oleh

Tim Penggerak PKK Kecamatan Wanareja Gelar Rakor

NASIONALXPOS.CO.ID,WANAREJA.CILACAP – Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan Wanreja Kabupaten Cilacap kembali digelar. Acara Rakor tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Wanareja, Rabu (11/09/2019).

Hadir dalam Rakor tersebut, Bintang Dwi Cahyono.AP.MM Camat Wanareja, dr. Teguh Wibowo Ka.UPT Puskesmas 1, Kepala KUA, para Ketua Tim Penggerak PKK Desa berikut para kader PKK.

Nur Putri Bintang.SE Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Wanareja dalam sambutanya menyampaikan beberapa himbauan, diantaranta soal Pencanangan Kampun KB. ” Desa diwajibkan melaksanakan Pencanangan Kampung KB” himbau Nur Putri.

PKK ditingkat Desa harus lebih baik dan maju dari tahun sebelumnya, kegiatan PKK ditahun 2019 ini harus bisa direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, kata Nur Putri.

Lebih jauh Nur Putri Bintang menyampaikan bahwa tujuan Rakor yaitu untuk menyamakan persepsi dan memelihara komitmen para Pengurus Tim Penggerak PKK baik tingkat Kabupaten, maupun kecamatan dan desa, serta memantapkan program- program PKK yang akan dilaksanakan, paparnya.

Usai sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Camat Wanareja Bintang Dwi Cahyono.AP.MM pun memberikan arahan-arahan untuk Tim Penggerak PKK.

Bintang menyampaikan beberapa hal yang harus dipahami oleh para Kader PKK, diantaranya masalah Stunting.

Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), kata Bintang.

Di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3 untuk jumlah stunting terbanyak. Pada tahun 2018, walaupun jumlahnya turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih ada 3 dari 10 balita Indonesia yang mengalami stunting.

Masalah penularan Virus HIV AID juga ditegaskan oleh Camat, ” kita harua bersama-sama mencegah penularan Virus mematikan tersebut, tegas Bintang.

Camat Wanareja juga berencana akan melakukan pencanangan Kampung Anti Narkoba yang dalam waktu dekat ini akan di Louncing. Ada dua Desa yang akan dilouncing yakni Desa Madusari dan Desa Sidamulya.

Sementara dr. Teguh Wibowo Kepala UPT Puskesmas I Wanareja, dalam kesempatan yang sama menyampaikn terkait kesehatan Ibu hamil dan masa Nifas.

Dikatankan dr. Teguh bahwa ibu hamil Setelah melahirkan, selama sekitar 40 hari sampai 6 minggu ibu akan mengalami masa nifas. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, karena darah nifas mengandung trombosit, sel-sel mati, serta sel-sel endometrium sisa, terang Teguh.

Selama masa nifas, warna darah yang keluar akan berbeda-beda. Minggu pertama darah yang keluar akan berwarna merah segar, setelah dua minggu akan keluar darah berwarna kecoklatan atau kekuningan, selanjutnya sampai selesai masa nifas, akan keluar cairan berbentuk lendir berwarna putih kekuningan.

Kendati umumnya berlangsung selama 40 hari sampai 6 minggu, namun lamanya masa nifas bisa lebih lama atau lebih cepat dari waktu yang disebutkan itu. Hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti kontraksi rahim yang baik, kondisi tubuh ibu yang sehat, dan tidak ada sisa ari-ari yang tertinggal di dalam rahim, beber Teguh.

Ibu dan anak, setelah proses melahirkan perlu mendapatkan perhatian khusus, agar ibu dan anak bisa sehat, ” mari kita sayangi ibu dan anak, dengan gerakan sayang ibu dan anak ” pungkas Teguh.

Dalam rakor PKK rersebut juga dipraktekan cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Cara mencuci tangan tersebut dilakukan oleh para Kader PKK yang hadir. (Junaedi)

Komentar

NEWS UPDATE