Diberdayakan oleh Blogger.

Baru 2 Tahun, Jembatan 17 Miliar Sudah Ambruk

Diposting oleh On 12:26 PM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, BATOLA - Disaat seluruh masyarakat penjuru indonesia merayakan hari kemerdekaan Rl Ke 72, Masyarakat digegerkan ambruknya jembatan penghubung Desa Bangkit Baru dan Desa Tanipah Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola Kalimantan Selatan, Sekira pukul 11.30 Wita, Kamis (17/8/2017) lalu. Padahal jembatan Tanipah dibangun dengan biaya 17 miliar, ternyata baru berumur 2 tahun sudah rubuh.

Jembatan yang baru dibangun pada 1 juli 2015 lalu, yang di anggarkan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Batola dengan pelaksana PT. Citra Bakumpai Abadi  Pada tahun 2015. Nomor kontrak 261/KPA/DPU-BM/2015, yang bersumber dari dana DAK tambahan APBN.P. sebesar Rp. 17.444.198.000,- (tujuh belas miliar empat ratus empat puluh empat juta sertus sembilan puluh delapan ribu rupiah) dengan panjang jembatan ± 100 meter mendadak ambruk.

Safarudin warga Desa Bangkit Baru RT 4 mengatakan, “Sekitar jam 11.30 Wita, saya mendengar suara keras "bruk" dan air langsung naik ke atas dan setelah saya liat ternyata jembatan Tanipah yang menghubungkan Desa Tanipah dan Desa Bangkit Baru ambruk dan patah di bagian tengah jembatan yang di sebabkan karena tiang penyangga jembatan di bagian tengah amblas, ucapnya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Kalimantan Corruption Wacth ( KCW ), Akhmad Maulana mengatakan, “Ketika saya tanyakan tentang ambruknya jembatan Tanipah, melalui Kabid Bina Marga Dinas PU Batola mengakatakan, ambruknya jembatan tersebut di karenakan faktor Force Major,” ucap Akhmad Maulana, Sabtu (19/8/2017)

Kalau di katakan hal tersebut karena force major, jelas mungkin akan lebih memerlukan kajian tekhnis lebih lanjut lagi. “Karena dugaan sementara ini ambruknya jembatan tersebut lebih mengarah ke soal tekhnis. Sebab saat kejadian tidak ada bencana alam seperti banjir atau arus yang deras,” ungkap Akhmad Maulana.

Lanjutnya, “Kami DPP Perwakilan Kalimantan Cirruptions Wacth lebih menitik beratkan kepada peran Konsultan perencanaan dan pengawasaan pelaksana tugas dan pihak Pemkab Batola hingga di serah terimakannya pekerjaan tersebut yang memakan biaya sebesar 17 M lebih,” ujarnya.

Perlu diingat, uang 17 Milyar bukanlah uang recehan. “KCW akan mengawal permasalahan ini hingga terang menderang dan kalau mungkin aparat Pusat seperti KPK, Kejagung atau Mabes Polri juga lebih memperhatikan permasalahan ini,” imbuhnya.(Hrp)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »