Diberdayakan oleh Blogger.

Bupati Biak Klaim Tak Tahu Proyek Kementerian PDT

Diposting oleh On 3:12 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID - Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk kembali menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan tanggul laut, Rabu 25 Juni 2014.

Pengacara Yesaya, Pieter Ell mengatakan bahwa kliennya dicecar penyidik terkait proses pemberian uang suap sebesar SG$100.000 sampai akhirnya dia tertangkap tangan oleh KPK.

Namun, menurut Pieter, Yesaya klaim tidak tahu mengenai proyek pembangunan daerah tertinggal terkait penanggulangan bencana, khususnya pembangunan tanggul laut. Proyek ini berada di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

"Tidak, bapak tidak tahu urusan proyek-proyek. Bapak kan baru tiga bulan menjabat. Tidak tahu urusan (Kementerian) PDT," kata Pieter.

Saat ditanya kenapa Yesaya menerima uang sejumlah SG$100.000, dia berkilah bahwa uang tersebut untuk urusan lain, bukan untuk proyek pembangunan tanggul laut. "Bukan untuk urusan (Kementerian) PDT," ujar dia.

Yesaya juga mengklaim bahwa proposal proyek tanggul laut itu sudah dibuat oleh orang lain, sebelum dia dilantik menjadi bupati. "Faktanya bahwa bapak menjelaskan setelah dilantik, perencanaan proyek itu sudah ada di Bappeda. Jadi bapak meneruskan saja," ujar Pieter.

Saat disinggung apakah orang yang dimaksud adalah Kepala Bappeda Biak Numfor, Oni Dangeubun, Pieter tidak membantahnya. "Iya. Kepala Bappeda juga diperiksa (hari ini). Jadi proposal itu sudah dibuat sebelum bapak dilantik kan sudah dibuat," ucap dia.

Sebelumnya, Yesaya diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK pada Senin 16 Juni 2014. Dalam penangkapan tersebut, KPK juga mengamankan uang SG$100 ribu. Uang diduga merupakan suap dari pihak swasta dalam hal ini pria bernama Teddy Renyut kepada Yesaya untuk mendapatkan proyek pembuatan tanggul laut.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, proyek ini merupakan proyek Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal terkait penanggulangan bencana, khususnya pembangunan tanggul laut. Proyek itu diketahui belum terlaksana, karena dananya berasal dari APBN-P 2014. 

Usai menjalani pemeriksaan intensif, KPK kemudian menetapkan Yesaya Sombuk serta Teddy Renyut sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Yesaya kini ditahan di Rumah Tahanan Guntur Jakarta Selatan, sedangkan Teddy di Rumah Tahanan KPK Kuningan Jakarta Selatan.(VN/E-83)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »