oleh

Para Insinyur (PII) Ditantang Bikin Produk Inovatif & Kreatif Untuk NTB

NASIONALXPOS.CO.ID,MATARAM – Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah mengajak para Insinyur yang tergabung dalam Wadah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Wilayah Bali-Nusa Tenggara ikut aktif mengawal dan mensukseskan program industrialiasasi yang sedang digencarkan di NTB.

Doktor Zul sapaannya bahkan menantang PII untuk bisa membuat produk nyata yang inovatif dan kreatif untuk NTB.Terutama dalam rangka menyongsong event dunia, MotoGP dimana NTB sebagai tuan rumahnya. Ia tidak mau masyarakat NTB, terutama anak-anak muda dan para insinyur hanya jadi penonton pada event yang akan dihadiri jutaan penonton dari berbagai belahan dunia itu.

“Harus ada produk real yang bisa kita hasilkan made in NTB, ujarnya. Misalnya helm. Kenapa tidak bisa diproduksi helm yang kita promosikan saat acara MotoGP? Bisa saja bahannya dari serabut kelapa, dan lainya”, tantang Gubernur Zul saat tampil sebagai Keynote speaker pada Focus Group Discussion (FGD) membahas Industrialisasi, yang digelar PII melaui Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) dan Komite Pengembangan Organisasi Korwil Bali-Nusra bekerjasama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jum’at (9/8-2019)

Pada FGD yang di moderatori Koordinator Wilayah PII Bali-Nusra, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM dan menghadirkan puluhan peserta dari perwakilan empat pilar ekonomi, populer disebut ABCG (Academic, Business, Community, Government) tersebut, Gubernur Zulkieflimansyah, kembali menekankan bahwa industrialisasi tidak harus selalu dimaknai sebagai hal yang bombastis, tapi intinya harus dapat diimplementasikan.

“Kerangka Kerjanya realistis, Step by step-nya jelas dan measurable atau dapat dilaksanakan”, terangnya. Maka ketika semua itu terpenuhi, Gubernur Zul berjanji akan siap mensupport penuh dengan sumber daya yang dimiliki Pemda NTB.

Sementara itu, Ketua BKTI PII yang juga Presiden IOI, Ir. I Made Dana Tangkas, IPU, menyambut tantangan Gubernur NTB tersebut. Ia sempat memaparkan rencana industrialisasi yang dianggap visible di NTB. Diantaranya kendaraan listrik untuk support kendaraan pedesaan dan industri. Termasuk industri berbasis kelautan, Perikanan, kehutanan dan pertanian. Termasuk siap membuat helm dari bahan lokal, sesuai permintaan Gubernur NTB.

“Hari ini, kami hadir dengan tiga tim pelaku bisnis. Yakni kelapa, perikanan, dan kelautan. Sementara, saya sendiri telah berpengalaman tiga puluh tahun di industri mobil. Sebagai Direktur Toyota dan juga sebagai Presiden IOI”, tutur Made Tangkas. Menurutnya, FGD itu baru pada tahapan perkenalan, penjajakan dan brainstorming. Agar master plan bisnis untuk membantu Pemprov NTB tidak salah arah, ungkapnya.

Made-pun berjanji akan mensupport penuh program industrialisasi Gubernur NTB dengan akan menggelar acara FGD lanjutan yang akan menghadirkan berbagai pihak ABCG yang relevan dari Pusat untuk bersinergi dengan ABCG di NTB.

Hadir dalam FGD tersebut antara lain Wakil Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Patai Indoensia (IPERINDO), Lilik Sutanto, Pengurus Pengusaha Perikanan Indonesia (PATRIA), Agus Triwahyono, Tim ITDC NTB, I Gusti W Bratasuta, Decky F Sine, dan Intan A Febrica. Hadir juga Wakil Ketua KADIN NTB, Rapii, Pimpinan PLN NTB, Chairuddin dan Racharto Mandala P, Owner Krida Toyota NTB, Evelyn Cornelia, Pengusaha Indococo-Jakarta, Syaukani.

Selain pengusaha juga hadir kalangan akademisi dan Birokrasi. Diantaranya Ir. Zaedar (UNRAM), Ir. Isfanari, ST, MT (Universitas Muhammadiyah Mataram), Dr. M. Halqi, M.Pd (Universitas Hamzanwadi NTB), M. Nurjihadi, M.Si (Universitas Teknologi Sumbawa). Juga dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB diantaranya Kadis Perhubungan NTB, Drs.H. L. Bayu Windya dan para pejabat dari Dinas ESDM, Dinas PUPR dan undangan lainnya.[Idr]

Komentar

NEWS UPDATE