Diberdayakan oleh Blogger.

KPK Didesak Investigasi Kasus-Kasus Novanto

Diposting oleh On 2:39 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Walaupun sempat diwarnai drama, Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, Setya Novanto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019.


Terkait terpilihnya Setya Novanto tersebut, Persatuan Mahasiswa Anti Korupsi (Permak) Indonesia melakukan unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Kamis (2/10).

Dalam orasinya, koordinator Permak, Erik meminta supaya KPK melakukan investigasi terkait kasus dugaan korupsi yang disebutnya melibatkan Setya Novanto.

Menurut Erik, penetapan Setya Novanto sebagai pimpinan tertinggi DPR sama saja dengan melanggengkan praktek korupsi melalui kedok legislasi.

"Kami menolak penetapan Setya Novanto sebagai pimpinan DPR. Kami mendesak KPK untuk melakukan investigasi mendalam terhadap setiap kasus-kasus (melibatkan Setya Novanto) dan segera mengadili pihak-pihak yang terkait di dalamnya," ujar Erik di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/10).

Lebih lanjut, Erik meminta juga KPK segera menangkap atau mengadili Setya Novanto.

Dalam pemaparannya, Erik menyebut Setya Novanto terlibat dalam kasus Cessie Bank Bali yang merugikan keuangan negara Rp 546 miliar dan menyeret Joko Tjandra dan Syahril Sabirin.

Menurut Erik, dalam kasus tersebut, Setya Novanto, pada awal tahun 2000 ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi, secara tiba-tiba kasusnya dihentikan oleh Kejaksaan Agung.

"Padahal, dapat ditemukan indikasi kuat keterlibatan langsung Setya Novanto dengan PT Era Giat Pratama yang merupakan perusahaan pemenang penagihan piutang dari Bank Bali," ungkap Erik.

Kemudian, Erik menyebut Setya Novanto terlibat dalam kasus korupsi baju hansip dengan anggaran sebesar Rp 560 miliar.

Selanjutnya, kasus pembiayaan sengketa Pilkada Jawa Timur (Jatim). Ditambah lagi, ada kasus korupsi PON Riau, kasus E-KTP, kasus proyek gedung MK, kasus dana BOS di Kementerian Pendidikan.(SP/E-83)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »