Diberdayakan oleh Blogger.

China Tembak Mati Belasan Pembangkang

Diposting oleh On 1:55 AM with No comments

Iklan


NASIONALXPOS.CO.ID - Polisi China menembak mati 13 pria yang berupaya meledakkan kantor polisi di daerah Yecheng, Sabtu 21 Juni 2014. Para pelaku dilaporkan mengendarai sebuah mobil menuju kantor polisi dan meledakkan bom di sana.

Kantor berita Reuters, melaporkan tiga petugas polisi terluka ringan dalam peristiwa itu. Tidak ada satu pun warga sipil yang menjadi korban.

"Pada Sabtu pagi, 21 Juni, sekelompok preman mengendarai sebuah mobil menuju ke gedung polisi di daerah Yecheng, Provinsi Kashgar, dan meledakkan bom," tulis perwakilan Pemerintah China di situs resmi mereka.

Namun, menurut BBC, sangat sulit memverifikasi laporan tersebut, karena daerah yang berdekatan dengan Xinjiang itu sulit ditembus oleh jurnalis. Semua peredaran informasi pun dikendalikan.

Pemerintah China bertindak tegas terhadap para pelaku tindak kekerasan setelah beberapa kali peristiwa serupa menghantui negara itu. Peristiwa semacam itu biasanya terjadi di Xinjiang yang dihuni oleh kelompok muslim Uighurs.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu berkali-kali menyebut kelompok Islam separatis sebagai dalang dalam serangan yang terjadi di daerah itu. Menurut pemerintah, kelompok tersebut berambisi untuk membentuk sebuah negara mandiri yang disebut Turkistan Timur.

Kendati begitu, belum diketahui dengan jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu pagi kemarin.

Sebagai bagian dari tindak tegas Pemerintah China, puluhan orang yang menjadi tersangka dalam serangan teroris pada awal Juni ini dijatuhi hukuman mati. Vonis serupa juga diberikan kepada pelaku serangan di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Namun, menurut juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit, penangkapan terhadap warga mereka justru akan membuat situasi mereka kian sulit.

"Dengan menembakkan peluru, membunuh mereka yang membangkang dan menuduh mereka teroris serta di saat bersamaan tidak mencari tahu akar permasalahannya, hanya akan membuat situasi di daerah tersebut semakin buruk," tulis Raxit melalui surat elektronik kepada Reuters.

Presiden Xi Jinping pada awal tahun ini mengatakan akan mengarahkan investasi langsung menuju ke Xinjiang. Dia berjanji akan mengurangi tingkat kemiskinan dan memperbaiki persatuan antar etnis di daerah tersebut.

Kendati begitu, janji itu belum menunjukkan bahwa Pemerintah China berupaya menjawab penyebab tingginya tindak kekerasan yang terjadi di Xinjiang. (Rol/E-83)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »