Diberdayakan oleh Blogger.

Agus Setiawan: Pemkot Tangerang Kurang Peka

Diposting oleh On 10:08 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG - Ketua Komisi Satu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Agus Setiawan kunjungi Andriyansyah (10) penderita penyakit Hedrosefalus, kini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang sejak tiga hari lalu.

Kunjungan Agus Setiawan ke RSUD Kota Tangerang, merupakan bentuk keperihatinan dirinya kepada sesame, dan juga memberikan apresiasi kepada Forum Wartawan Tangerang (Forwat) yang cepat tanggap dibandingkan kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Orang tua Andriyansyah, Rina Kusrina menjelaskan, sepuluh tahun lalu pemerintah Kota Tangerang (sewaktu Wahidin Halim menjabat Walikota Tangerang-red) pernah mendapat penanganan ketika anaknya berumur 3 bulan,setelah 5 tahun terhenti karena tak punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) atauBPJS. “Saya pernah didata untuk pembuatan KIS tetapi sampai sekarang belum jadi, kartu BPJS baru aja jadi kemarinnya, yang ngurusin wartawan,” ungkapnya, Rabu (20/9/2017).

Menanggapi hal itu, Agus setiawan mengatakan, bahwa pemerintahan sekarang kurang peka terhadap permasalahan sosial, kalau pernah mendapat rujukan dari puskesmas sepuluh tahun yang lalu, seharusnya telah terdata dan berhak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Kinerja Pemkot yang sekarang patut dipertanyakan, sudah jelas keluarga kurang mampu, kenapa dibiarkan. Untung ada rekan-rekan dari Forwat turun tangan, akhirnya bisa mendapat perawatan dan langsung dapat BPJS, ” ujar Agus kepada Nasional Xpos di RSUD Kota Tangerang.

Agus sangat menyesalkan komentar Camat Karawaci, Suli Rosadi yang terkesan lepas tanggung jawab. “Alasannya baru menjabat, itu sama saja cuci tangan,” sindir Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang.

Lurah dan Camat baru tahu, menurutnya, itu adalah alasan klasik karena kurangnya empati Pejabat terhadap masyarakatnya. "Sebenarnya ini adalah peran utama para Kader Posyandu harus bisa memaksimalkan jangan cuma sosialisasi saja tetapi turun ke lapangan dan selalu berikan hasil di lapangan kepada Lurah dan Camat," jelas Politisi PDI Perjuangan.

Dengan adanya peristiwa ini, Agus berharap, kepada Tim Reaksi Cepat Forwat tidak cukup sampai disini, terus bekerja dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Tangerang, dan bisa mengetuk apa yang sudah diprogramkan oleh Pemkot Tangerang," pesannya.

peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian dan kurangnya perhatian dari Pemerintah setempat khususnya Posyandu dan Puskesmas. "Padahal disitu ada program, ada anggarannya yang seharusnya bisa mendorong untuk memberikan pengobatan dan pelayanan kesehatan dengan baik juga layak, namun tidak dapat dari mereka," ungkap Agus.

Agar tidak kembali terulang, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang menghimbau kepada seluruh struktur Dinas Kesehatan mengadakan sosialisasi dan turun ke lapangan untuk bekerja dan melihat fakta di lapangan. “Harus bisa menilai secara langsung agar bisa menentukan siapa saja yang benar-benar menerima perhatian khusus sebagai penerima BPJS atau KIS juga SKTM yang telah disuport oleh APBD," ujarnya.

Bila melihat hal seperti ini, program kesehatan Pemkot Tangerang sangat tidak maksimal tidak sebanding dengan anggarannya yang sangat besar. Pemkot yang baru memberikan perhatian khusus setelah ramai diberitakan oleh media.

"Apakah setelah ada semua balita dan masyarakat Kota Tangerang sakit dulu baru dapat tindakan dari Pemerintah Kota Tangerang, apa harus seperti itu? Jadi dimana program-proram kerjanya,” kata Fraksi PDI Perjuangan.

Agus menyarankan, RSUD Kota Tangerang segera memberi rujukan ke Rumah SakitTipe A. “Kita yang hanya punya Rumah Sakit tipe C, kita tidak punya dokter khusus menangani penyakit Hedrosefalus, tapikan bisa memberikan rujukan ke Rumah Sakit tipe A," tutupnya. (Shelli/igor)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »