oleh

Tak Diakui Anggota ICW, Sugiyarto Akan Datangi Kantor ICW di Jakarta

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Beberapa waktu belakangan ini, akun twitter Indonesia Corruption Watch(ICW), @antikorupsi, sebarkan informasi kepada masyarakat terkait beredarnya nametag seseorang asal Kabupaten Blora Jawa Tengah yang mengaku sebagai anggota ICW. Cuitan itu diketahui pada Kamis (14/3/2019).

Cuplikan dalam cuitan itu, adalah Pak @ganjarpranowo, kami ingin memberikan informasi bahwa ICW tidak punya cabang di Blora/dimanapun, bahkan tidak pernah mencetak nametag dimanapun juga. Jadi, jika ada yang datang dan mengaku dari ICW ke kantor Bupati/Walikota/Gubernur, silakan ditindak tegas.

Dalam Cuiatan itu pun, dilengkapi dengan tanda tagar #ICWtidakBercabang juga terlihat mendapat respon dari @ganjarpranowo akun resmi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pada gambar cuitan tersebut, terlihat nametag lengkap dengan nama dan foto serta alamat kantor ICW.

Pemilik nametag yang diunggah melalui akun resmi ICW tersebut, belakangan diketahui dimiliki oleh Sugiyarto. Sugiyarto yang berprofesi sebagai advocate itu, berhasil dijumpai oleh wartawan pada, Sabtu (16/3/2019) sore.

Kepada wartawan, Sugiyarto dengan tegas membenarkan bahwa nametag itu miliknya. “Iya, itu milik saya,” katanya saat berada di salah satu lokasi tongkrongan di Cepu.

Saat berbincang, dirinya sebenarnya enggan direkam. Bahkan sempat meminta kepada wartawan untuk tidak dipublikasikan kemedia, sampai dirinya datang ke kantor ICW untuk klarifikasi. “Besok, rencana Selasa, setelah saya dari Jakarta,” jelasnya.

Sugiyarto juga mengaku adalah anggota dari ICW sudah sejak lama. Namun, saat ditanya kapan mulai bergabung, ia enggan menyebutkan waktu persisnya. “Sudah lama, saat itu ada kawan dari ICW yang menginformasikan bahwa ICW membutuhkan orang-orang yang masih mempunyai idealisme,” kata pria yang berprofesi sebagai Advocate tersebut.

Dengan adanya peristiwa ini, bahkan sempat tersebar di whatszapp grup, Sugiyarto sendiri mengaku juga banyak mendapat pertanyaan dari kolega maupun rekannya. “Banyak yang kirim pesan dan telephone masuk menayakan hal ini kepada saya,” ujarnya.

Kendati demikian, Sugiyarto mengaku selama ini tidak pernah menyalahgunakan nama ICW untuk memeras atau berbuat yang merugikan. “Justru dengan tersebarnya informasi seperti ini, sangat berndampak pada saya dan profesi saya,” kata dia.

Pihaknya menduga, ada pihak-pihak yang saat ini sengaja ingin menjatuhkan dirinya dengan menyuruh orang untuk mengambil foto dan nametage tersebu lalu menyebarkannya. “Sebab, saya saat ini sedang memegang kasus besar di Blora,” tandasnya.

Terpisah, Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Tama Satriya Langkun, saat dikonfirmasi melalui telephon genggamnya menegaskan, bahwa tidak ada anggota di daerah. Dia merespon langsung terkait adanya oknum yang menggunakan nama ICW di Blora.

“Prinsipnya, ICW itu tidak ada perwakilan cabang. Jadi, apabila mengatasnamakan ICW melakukan suatu hal dan itu sampai perbuatan pidana, pasti itu bukan ICW,” tandasnya.

Lanjut kata dia, ICW itu didesign hanya ada dan terpusat di Jakarta. “Kalaupun ada jaringan di daerah, itu mitra yang sudah lama dan bertahun-tahun. Misalnya sudah sering melakukan advokasi bareng,” ujarnya.

Lebih jauh Tama Satriya menegaskan, ICW sendiri, selama ini didalam keanggotaannya tidak pernah ada pembuatan ID Card (nametag). Jadi tidak benar kalau ICW membuat nametag. “Tidak ada nama Sugiyarto di bagan anggota kami. Kalau membawa id Card kesana kemari itu pasti bukan ICW,” tandasnya. (Hns,S8)

Komentar

NEWS UPDATE