Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

Usulan Bupati Bungo Disambut Antusias Dirjen Imigrasi Kemenkum Ham RI

Diposting oleh On 11:01 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA - Bupati Bungo H Mashuri memboyong sejumlah kepala OPD ke Jakarta. Bersamanya juga tiga anggota DPRD Bungo, yaitu Hendri Novriza, Yahya dan Z Arifin. Bukan tanpa alasan, rombongan ini bertolak ke Jakarta untuk satu misi, agar usulan pembangunan Kantor Imigrasi bisa dikabulkan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kemenkum HAM. 

Usulan yang disampaikan Pemkab Bungo pada akhirnya direspon positif. Dan pada Selasa (20/7/2017) kemarin, Bupati Bungo H Mashuri (Hamas) melakukan presentasi atau pemaparan secara langsung terkait usulan itu langsung dihadapan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie. 

Tak hanya Dirjen, para Direktur Keimigrasian juga hadir mendengarkan pemaparan Direktur Pengawasan dan Penindakan, Dir Kerjasama, Dir Intelegen Keimigrasian, Dir Lalulintas Keimigrasian, satu Direktur Keimigrasian lainnya dan para Kabag juga antusias mendengar pemaparan Hamas. Bahkan kesempatan itu, oleh Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara mengatakan ini kesempatan langka. Hamas dan rombongan disebut mendapat penghargaan tinggi dari Ditjen Imigrasi. 

"Pak Dirjen sangat sibuk, tapi untuk mendengar pemaparan pak Bupati Bungo beliau hadir langsung dan bahkan membawa para direktur dan para Kabag. Ini adalah sebuah kehormatan," sebut Bambang Palasara, mengawali pertemuan yang dilakukan di Kantor Ditjen Imigrasi Jakarta itu. 

"Kami sudah bertemu beberapa kali, dan saat ini ki minta pak Dirjen berkenan memberi kesempatan bagi Pemkab Bungo membuka kantor imigrasi. Pemkab Bungo juga sudah menunjukkan keseriusan dan komitmennya," imbuh Bambang. 

Bambang menambahkan, Pemkab Bungo diminta untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal apabila kantor imigrasi sudah berdiri.

"SDM-nya harus yang prima untuk pelayanan yang prima," ujarnya lagi. 

Sementara Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie saat sampaikan sambutan mengakui bahwa saat ini kantor imigrasi yang ada belum sesuai dengan jumlah penduduk, kabupaten ataupun kota. Dari 500-an kabupaten/kota, baru ada 125 kantor imigrasi. 

"Kalau kepolisian kan tiap kabupaten kota sudah ada. Tapi di kita, separuh saja belum ada dari total kabupaten kota yang ada. Memang sangat kurang," tutur mantan Kapolda Bali itu. 

Kendala pembangunan kantor inigrasi, sebutnya berada pda ketersediaan anggaran. Saat ini, dengan tak adanya anggaran, maka imigrasi berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan. 

"Oleh karena itu kami setiap ketemu bupati atau anggota DPRD ketika ada kebutuhan pembangunan kantor imigrasi,  kita kolaborasi, kita gunakan APBD untuk mendukung kegiatan instansi vertikal," sebutnya lagi. 

"Memang mesti ada lahan. Bahkan untuk perangkat kerasnya terbilang mahal. Server dan intalasinya itu bisa sampai Rp 2 milyar, maka mesti kolaborasi. Kalau tidak ada dukungan Pemda, 2017 agak susah," imbuh Ronny. 

"Saya lihat pemaparan ini sudah jelas ya. Kantor sudah disiapkan, lahan bahkan disiapkan. DPRD juga akan menganggarkan pengadaan server. Ya sudah, nanti habis lebaran kita buat MoU. Nanti biar diurus direktur-direktur disini. Tukar nomor HP saja, nanti biar cepat dilakukan," tukasnya. 

Anggota DPRD Bungo, Hendri Novriza yang mewakili pimpinan DPRD di hadapan Ditjen mengatakan, dewan sangat berterimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk pemerintahan Kabupaten Bungo untuk bertatap muka dengan Dirjen Imigrasi dan jajarannya. 

"Kami merasa sangat terhormat di kesempatan ini. Tak ada yang ingin saya sampaikan kecuali ucapan terimakasih. Untuk pengadaan server, nanti kita akan bicarakan dengan TPAD eksekutif agar nanti dianggarkan. Kita sangat setuju. Apa yang disampaikan pak Bupati tadi sudah sangat jelas, kami mendukung lahir dan bathin," tutur politisi PAN itu. 

"Kami memberikan dukungan penuh, baik sisi politis maupun anggaran," imbuh anggota dewan dua periode itu. 

Sementara dalam presentasinya, Hamas menjelaskan detail tentang geografis Bungo. Termasuk membeberkan apa saja kesiapan Bungo untuk menyongong pembangunan kantor imigrasi itu. 

"Lahan kita siapkan. Pak Dirjen tadi bilang minimal 500 meter persegi, tapi sudah kita siapkan 1 hektar di pinggir jalan lintas Sumatera. Rumah dinas, kantor sementara bahkan SDM kita siapkan. Alhamdulilah responnya pak Dirjen sangat baik. Kita sama-sama dengar tadi di dalam," ujar H Mashuri usai melakukan presentasi itu. 

Tampak ikut bersama Bupati,  anggota DPRD kabupaten Bungo Hendri Novriza dan Zainul Arifin, Asisten 1 Setda Bungo H. Tommy Usman, Plt. Kepala Bappeda, Plt. Kadis Perhubungan, Plt. Kepala BKPSDM, Plt. Inspektur Bungo, perwakilan Kantor Kemenag Bungo, dan sejumlah pejabat lainnya. Presentasi itu digelar mulai pukul 14:00 Wib dan selesai satu setengah jam berikutnya. (hen/is)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »