oleh

Pembentukan Gugus Tugas Kecamatan Layak Anak, Kecamatan Wanareja

NASIONALXPOS.CO.ID,WANAREJA.CILACAP – Dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Wanareja, dan dihadiri Bintang Dwi Cahyono (Camat), Nurjanah Indriyani.SH Kabid Perlindungan Anak Dinas KB.PP dan PA Cilacap, Nurhayani Kasubag, Aiptu. Heru Widi Harsono (Kanitreskrim) Polsek Wanareja, Sersan Abdul Rohmat anggota Koramil Wanareja. Para kepala desa se- Kecamatan Wanareja juga tampak mengikuti kegiatan tersebut, Kamis (19/09/2019).

Acara pebentukan gugus tugas Kecamatan Layak Anak dibuka Camat Wanareja Bintang Dwi Cahyono.AP.MM. Dalam sambutanya Camat mengatakan, anak-anak merupakan modal pembangunan dan awal kunci kemajuan bangsa di masa depan, kata Bintang.

“Anak-anak terbukti mampu membuat perubahan dan menyelesaikan masalah kota secara lebih kreatif, sederhana, dan ringkas ” tambah Bintang.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi yang disampaikan oleh Nurjanah Indriyani. SH Kabid. Perlindungan Anak Dinas KB,PP dan PA Kabupaten Cilacap.

Menurut Nurjanah, KLA adalah sistem pembangunan kabupaten/kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak.

Kepentingan dan perlindungan terhadap anak menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun sarana kota layak anak, karena anak-anak memiliki kebutuhan khusus, terang Nurjanah.

Pemerintah melalui Kementerian PP dan PA telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang holistic, terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Lebih jauh Nurjanah memaparkan bahwa kebijakan KLA bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan, terangnya.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komit mendunia melalui “World Fit for Children”, dimana Pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya.

Indonesia menjadi bagian dari Negara anggota PBB yang telah berkomiten secara Internasional untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan World Fit for Children (Dunia yang Layak bagi Anak).

Komitmen ini diwujudkan sejak ditandatanginya Ratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1990, Program Nasional Bagi Anak Indonesia 2015, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Indikator KLA sejak tahun 2017 mengalami perubahan dari 31 indikator menjadi 24 indikator yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA), yaitu: (1) hak sipil dan kebebasan; (2) lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; (3) kesehatan dasar dan kesejahteraan; (4) pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya; serta (5) perlindungan khusus.

Kota Layak Anak sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan yang dapat mengaspirasi hak-hak anak melalui tujuan, kegiatan, program dan kebijakan pemerintah daerah dimana jika pemerintah dapat memenuhi dan mengaspirasi seluruh hak-hak anak maka ini akan menciptakan kondisi yang kondusif bagi anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara baik serta lingkungan tempat tinggal anak pun akan memberikan perlindungan bagi anak, papar Nurjanah.

Strategi pengembangan KLA adalah pengaris utamaan hak anak dan pengintegrasian hak-hak anak ke dalam setiap proses penyusunan (kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan) dan tahapan pembangunan (perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi), di setiap tingkatan wilayah (kabupaten/kota, provinsi, nasional).

Poin tepenting dari proses pengembangan KLA, yaitu adanya Komitmen dari Kepala daerah untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak dengan di dukungan oleh pemangku kebijakan di Kecamatan dan Kekelurahan, serta koordinasi di antara para stakeholder pemenuhan hak-hak anak dan pemangku kebijakan yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, pungaks Nurjanah. (Junaedi)

Komentar

NEWS UPDATE