Diberdayakan oleh Blogger.

Usulkan ke Disdikbud, LBB Kota Tangsel Pinta Budaya Betawi Masuk Kurikulum

Diposting oleh On 8:32 AM with No comments

Iklan

 NASIONALXPOS.CO.ID,  TANGSEL - Perlu ada satu Peraturan Daerah (Perda) yang lebih menguatkan lagi agar budaya lokal bisa lebih eksis. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dra Sri Lintang Rosi Aryani P.Si, usai menerima kunjungan silaturahmi belasan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Budaya Betawi (LBB) Kota Tangsel, di ruangan Komisi 2, Senin (11/9/2017).

Dirinya mewakili Komisi 2 yang memang membidangi Perekonomian dan Kesejahteraan tentang Pendidikan, Kebudayaan, menerangkan bahwa tujuan LBB Kota Tangsel pada kali ini agar dewan bisa memfasilitasi dan bisa mensinergikan dengan dinas terkait. "LBB ingin bisa sinergi dengan anggaran yang ada di dinas berkaitan dengan kegiatan-kegiatannya selama ini yang sudah dilakukan," tuturnya.

LBB Kota Tangsel berharap juga melalui DPRD agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangsel bisa memasukkan kurikulum mata pelajaran yang bermuatan lokal tentang budaya Betawi Kota Tangsel.

Menurut Lintang, nama sapaan karibnya, menjelaskan bahwa ada regulasi yang musti ditempuh, namun kami memberi masukan kemungkinan agar lebih cepat bisa bekerjasama dengan CSR (Coorporate Social Responsibility) berkaitan dengan dana dan kegiatan tertentu yang melibatkan kebudayaan tadi.

"Kita sarankan juga untuk berkirim surat kepada Dinas pariwisata agar bisa merangkul para tamu ketika datang," katanya. Sambungnya bahwa LBB Kota Tangsel juga menyinggung agar keberadaan Rumah Blandongan dan Tandon Ciater yang merupakan satu area wisata baru di Tangsel, juga bisa dimanfaatkan ataupun dikelola oleh LBB. "Ini pun kita dorong untuk berkirim surat ke Walikota,” ungkap Lintang.

Menurut Lintang, bagaimanapun Kota Tangsel ini banyak ragam kultur budaya, oleh sebab itu DPRD beranggapan perlu ada satu Perda yang lebih menguatkan lagi, bagaimana budaya tadi bisa lebih eksis lagi. "Jadi tidak hanya cagar budaya saja tetapi Perda yang mencakup budaya, bisa menjadi cantolan hukum, agar penganggarannya jadi lebih mudah.

“Karena budaya bisa membentuk karakter yang bagus, maka kalau bisa difasilitasi dengan anggaran dinas, lebih memudahkan kita, dan Kita ngga punya dengan sanggar budaya dan inipun bisa sinergi dengan mereka. Seolah-olah selama ini dinas sudah merasa membina tapi yang dibawah merasa belum ada pembinaan," tutupnya.

Sementara itu, penyampaian dari pimpinan rombongan, sekaligus yang mengaku Ketua Umum LBB Kota Tangsel, Abdul Karim, hadir bersama diantaranya Yasin dari Ciptim (Pimpinan Beksi Guru Muhamad), Ibrahim alias Baim dari Serpong (Padepokan Silat Cingkrik), M Yoce, dari Setu (Dalang Wayang Kulit Betawi), Mpok Nung, (Aktivis Seni Budaya Betawi), dan lain-lain. Bahwa audensi ke anggota DPRD Kota Tangsel Komisi 2, sebagai ajang Silaturahmi dan memperkenalkan LBB Kota Tangsel. yang sesuai mottonya Membina Mengembangkan dan Melestarikan Seni Budaya Kota Tangsel. Berharap agar LBB ini bisa menjadi mitra pemkot Tangsel dalam pariwisata dan Kebudayaan serta bisa menambah PAD.

"Sekitar 14 orang hari ini mewakili 7 kecamatan se Kota Tangsel, diantaranya pelaku budaya, seniman, pemikir, serta pelaku silat tradisional," tuturnya.

Dicontohnya,  seni tarian yang dianggap selama ini terpendam yaitu seni Tari Jalamprang, dan juga wayang kulit betawi.Dalam waktu dekat berencana mengundang unsur anggota dewan, dinas pariwisata, disdikbud, untuk kita ajak ke sanggar sebagai kajian dan berharap agar dipatenkan seni betawi yang hampir punah itu.

"Karena kita melihat seni budaya asli Tangsel itu kenyataannya justru banyak ditampilkan orang-orang luar wilayah Tangsel, memang, sebagai dalang wayang kulit tersebut berasal dari warga Tangsel. Perlu didukung mensosialisasi hal ini.

Tambahnya, hal ini juga pernah disampaikan kepada Walikota dan menyarankan agar hal tersebut didisposisikan ke dinas pariwisata.

Serta merta, Suport dan akan menggali hal tersebut. Satu hak penuh atau tugas penuh kepada LBB untuk mengelola itu," ucap Karim, menirukan penyampaian Kadis Pariwisata beberapa  watu lalu tepatnya Jumat (8/9). Disdibud Kota Tangsel pun juga sudah mensuport. (Sg/Br)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »