorang Kanit beragama Muslim. Selain dapat "doa di jalan", para pelanggar akan dapat surat teguran. Namun, kata Romel, itu hanya untuk pelanggaran yang sifatnya biasa. "Jika pelanggaran yang kasat mata serta membahayakan nyawa, tetap kami tilang," kata Romel.

    Lanjut dia, operasi Simpatik akan disambung dengan operasi patuh. Sesuai dengan namanya, siapapun yang melanggar akan disikat dalam operasi patuh yang akan berlangsung selama 14 hari," ucapnya. (Mulyono)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »