Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

Presiden SBY Tinggalkan Warisan Buruk Demokrasi

Diposting oleh On 8:35 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Aktivis kemanusiaan di Lampung Oki Hajiansyah Wahab, di Bandarlampung, Jumat, menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meninggalkan warisan buruk demokrasi pada akhir kepemimpinannya terkait hasil akhir keputusan Rancangan Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah yang dikembalikan ke DPRD.

"Pilkada dikembalikan lagi melalui DPRD merupakan kemunduran demokrasi," kata Oki, menanggapi hasil voting pilkada langsung hanya didukung 135 suara dan pilkada melalui DPRD didukung 226 suara pada Paripurna DPR di Jakarta, Jumat (26/9) dini hari.

Undang-undang, demikian Oki menambahkan, adalah produk politik hasil kontestasi kepentingan-kepentingan politik di parlemen.

"Tapi saya kira, setelah ini akan ada elemen masyarakat mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi atau MK," katanya lagi.

Senada Oki, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi menilai, keputusan DPR tersebut merupakan langkah mundur.

Apalagi dalam keputusan DPR itu, sikap akhir Fraksi Partai Demokrat justru meninggalkan sidang paripurna dengan alasan usulannya tidak diakomodasi.

Padahal aksi walk out itu justru memberikan jalan bagi DPR untuk lebih banyak anggotanya yang mendukung pilkada dikembalikan ke DPRD, akan berbeda bila anggota Fraksi Demokrat tetap mengikuti pengambilan keputusan dan mendukung pemungutan suara untuk pilkada langsung, katanya lagi.

"Namun begitu, ini sudah menjadi keputusan politik bangsa, artinya tinggal bagaimana DPRD memberikan jaminan terhadap proses pilkada yang membawa aspirasi publik termasuk partai politik, dan ini membutuhkah pengawasan dan partisipasi publik serta regulasi untuk menjamin hak-hak publik," katanya lagi.

Tetapi, ujar Juniardi menambahkan, keputusan DPR itu belum berarti final, karena masih ada upaya menguggatnya di MK.

"Selain itu, DPR harus bertanggung jawab jika pilkada tidak langsung justru tak membuat proses demokrasi ini lebih baik," katanya pula. (Ant/SP/E-83)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »