oleh

Warga Kemiri Berharap Kasus Dugaan Penggelapan Kayu Jati Bekas Lumbung Desa Segera Diproses Hukum

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Warga Desa Kemiri, Jepon, Blora berharap pihak berwajib (Kepolisian) untuk segera memproses kasus dugaan penggelapan Kayu Jati bekas bongkaran gedung lumbung desa Kemiri secara hukum, yang dilakukan oleh Kades Kemiri Sutrisno (incumbent).

Terkait surat laporan yang dilakukan oleh Supomo warga Desa Kemiri, Jepon, Blora dengan Nomor : STTLP/31)VIII/2019/Jateng/Res Blora, yang dilakukan pihaknya, kepada mantan kades kemiri Sutrisno tentang penggelapan kayu Jati bekas bongkaran Gedung Lumbung Desa. Yang tidak jelas pertanggung jawabanya.

Berdasarkan data yang dihimpun media dilapangan, melalui surat laporan tersebut, kronologis kejadian tersebut terjadi sekitar Bulan Agustus tahun 2018 lalu. Yang rencana kayu jati bekas bongkaran bangunan tersebut akan digunakan untuk pembangunan BUMDES.

Namun, dalam proses pembongkaran pihak Sutrisno tidak melakukan musyawarah dengan perangkat ataupun dengan warga Desa Kemiri. Serta ditemukannya ketidaksesuaian antara kayu jati bekas Lumbung yang sudah dibongkar dengan kayu jati yang dipasang kembali dibangunan BUMDes.

“Saya dapat informasi bahwa besok ada mediasi di kecamatan, namun sampai saat ini saya belum dapat undangan resmi dari Kecamatan Jepon,” kata Mbah Pomo.

“Yang jelas saya berharap kasus ini segera diproses secara hukum. Agar ada jera bagi pihak yang bersangkutan,” tegasnya.

Terpisah, Kades Sutrisno mengaku bahwa kayu jati bekas bongkaran tersebut digunakan untuk pembuatan 13 meja kantor desa. Sedangkan limbah dan belandar 1 buah masih disimpan di kantor desa.

“Satahu saya, surat laporan sudah dicabut pertanggal 11 Agustus lalu,” kata Sutrisno.

Sementara itu, Camat Jepon Ani Wahyu kumalasari saat dikonfirmasi via telpon enggan memberi statement terkait kasus di Desa Kemiri tersebut.(spr)

Komentar

NEWS UPDATE