Diberdayakan oleh Blogger.

"Sulut Siaga Bersatu" Dicetuskan Ormas Adat Manado

Diposting oleh On 8:21 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, MANADO - Suara lagu Indonesia Raya berkumandang di Rumah Kopi Billy Kawasan Mega Mas Jalan Piere Tendean Manado Sulawesi Utara (Sulut). Berkumandangnya lagu Indonesia Raya menandakan nasionalisme Warga Negara Indonesia. Atas Inisiator ketua LMI Manado Tonaas Moning Mamengko, maka terselenggara Dialog antar ormas dengan tema "Sulut siaga bersatu" (31/05/2017).

Hadir pula IKPSU Jack Mantiri, DPT BMI Max P Worundeng,Kepala Densus 17 Tonaas Tevri NG, Stevy Suawa, pimpinan Ormas Adat Manado Roy R Marouw.

Dalam pembukaan dialog, Moderator acara Maxi Malonda mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan peran nyata dalam mengantisipasi jangan sampai sel-sel terorisme sampai di Sulut melihat perkembangan situasi Marawi Mindanao di Filiphina yang diduduki ISIS, bahasan pokok ada 3 yaitu HTI, ISIS dan FPI. "Untuk itu kita tidak melihat dari ormas mana tapi kita bersatu. Kita disini merupakan memiliki pemahaman yang sama yaitu kita memegang Pancasila dan NKRI," jelasnya.

Dalam pertemuan ini semua sepakat untuk berperan aktif dalam masalah ini maka akan mengunjungi 3 titik dengan mengajukan proposal kepada Pemerintah, TNI dan Polri agar kita semua dilibatkan dalam program Kamtibmas. Bukan berarti mengganggap TNI Polri tidak mampu, namun dalam rangka deteksi dini dilingkungan masing masing.

DPP Densus 17 Pelindung Nilai Cagar Budaya (PNCB) Manado, Tevri Ngantung menyampaikan, saat ini realita dihadapan kita yaitu Marawi Mindanau sudah jatuh ditangan ISIS, dengan jarak ke Sanger Talaud hanya dengan jarak tempuh 5 jam, Sehingga saat ini Sulut harus bangkit dalam siaga menghadapi terjadinya ke depan. "Kita tidak mau terjadi perang sipil yang terjadi di Surya dan timur tengah. Sehingga kita berkumpul disini untuk bersatu padu membantu TNI Polri mencegah masuknya Teroris ke Indonesia" tegas Tonaas Teterusan Kelung Tevri Ngantung.

Anggota LMI sekaligus KNPI Sulut, Stevy Suawa menuturkan, guna mengantisipasi kejadian Marawi namun dengan melihat kejadian yang sangat cepat ini sangat mengerikan. "Yang saya usulkan hari ini kita keluarkan rekomendasi dari para Tonaas yang hadir dan perwakilan yang hadir kita pilih untuk langsung follow up ke TNI Polri dengan konsep yang jelas. Saya setuju kita tidak melakukan sweeping seperti ormas radikal," sarannya,

Saat ini dapat diyakini di seluruh wilayah pasti ada ormas adat. Maka deteksi dini untuk mengetahui secara benar yang terjadi di lapangan. Sehingga dihimbau untuk pemuda saat ini jangan mudah terpengaruh paham radikal. Apalagi sulawesi utara menjadi tempat yang nyaman bagi mereka (ISIS) karena berbeda dengan Moro yang hanya mencari bayaran. "Saat ini Ormas Adat harus membantu TNI Polri dan jangan masa bodoh dengan kondisi yang terjadi Padahal. Mengingat Sulut berada di perbatasan. Kita harus yakin secara tekhnis kita satu komando agar kita tidak kecolongan seperti di Marawi," jelas Stevy.

Akhirnya dengan inisiatif Tonaas Moning maka dilaksanakan rapat kelompok kecil untuk merumuskan beberapa hal yaitu akan membentuk sekretariat Bersama (Sekber). Rencananya hasil rekomendasi ini akan ditindak lanjuti secara tekhnis di lapangan. Moning selaku inisiator berharap, "Ini merupakan tindakan nyata dari Ormas ormas Adat yang ada di Sulut dalam memberikan sumbangsih kepada NKRI yang sangat kita cintai ini," tandasnya. (Tev)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »