oleh

BNNP Sumsel Tangkap Dua Pengedar Beserta BB 23 Kg Sabu dan 7.738 Pil Extacy

NASIONALXPOS.CO.ID, PALEMBANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, kembali berhasil menangkap kedua tersangka tindak pidana Narkotika jenis Sabu dan pil Extacy, Rabu (7/8/2019).

Kedua tersangka yang telah ditangkap tersebut, yaitu Yuswadi (40) warga Desa Lam Ara Cut Kelurahan Lam Ara Cut Kecamatan Kuat Malaka Aceh dan Andi Eka Putra alias Togar (35) warga Jalan Amin Aini Ķelurahan Lego Baturaja Sumsel.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka ini berkat laporan dari masyarakat, yang mengatakan bahwa akan adanya transaksi Narkoba di Loket Damri Jalan Kol H Burlian KM 9 Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang.

“Setelah dilakukan penyelidikan, Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel AKBP Agung Sugiyono bersama Kompol Dwi dan tim Bidang Pemberantasan, langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Yuswadi yang saat itu sedang berada di Loket Bus Damri KM 9,” ujarnya.

Kemudian, anggota mendapatkan barang bukti 1 bungkus plastik yang di dalamnya berisikan Narkotika jenis pil Extacy dan menurut keterangan tersangka, barang tersebut diperolehnya dari tersangka Andi yang tinggal di Ogan Ilir Sumsel.

“Mendapatkan informasi dari tersangka tersebut, hari itu juga anggota langsung melakukan penyelidikan keberadaan tersangka dan sekitar pukul 14.00 Wib, anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka Andi yang saat itu berada di rumah kontrakan (gudang), di Ogan Ilir,” terangnya.

Saat dilakukan penggeledahan, kita dapatkan barang bukti 23 bungkus Narkotika jenis Sabu beserta 4 bungkusan yang di dalamnya berisikan pil Extacy. Lalu, kedua tersangka beserta semua barang bukti langsung kita bawa ke BNNP Sumsel.

“Semua barang bukti 23 bungkus Sabu tersebut, beratnya 23 Kilogram, 5 bungkus pil Extacy berjumlah 7.738 butir dan rencananya, semua barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Sumsel serta wilayah Mesuji Lampung oleh para tersangka,” ungkapnya. (Herry)

Komentar

NEWS UPDATE