oleh

Rakernas dan Diklat Jurnalis Nasional Xpos ke 2

NASIONALXPOS.CO.ID, BOGOR – Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Pendidikan Kilat (Diklat) Jurnalis, menjadi sebuah agenda rutin tiap tahun bagi Media Nasional Xpos sebagai sumber atau wadah untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi jurnalis atau wartawan Nasional Xpos sendiri, dengan tema, “Tingkatkan Profesionalisme Insan Pers di Era Digital” diikuti wartawan Nasional Xpos se-Indonesia.

Kegiatan yang diadakan terbuka untuk umum ini diselenggarakan di Villa Puncak Bungalow, Bogor, Jawa Barat tepatnya tanggal 9-10 Maret 2019.

Foto bersama seluruh wartawan Nasional Xpos

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemimpin Perusahaan Erik Bandi, Biro Hukum Pardamean Harahap, Pemimpin Redaksi Emguslim, Redaktur Pelaksana Rama Dhani, Bidang Pengembangan SDM Nurdiansyah, Kepala Humas PDAM Tirta Benteng, Iksan Sodikin serta seluruh jajaran Keluarga Besar Media Nasional Xpos.

Beberapa agenda yang disiapkan dalam Rakernas Media Nasional Xpos diantaranya, membahas Program Kerja Redaksi kepada seluruh Kepala Perwakilan, Kepala Biro, dan wartawan Nasional Xpos, menjadikan Rakernas sebagai sumber pengembangan SDM untuk umum, dan jurnalis, memberikan motivasi bagi para jurnalis muda, serta memberikan pendidikan hukum bagi jurnalis Nasional Xpos.

Erik Bandi sebagai Pemimpin Perusahaan, dan pemilik Media Nasional Xpos dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Media Nasional Xpos adalah sebuah Media Massa berbasis Online, dan Cetak, yang mana sampai tahun 2019 ini Media Nasional Xpos sudah berjalan 8 tahun.

Bersama dengan rekan-rekan para pendiri Media Nasional Xpos, 8 tahun ini kami selalu solid untuk mengembangkan perusahaan ini, semua bisa karena bersama, terkait dalam perusahaan, maupun dalam media,” papar Erik.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semuanya yang sudah berpartisipasi untuk kegiatan kami hari ini, terutama untuk support dari HRD Room, Digital Innovation Lounge (DILo), pesankaosmu.com, PDAM Tirta Benteng dan NX Entertainment, semoga kebaikan dari semua pihak yang telah membantu mendapat balasan dari Tuhan YME,” ujar Erik, Sabtu (9/3/19).

Pemimpin Redaksi Nasional Xpos, Emguslim, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta, dan jajaran Keluarga Besar Nasional Xpos yang sudah hadir, terutama keluarga dari luar daerah, seperti Jawa Tengah, dan Jambi.

Saya senang dengan antusias para peserta, yang mana dengan diadakannya Rakernas, dan Diklat Jurnalis ini, kami dapat bersilaturahim. Rasa kekeluargaan semakin erat tercipta. Dan semoga di Rakernas yang akan datang, seluruhnya dapat hadir,” ujar Emguslim.

Peserta Diklat Jurnalis Nasional Xpos

Pembahasan materi Diklat yang disampaikan oleh Nurdiansyah SE, mengenai dasar – dasar untuk menjadi seorang jurnalis yakni dengan memiliki niat untuk belajar menulis, bagaimana cara untuk menulis sebuah berita, serta bagaimana cara menjadikan sebuah berita untuk layak dinikmati oleh para pembaca.

Setiap (calon) wartawan wajib memahami dan menguasai dasar – dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar. Wartawan profesional tidak sekadar “bisa nulis berita”, tapi juga memahami dan menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama kode etik jurnalistik (KEJ) dan undang-undang pers,” papar Nurdiansyah.

Masih menurutnya, “Jika ada keluhan tentang kinerja wartawan, misalnya tulisannya asal atau beritanya ngawur dari segi penulisan ataupun dari segi substansi, kemungkinan besar sang wartawan belum/tidak memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik. Bisa jadi, ia menjadi wartawan hanya bermodal bisa nulis, tidak punya bekal dasar-dasar jurnalistik sebagaimana peserta pelatihan atau mahasiswa jurnalistik,” papar Nurdiansyah.

Dalam hal ini, Nurdiansyah menambahkan bahwa wartawan harus mengetahui ruang lingkup dasar – dasar jurnalistik. Yang dimaksud adalah hal-hal mendasar tentang dunia jurnalistik yang meliputi dua hal, yakni Pengetahuan (knowledge), dan Keterampilan (skill) jurnalistik.

“Dasar-Dasar Jurnalistik dalam hal pengetahuan yang terpenting adalah pengetahuan tentang “istilah – istilah kunci” (key terms) atau “kata kunci” (keywords) seperti sejarah, dan asal-usul kata jurnalistik itu sendiri, pengertian jurnalistik, produk jurnalistik, berita, reportase, kode etik jurnalistik, bahasa jurnalistik, pers, media, wartawan, reporter, redaksi, editor, dan sebagainya,” ungkap Nurdiansyah.

“Dasar-dasar Jurnalistik dalam hal keterampilan yang terpenting adalah teknik reportase, termasuk wawancara, dan penulisan berita karena berita merupakan produk utama jurnalistik sekaligus karya utama wartawan (jurnalis). Sedangkan Rumus atau kunci dalam sebuah penulisan hasil wawancara untuk dijadikan sebuah berita ialah dengan konsep 5W + 1H, yaitu Who (Siapa), What (Apa), When (Kapan), Where (Dimana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana),” pungkas Nurdiansyah yang juga akrab disapa Rebik.

Di sisi lain, Rama Dhani Dirgantara sebagai Redaktur Pelaksana Nasional Xpos turut menyampaikan bahwa Media Nasional Xpos selalu memberikan sajian informasi melalui berita yang akurat, terpercaya, dan berimbang.

Profesionalisme seorang Jurnalis dapat dilihat dari sisi tulisannya, tak hanya itu, bagi saya kualitas seorang jurnalis itu sendiri terletak dalam tulisan – tulisannya. Sedangkan kuantitasnya terletak pada kemampuan (Skill). Kemampuan yang dimaksud bukan hanya dalam cara menulis berita, namun cara berinteraksi dengan narasumber,” papar Rama.

“Tak jauh berbeda seperti yang sudah Kang Nurdiansyah sampaikan. Dan demi untuk mengembangkan kualitas serta kuantitas wartawan Nasional Xpos, kedepannya Redaksi akan menjalankan Diklat Jurnalis secara rutin di Kantor Redaksi Nasional Xpos,” pungkas Rama.

Sementara itu, Pardamean Harahap, SH, MH, pada kegiatan ini memberikan materi Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Proses Hukum Pidana, dan Hukum Perdata, serta memperkenalkan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS). (Red)

Komentar

NEWS UPDATE