Diberdayakan oleh Blogger.

Lawan Kotak Kosong, Parpol Terkesan Mandul

Diposting oleh On 7:39 PM with No comments

Iklan

 NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG - Hanya satu pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangerang periode 2018-2023 yang mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang, 

“Bukan pengkaderan anggotanya, tetapi 10  Partai Politik mengusung Arief-Sachrudin melawan kotak kosong,” sebut Anggota Masyarakat Pengamat Demokrasi (AMPD) Kota Tangerang, Kosasih kepada Nasional Xpos, Jumat (11/1/2018).

Menurut Kosasih, bahwa dengan berbondong-bondongnya partai politik (parpol) mendukung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Incumbent atau petahana itu, dinilainya kurang elok dalam tatanan roda Demokrasi yang selama ini sudah terbangun dengan baik, khususnya di Kota Tangerang.

"Kalau peristiwanya seperti ini, demokrasi di Kota Tangerang terkesan mandul, karena tidak ada Partai Politik yang berani bertarung," ujar Kosasih yang juga Litbang di salah satu Media di Indonesia.

Kosasih menuturkan, gagalnya parpol yang ada di Kota Tangerang untuk mencetak para kader terbaiknya, ditandai dengan tidak beraninya partai-partai tersebut, menghadirkan kontestan dalam Pilkada Kota Tangerang 2018 kali ini. Di sinyalir, adanya upaya 10 Partai Politik di Kota Tangerang yang mencari posisi aman, dinilainya sebagai hal yang wajar. Namun, sangat disayangkan, padahal menurutnya. Pilkada Kota Tangerang 2018, nantinya merupakan barometer untuk mengukur tingkat keberhasilan setiap partai yang ada.

"Sah-sah saja kalau semua partai mencari posisi aman, namun yang harus diperhatikan oleh pengurus Parpol, sebaiknya terus memberikan pelajaran demokrasi bagi masyarakat, dengan menghadirkan kontestan. Ketika ada perhelatan Pilkada, Pileg atau Pilpres, karena itu akan menjadi barometer tingkat keberhasilan, bagi partai tersebut." kata Kosasih, pria yang lahir dan besar di Tangerang dan berusia genap 37 tahun itu.

Hal senada juga di utarakan Dosen Pembimbing Skripsi di sebuah Universitas di Jakarta, Aceng Supardi yang bermukim di Perumnas 2 Kota Tangerang. Dikatakannya, tidak adanya kandidat yang mau maju untuk melawan incumbent dalam perhelatan Pilkada merupakan bentuk ketidak majuan berdemokrasi.

"Kalau hanya ada satu pasangan calon diperhelatan Pilkada, tidak hanya di Kota Tangerang. Dan semua parpol tidak berani menghadirkan kandidat melawan petahana atau Incumbent, bisa dipastikan tidak ada kemajuan dalam berdemokrasi. Dan sah saja orang bilang semua parpol di Kota Tangerang, saat ini mandul. Sebab membiarkan kotak kosong menjadi lawan calon incumbent tersebut." ucapnya.

Lebih lanjut Aceng menjelaskan, sebagus apapun program yang disajikan pemerintah kepada masyarakat, pada perakteknya sebaiknya masyarakat jangan terlena dan tetap menyikapi, bahkan tidak segan mengkritisi. Seperti dicontohkannya, pembuatan jembatan dan taman-taman di Kota Tangerang yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah, karena tidak semua masyarakatnya selalu menggunakan fasilitas itu.

"Sebaik-baiknya program seorang pemimpin. Dalam perakteknya, tetap harus disikapi bahkan kalau perlu dikritik oleh masyarakat, sebab tidak semua kebijakan pemerintah itu berlaku sesuai asas manfaat bagi semua lapisan masyarakat, maka dari itu masyarakat dengan demokrasinya harus tetap dipertahankan," ucap pria gaek yang masih terlihat segar dalam kesehariannya.(Kos/Igor)

Iklan
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »