Today's Headline

Diberdayakan oleh Blogger.

Prosfektif Sektor Pariwisata Gerbang Investasi Kota Tangsel

Diposting oleh On 9:30 AM with No comments

Iklan


NASIONALXPOS.CO.ID,  TANGSEL - Usai dilantik Wali Kota Tangerang Selatan  (31/8) lalu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Judianto ST MT melakukan Road Show. Hal itu dilakukan untuk mendengarkan stakeholder-stakeholder yang ada di Dinas Pariwisata, demi meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangsel.

Road show di Perumahan Pamulang Estate Jalan Jeruk Raya H8/5 Kelurahan Pamulang Timur Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Kamis (15/9/2017), Judianto didampingi bawahannya, Kepala Bidang (Kabid) Ekraf, Kuswanda dan Kepala Seksie (Kasie) Sumber Daya Manusia (SDM), Ratih. Sementara tuan rumah pelaku Ekonomi Kreatif yakni, Irma Husnul Hotimah, pernah meraih UKM Award 2016  dari Kementerian Perdagangan dalam bidang pangan,  didampingi pelaku Ekraf lainnya yakni, Sigit, Erna, Intan, dan Atik.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Judianto mengatakan, bahwa target sektor kepariwisataan kedepan harus menjadi pintu gerbang investasi Kota Tangsel.

“Pendapatan Kota Tangsel di postur anggaran kita ya, itu yang memiliki potensi untuk bisa lebih ditingkatkan didorong peningkatannya dari sektor kepariwisataan. Jadi salah satunya adalah ekonomi kreatif. Nah kita harapkan kalau ekonomi kreatif bisa  bersinergi dengan stakeholder pariwisata yang lain, saya pikir itu menjadi daya ungkit yang baik untuk memulai suatu proses kenaikan pendapatan di sektor kepariwisataan. Intinya tinggal sinergi antar stakeholder saja. Nah itu tugas dari dinas pariwisata mensinergikan, memberikan  panggung untuk teman-teman ekonomi kreatif dan mendorong masyarakat produk-produk mereka," paparnya.

Saat awak media menanyakan, bahwa selama ini tanggapan para pelaku Ekraf, seremonial saja setelah sekian kali diundang sebagai peserta pelatihan-pelatihan dari dinas-dinas terkait, kedepannya sinergi yang bagaimana dengan dinas pariwisata seperti apa?

Judianto menjawab, bahwa akan menemukan antara yang di hulu dan di hilir. "Kita akan  menemukan antara  yang di hulu dan di hilir, intinya itu, jadi kalau teman-teman di bidang lain, mungkin itu terkait dengan pembinaan, pengayaan kreativitas, kontent, substansi dengan produknya, tetapi kalau kami lebih dari memperhatikan industri hulu dan industri hilirnya," tuturnya.
Mempertemukan antara produsen-produsen ekraf dengan investor-investor yang memang khusus membicarakan ekraf. "Kita akan menyiapkan panggungnya, memberikan dorongan untuk pemasarannya, membukakan network seluas-luasnya untuk bisa dikenal lebih luas untuk masyarakat, itu dari pariwisata," ujar Kadis Pariwisata.



Disinggung juga pelaku Ekraf bahwa tentang HAKI / HKI (Hak Kekayaan Intelektual) di Tangsel selama ini apakah prosesnya sudah maksimal?

Dijelaskannya, bahwa HKI itu sesuai dengan tuntutan jaman, harus lebih antisipatif kedepan, harus diurus, jangan dilupakan. “Kenapa, ya itu  menyangkut Hak Kekayan Intelektual. "Di kita, ada juga pendampingan untuk proses mendapatkan HKI, kita akan menyiapkan fasilitas itu. Gratis apa tidak ? Kabid menyela, bahwa biayannya tidak gratis, namun akan diberi subsidi. "Tinggal datang ke kita, apa yang akan didorong untuk di HKI kan, kita dampingi untuk proses," ungkap Judianto.

Pelaku Ekraf sendiri, Irma berharap bahwa hasil produknya bisa semakin berkembang, dan dikenal masyarakat luas. Jika kota lain seperti Yogya dikenal ada penganan bakpia, begitu pula dengan Kota Tangsel bisa dikenal dengan Kue Sagon Bakar khas Tangsel.

Rasa terima kasih diucapnya, atas dukungan, dan promosinya. "Agar dinas terkait yang lain kedepannya juga dapat lebih ditingkatkan bentuk sinerginya dengan stakeholder yang ada di Kota Tangsel," pungkasnya. (Sg/Br)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »