Diberdayakan oleh Blogger.

E-Samsat Permudah Masyarakat Bayar Pajak dan Persempit Celah Korupsi

Diposting oleh On 8:41 AM with No comments

Iklan

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGSEL - Gubernur Provinsi Banten melaunching E-Samsat yang masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jumat (8/9/2017) siang, bertempat di halaman Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) UPT Bapenda Serpong BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, Wakapolres Tangsel, Kompol Bachtiar Alponso, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara dan tamu undanganlainnya, hadir dalam pelaksanaan tersebut.

Dalam laporannya, Kepala Bapenda Provinsi Banten, H Opar Sohari, mengurai bahwa, sebagaimana diamanatkan oleh UU No 28 Th 2009 Pasal 2, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bahwa peranan dan kontribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten terhadap pendapatan daerah  dan Pendapatan anggaran daerah (PAD) Provinsi Banten cukup besar serta implementasi kebijakan terhadap Bapenda Provinsi Banten dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang semakin hari semakin besar.

“Dengan tuntutan peningkatan pelayanan yang transparan cepat mudah dan murah. Akibatnya pelayanan Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) terhadap wajib pajak juga semakin tinggi,” ujar Opar.

Pelayanan sering dijadikan tolak ukur suatu organisasi atau suatu instansi pemerintah. Untuk memenuhi keinginan masyarakat, sehingga pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat secara optimal. Sehingga pada gilirannya akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan kepada masyarakat.

"Bahwa potensi kendaraan dan pajak di Provinsi Banten sebanyak 4,9 juta kendaraan tapi tunggakan saat ini masih 43 persen hampir 2,3 juta," lapornya kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim. "Bahwa potensi Polda Metro Jaya ini tunggakan sampai 1,1 juta, Pak," tambahnya.

Dari permasalahan tersebut Bapenda Provinsi Banten berupaya untuk memberikan pelayanan dan optimal dan efisien terhadap masyarakat. Perkembangan teknologi informasi telah memberikan satu titik cerah terhadap penyelesaian masalah tersebut yaitu melalui E-Samsat menjadi salah satu solusi.

Dengan E-Samsat, tentu memberikan kemudahan dalam pelayanan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (SWDKLLAJ) serta Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regiden ranmor), juga pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan kepolisian Polda Metrojaya. "Perlu juga kami laporkan bahwa launching pertama yaitu pada tanggal 20 Juni 2017 untuk Polda Banten," jelasnya.

Untuk kedepannya masyarakat Banten akan dipermudah dengan terhubungnya E-Samsat Banten dengan Mobile Banking dan Bank Banten. Dengan sistem pembayaran pajak secara online atau E Samsat, diharapkan dapat lebih baik dan tingkat pertumbuhan dan penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Sistem ini sangat dibutuhkan untuk tujuan kelancaran kegiatan dan pembayaran pajak dan kendaraan bermotor tanpa terbelenggu oleh waktu dan ruang. "Kami juga akan berusaha melakukan inovasi-inovasi pengembangan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat maupun peningkatan pendapatan daerah," terangnya.

Sambutan kedua, dari Dir Lantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Halim Pagarra, bahwa dalam amanat Kapolda Metro Jaya yang dibacanya, menyatakan bahwa hal ini merupakan bentuk inovasi kreatif dalam mendukung program Nawacita Presiden RI dan Promoter Kapolri, guna menciptakan tata organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini tidak terlepas dari salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dengan  memberikan kemudahan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor secara online. Dimana masyarakat wilayah Provinsi Banten tidak harus datang ke kantor Samsat.

"Terimakasih dan apresiasi setinggi-tinginya kepada pihak penyelenggara dalam hal ini Kepala Bapenda se-Provinsi  Banten atas terwujudnya E-Samsat ini yang berguna untuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan juga untuk menunjang Pendapatan daerah," ucapnya.

Dengan adanya E-Samsat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan yang nyaman dan efisien waktu. "Karena kita sebagai aparatur negara akan terus berusaha meningkatkan pelayanan terhadap publik," katanya.

Beberapa pesan Kapolda Metrojaya juga dibacakannya, bahwa Pertama, selalu tingkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, karena masyarakat membutuhkan pelayanan dari kita selaku aparatur negara. Kedua, kepada seluruh pembina dan stakeholder E-Samsat, tingkatkan semangat kerja dan daya kreativitas, guna membangun inovasi-inovasi yang bermanfaat dalam rangka implementasi registrasi dalam pelayanan publik yang didukung teknologi informatika masyarakat, guna mengaplikasikan secara online dengan mudah. Ketiga, jaga sinergitas silaturahmi dan komunikasi yang baik antara stakeholder dengan berbagai media guna mendukung inovasi-inovasi pelayanan publik.

Sedangkan penyampaian dari Gubernur Provinsi Banten, Dr H Wahidin Halim MSi mengatakan bahwa, mudah-mudahan dengan Launchingnya E-Samsat ini dapat memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dan ini untuk mempersempit ruang gerak, persengkokolan peluang terjadinya korupsi. Dan ini juga saran dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jadi ini memang satu bentuk keniscayaan dari pemerintah yang modern, salah satunya menggunakan media E Samsat seperti ini, dan saya berharap harus konsisten, jangan lagi melakukan pergerakan-pergerakan atau perbuatan yang pada dasarnya menyalahi kesepakatan itu," katanya.

"Saya mohon agar ada gerakan bersama agar dilakukan operasi-operasi penertiban, operasi penagihan, karena masih ada sekira 7-8 juta yang belum ditagih, ini juga menjadi sorotan KPK," ucapnya.

Bank Banten juga harus merespon kesiapan perangkatnya. Jangan sampai orang dari Jakarta mau bayar disini, ia tidak bisa mengakses. "Saya minta pimpinan kepala daerah, juga harus membantu, karena dia juga dapat bagian,” imbuhnya.

Ditambahkannya, “Pajak yang kita kucurkan 30 persen, dia dapat, kalau kita kumpulkan sampai 5 Trilyun, dia dapat 1,5 Trilyun, kalau kita kumpulkan 2 Trilyun dia dapat 70 persennya. Harus disosialisasikan program ini. Kalau yang hadir dalam Launching ini, para pejabat saja, masyarakatnya tidak tahu, bagaimana kita mau launching, sosialisasi? Saya minta ini disosialisasikan,” tegasnya. (Br/Sg)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »