oleh

Lakukan Pencucian Uang, Harta Bandar Narkoba Senilai 8,4 Miliar Ini Disita Polda Sumsel

NASIONALXPOS.CO.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Sumsel menggelar Press Conference ungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap tersangka Danil Saputra (34), di halaman apel Mapolda Sumsel, Rabu (24/7/2019).

Press Conference tersebut, dihadiri langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli M.Si, Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Irjen Pol Firman Santyabudi, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Denni Gapril, Dir Resnarkoba Kombes Pol Farman, Kabid Humas Kombes Pol Supriadi dan Wadir Resnarkoba AKBP Amazona Pelamonia.

      Tersangka Danil Saputra (pakai baju merah)

Dari data yang berhasil dihimpun, kasus ini berawal dari penangkapan terdangka Suhardiman (pegawai Lapas Merah Mata) beserta rekan-rekanya bulan Agustus 2018 yang lalu, dengan barang bukti 580 gram Sabu, 300 butir pil Extacy dan uang tunai 120 juta.

Kemudian, dari pemeriksaan terhadap para tersangka beserta barang bukti, ditemukan adanya bandar yang ada disalah satu Lapas dan merupakan seorang Napi sekaligus pengendali atas nama Danil Saputra alias Jamaluddin sejak tahun 2016.

Lalu, hasil dari penjualan barang haram tersebut, dikirimkan kerekening-rekening yang dicurigai sering bertransaksi dalam jumlah besar.

Selanjutnya, hasil penyelidikan Dit Resnarkoba Polda Sumsel bersama PPATK, Perbankan dan BPN, ditemukan semua aset-aset bergerak serta tidak bergerak di wilayah Aceh, Medan, Palembang serta Ogan Ilir senilai 8,4 miliar.

Adapun keseluruhan barang bukti atau aset yang telah disita, yaitu 5 unit truck fuso, 3 unit mobil, 3 unit motor, 1 bangunan serta tanah tambak udang, 1 bidang tanah serta bangunan CV Rizky Pratama, 1 bidang tanah di wilayah Ogan Ilir, 1 unit rumah di Kenten, 2 bidang tanah di Lhoksemawe dan uang sebesar 1,7 miliar.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Firli M.Si mengatakan, Polda Sumsel sudah berhasil mengungkap jaringan kasus Narkotika dan kita kembangkan ke TPPU dari tersangka DS yang saat ini mendekam di Rutan Serong Musi Banyuasin.

“Dari tersangka DS, kita sita semua asetnya senilai 8,4 milliar terdiri dari beberapa kendaraan, rumah, tanah, lahan tambak dan uang 1,7 miliar,” terang Kapolda.

Kendati saat ini tersangka DS berada di Lapas, tapi DS masih menjalankan bisnisnya menjual barang haram tersebut dan sekali transaksi, DS mampu memasok 5-10 Kilogram Sabu ke wilayah Sumsel serta pulau Jawa.

“Keberhasilan pengungkapan kasus TPPU tersangka DS ini, kita bekerjasama dengan PPATK, Perbankan dan BPN,” ungkap Kapolda.

Untuk kasus ini, tersangka DS akan dikenakan pasal yang disangkakan atau pasal 5 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun serta denda paling banyak 10 miliar. (Herry)

Komentar

NEWS UPDATE