Diberdayakan oleh Blogger.

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Wakatobi Diwarnai Aksi Damai APP-W

Diposting oleh On 9:00 PM with No comments

Iklan

 NASIONALXPOS.CO.ID, WANGI-WANGI– Aliansi Pemuda Pemerhati Wakatobi (APP-W) menggelar aksi damai  refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Wakatobi, Arhawi dan wakilnya Ilmiati Daud yang dinilai gagal,
Aksi ini dilakukan bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Arhawi Ilmiati Daud sejak dilantik.

Masa  Aksi  melibatkan beberapa gabungan Paguyuban Mahasiswa wakatobi di beberapa perguruan tinggi  APP-W,  Aksi Refleksi diwarnai dengan pembakar ban di beberapa titik, pasar sentral, bundaran Mandati, hingga pasar Pagi dan memberikan Hadiah baliho dengan tulisan "Copot Bupati" Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Rabu (28/9/2017).

Menilai, visi dan misi yang dicanangkan Arhawi dan Ilmiati yakni menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten Maritim Berdaya Saing merupakan program yang tidak realistis. Kata Korlap App-W Adianto melalui Orasinya.

 “Kami menilai Pemerintah hari ini gagal Menjalankan Roda pemerintahan, Berkaca pada visi misi yang ada, visi misi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wakatobi belum ada yang terealisasi dalam masa satu tahun ini, Program Pendidikan Bersinar dan Kesehatan Bersinar yang sebenarnya bukanlah program bupati Wakatobi saat ini, tapi program pemerintah pusat yang dikemas dalam produk Program Wakatobi bersinar Tapi malah Bupati dan Wakil Bupati yang di kemas sebagai kata bersinarnya yang menjadi Program Daerah,” ujarnya.

Program Bupati dan Wakil Bupati saat ini hanyalah sebatas janji politik yang tidak tepat sasaran, dilontarkan salah satu orator APP-W Said Arifin.

"Program pendidikan bersinar hanya sebuah janji manis politik dari konsep bupati saat  kampanye politik, Program Kesehatan bersinar sebetulnya adalah program pemerintah pusat yang dicaplok Pemda, akan tetapi terlepas dari itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi dipungut biaya, bagaimana kalau pasien masyarakat miskin yang pergi berobat ke RSUD dengan biaya mahal? Tentu itu akan sangat memberatkan pasien,” ungkapnya.

Lanjutnya. Program Umroh sampai sekarang belum bisa dilihat apa sebenarnya manfaat dari  program ini. Kami khawatir hanya bagian dari  balas budi. Kemudian Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi andalan penggerak ekonomi menengah rupanya sampai detik ini belum dapat terealisasi. Program Pemda menjanjikan dana bantuan Rp 20 juta per orang untuk menjalankan atau membantu para pelaku usaha menengah tapi hanya sebuah janji politik, tegasnya. (Coly)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »