Diberdayakan oleh Blogger.

Komisi IV DRRD Kabupaten Tangerang Sidak Pembakaran Aluminium

Diposting oleh On 10:00 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Anggota Komisi lV DPRD Kabupaten Tangerang tanggapi keluhan siswa-siswi dan masyarakat, lakukan inspeksi mendadak (sidak) tentang pembakaran aluminium dan pembuangan sampah di jalan Gili Miring, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (16/8/2017) siang.

Kali ini, 8 anggota DPRD Kabupaten Tangerang Komisi lV yang di wakili dari Fraksi Golkar H. Hermawan Atmaja, PDIP H. Barhum, Demokrat H. Napsin dan yang lainnya, untuk menindak lanjuti maraknya berita online serta laporan masyarakat mengenai pembakaran aluminium yang sudah lama beroperasi sangat mengganggu warga terutama bagi siswa - siswi MTSN 6 Kabupaten Tangerang.
"Setelah kami sidak bersama - sama kelokasi, kami pun sepakat untuk segera menindak lanjuti perusahaan yang sekiranya merugikan masyarakat, apalagi ini sudah jelas - jelas limbahnya akan berdampak buruk bagi manusia," tegas Barhum dan rombongan.

Menanggapi masalah ini Komisi lV DPRD Kabupaten Tangerang akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten, untuk segera menata tanah irigasi sepanjang sungai cisadane jalan Gili Miring, dengan cara menggusur perusahaan yang selama ini merugikan masyarakat dan diduga tidak mengantongi izin sama sekali.

"Disamping tidak mengantongi izin, perusahaan ini mengeluarkan asap tebal berbau serta suara bising, ditambah lagi berdekatan dengan MTSN 6 Kabupaten Tangerang, ini sudah jelas sangat membahayakan bagi lingkungan, terutama pencemaran udara dan air, akan sangat berbahaya sekali limbahnya,"ucap Wakil DPRD Kabupaten Tangerang Barhum.

Masih ditempat yang sama H.Hermawan Atmaja mengatakan, kami selaku wakil rakyat, maka kami harus mensejahterakannya, masyarakat butuh air dan udara bersih untuk kehidupan sehari - hari, jikalau air dan udaranya tercemar gimana nasib mereka untuk kedepannya.

Sementara itu Camat Teluknaga Supriyadi S.STP sangat mendukung adanya penataan tanah irigasi cisadane dengan menggusur semua bangunan yang berdiri ditanah irigasi di 3 Desa yakni, Pangkalan, Tanjung Burung dan Kampung Melayu Barat.

" Kami menginginkan masyarakat sehat, pintar, nyaman serta aman, tanpa ada kekhawatiran berdampak buruk bagi masyarakat,  dan kami pihak Kecamatan tidak akan memberikan izin atau pun rekomendasi," tegas Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, pihak pengusaha yang tidak kooperatif sungguh sangat di sayangkan, ketika diminta datang ke-Kantor Kecamatan mengenai dampak polusi, dilihat dari sisa - sisa limbah sangat berpengaruh kepada pernapasan serta penyakit lainnya,"tandasnya. (m.igor)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »