oleh

Tragedi Namlea : Senja Berdarah di Gunung Botak

-Headline-59 views

Konflik yang terjadi ini mengakibatkan pembantaian massal di pulau Namlea tepatnya di area pertambangan emas Gunung Botak, dipicu berbagai aspek diantaranya sosial dan ekonomi sehingga menyebabkan  ratusan korban nyawa melayang.

NASIONALXPOS.CO.ID, MALUKU – Namlea adalah sebuah pulau yang jauh terpencil di wilayah Pulau Buru. Namlea akhir-akhir ini membara murni dipicu aspek sosial, yakni tepatnya di desa Wamsait Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru.

    Dari hasil investigasi yang didapat NX, Gunung Botak memiliki kandungan mineral logam mulia yang sangat tinggi hal ini terbukti, para petambang liar tak perlu dalam-dalam menggali lubang, hanya sekitar 3 sampai 5 meter kandungan emas berkadar 80% dapat ditemukan.

    Tak jarang para petambang liar kaya mendadak akibat menemukan urat emas dikedalaman 3 meter, hal ini yang memicu para petambang lainnya datang ke lokasi tambang Gunung Botak tersebut, diantaranya, petambang asal Manado, Minahasa, Tondano bahkan dari Pulau Jawa sepanjang dua tahun terakhir diperkirakan petambang liar mencapai ribuan orang. Belum lagi penduduk asli setempat Suku Waelua, konon suku ini masih tergolong suku primitif yang jauh dari peradaban yang kerap memicu terjadinya pergesekan antara Suku Waelua dengan para petambang dari luar Namlea sehingga mengakibatkan bentrok fisik secara brutal dan sadistis.

    Tidak hanya itu saja, antar sesama petambang pun sering bentrok fisik secara brutal dengan peralatan samurai, tombak, kapak dan busur panah pun kerap melayang, sehingga banyak jatuh korban jiwa.

    Seperti yang dituturkan Rm warga Minahasa yang ikut menjadi penambang liar di lokasi kejadian. Ia menjelaskan pada NX, “sepanjang bulan Maret sampai Juni 2012 telah terjadi empat kali bentrok fisik yang mengakibatkan di kedua belah pihak yang bertikai, jatuh korban puluhan orang, tak jarang ditemukan jasad korban yang sudah tidak utuh, diantaranya, kepala terpisah dengan badan, tangan terpisah, kakipun ikut terpisah”, katanya belum lama ini.

    Lebih jauh ia menjelaskan, dalam suasana mencekampun aktifitas penambangan tetap berjalan. Sepertinya, hukum tidak berlaku di areal pertambangan emas ini. “Siapa yang kuat dan berani, dia yang menang”. Ujarnya pada NX.

    Masih menurutnya, belum lagi ditambah korban di areal lereng Gunung Botak diperkirakan masih banyak korban jiwa yang belum diketahui jumlahnya. Tukas Rm pada NX.

    Sejauh berita ini diturunkan, lokasi penambangan Gunung Botak belum juga ditutup oleh pemerintah. Akankah harus menunggu ratusan bahkan ribuan korban jiwa, baru Pemerintah membuka mata…??? (Red)

Komentar

NEWS UPDATE