Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

Penjual Kopi Nyambi Jual Nomor Judi Togel Diciduk Polisi

Diposting oleh On 8:25 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA - Sabransah (49) berprofesi sebagai pedagang kopi, mencari tambahan menjual nomor kupon judi toko gelap (togel) jenis Hongkong yang belakangan ini marak terjadi di Blora, akhirnya diamankan jajaran Polsek Banjarejo dan ditahan di rutan Polres Blora.

Kapolres Blora AKBP Saptono SIK MH, melalui Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono SH mengatakan, tersangka Sabarsah ditangkap di Warung kopi milik tersangka  beralamat Dukuh Kalisari, Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Blora. “Penangkapan sendiri didasarkan pada laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas menjual kupon togel,” ungkap Budiyono, Jumat (18/08/17).

Dari tangan tersangka ditemukan 5 kertas buah rekap, 3 buah kertas ramalan, uang tunai sebesar Rp 8 ribu yang diduga hasil penjualan togel, 1 (satu) buah HP merk Nokia berisi sms taruhan uang sebesar Rp. 385 ribu yang diterima tersangka dari para pelanggannya.

“Penangkapan tersangka terjadi hari Kamis malam sekira pukul 20.00 WIB di warung miliknya. Pada saat itu BB uang taruhan yang ditemukan baru sedikit kareana baru ada 2 orang yang pasang nomor toge,” jelas Budiyono.

Modus yang digunakan tersangka memang berani menomboki dahulu uang taruhan togel yang dipasang para pelangganya kepada bandar. Baru keesokan harinya dirinya keliling untuk menarik uang taruhan tersebut. Tersangka hanya bermodal catatan nomor yang dicatat di kertas rekap.

“Tersangka tidak menjual secara terang-terangan taruhan togel di warungnya, akan tetapi dirinya mempunyai system kredit berani nomboki dulu yang disetor ke bandar,” terang Kapolsek Banjarejo.
Saat ini tersangka mendekam di rutan Polres Blora dan menjalani pemeriksaan guna mengungkap jaringan bandar togel yang beredar di Kecamatan Banjarejo. "Pelaku saat ini masih diperiksa. Kasusnya juga tengah dikembangkan," kata Budiyono.

Tersangka mengaku berjualan togel untuk menambah penghasilannya karena tidak cukup hanya berjualan kopi apalagi ditambah kebutuhan menyekolahkan anaknya yang beranjak SMA. “Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 303 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. (Pri)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »