Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM

Diposting oleh On 12:34 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, GRESIK - Polres Gresik, Jawa Timur (Jatim) membekuk tiga orang Pemalsu Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ketiga pelaku mampu membuat SIM imitasi dengan harga  terjangkau. Untuk SIM B1 dan B2 Umum, cukup menyerahkan foto berwarna, foto kopi KTP dan membayar tunai Rp 300.000, dan dalam tempo tiga hari SIM pun jadi.
Sedangkan untuk SIM C dan A, dengan persyaratan yang sama dengan membayar biaya tunai Rp 200.000.
Dengan harga tersebut, para pemburu SIM palsu sudah mendapat banyak kemudahan, yakni tidak lagi mengikuti ujian tertulis dan praktik.

Demikian hasil kajian sementara Satreskrim dan Satlantas Polres Gresik setelah berhasil membongkar sindikat pemalsuan SIM yang melibatkan tersangka Gunawan (33), warga Pace Kulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jatim.

Polisi juga membekuk Slamet Bagio (44) dan Rubangi (44), keduanya warga Desa Bagor, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. 

Dari tangan para pelaku, polisi menyita peralatan komputer, printer, sejumlah identitas seperti SIM, KTP, dan KK palsu.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Ayub Azhar Diponegoro kepada wartawan, Rabu (1/10) menjelaskan, awal pembongkaran kasus itu bermula saat Polantas Polres Gresik menggelar razia operasi di Jalan Raya Bungah, Gresik. 

Pada saat memeriksa SIM B2 milik Andre (25), warga Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Nganjuk dan Sugianto (35) warga asal Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Jombang, mendapati SIM mereka palsu. Terdapat beberapa kejanggalan pada SIM, kendati terdapat tanda hologramnya.

Setelah diperiksa di Mapolres Gresik, kedua pemilik SIM B II itu mengaku mengurus SIM tersebut melalui Rubangi (44) dan Slamet Bagio (44), keduanya asal Desa Bagor, Kecamatan Pace, Nganjuk. 

Dari pengembangan pemeriksaan, polisi menangkap pelaku pembuat SIM yaitu Gunawan, warga Pace Kulon, Kecamatan Pace, Nganjuk. 

Sewaktu digeledah, polisi menemukan sejumlah identitas palsu seperti KTP, KK, dan puluhan SIM palsu.
AKP Ayub menambahkan, untuk mendapatkan SIM (palsu) tanpa ujian apapun, tersangka Rubangi dan Slamet Bagio mematok harga Rp 750.000 serta meminta foto kopi KTP dan pas foto berwarna tanpa.
Rubangi dan Slamet Bagio kemudian memesan SIM tersebut kepada Gunawan dengan harga Rp 200.000 untuk SIM A dan C, serta Rp 300.000 untuk SIM B1 dan B2 Umum. 

Atas perbuatannya itu, semua tersangka pemalsu surat-surat dijerat dengan pelanggaran Pasal 263 ayat (1), dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(SP/E-83)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »