oleh

Desa Majingklak Gelar Rembung Stunting dan Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja

NASIONALXPOS.CO.ID,MAJINGKLAK.CILACAP – Bertempat di pendopo Kantor Desa Majingklak Kecamatan Wanareja Cilacapp, Pemdes Desa Majingklak menggelar rembung Stunting dan Penyuluhan Pilola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Jum’ at (11/10/2019), yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Desa, TP.PKK Kecamatan, Erlin Nurlina (Bidan Desa), para kader PKK dan Posyandu dari masing-masing Dusun se Desa Majingklak.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Tarsam Kepla Desa Majingklak, dalam sambutanya diaenyinggung terkait peristiwa yang dialami Menkopolhukan Wiranto di Banten, ” saya turut prihatin dengan kejadian tersebut, dan saya mendoakan agar bapak Wiranto segera sehat seperti sediakala, dan untuk Polri semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baiknsesuai hukum yang berlaku kepada pelaku penusukan ” kata Tarsam.

Dengan kejadian tersebut semoga Desa Majingklak bisa selalu menjaga keamanan, terutama diawali ditingkat lingkungan masing-masing warga, harap Tarsam.

Terkait kegiatan Rembug Stunting, Tarsam membeberkan, di Desa Majingklak sudah dibangung gedung kesehatan, dan saya sudah mengusulkan kepada UPT Puskesmas I Wanareja agar menurunkan tim Medis secara rutin agar pelayanan bisa dilaksanakan secara maksimal.

” Program penanganan Stunting selaras dengan program Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji yakni Bangga Mbangun Desa, termasuk dalam Pilar kesehatan ” kata Tarsam.

Lebih jauh Tarsam menyampaikan, untuk kegiatan PKK, Pos Yandu pun demikian di Desa Majingklak sudah dijalankan sebagaimana mestinya sesuai dengan prosedur yang ada, pungkat Tarsam.

Sementara Hasan Muzaki Pendamping Desa Majingklak juha memberikan paparan seputar Stunting, Hasan menjelaskan pemerintah pusat dalam menangani masalah Stunting sudah meluncurkan lima paket layanan.

Tepatnya diawali tahun 2018, pemerintah menguji coba penggunaan kartu skor desa (village score card) yang difokuskan kepada konvergesi lima paket layanan di desa, yakni layanan kesehatan dan gizi ibu dan anak, layanan konseling kesehatan dan gizi, layanan air bersih dan sanitasi yang baik, layanan jaminan sosial/kesehatan dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pungkas Hasan.

Disesi selanjutanya paparan dilakukan oleh Erlin Nurlina, selaku Bidan Desa Majingklak dari Puskesmas wanareja.

Erlin Nurlina. Amd. Keb, menjelaskan stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun, jelas Erlin.

Dia menegaskan bahwa stunting bisa dicegah. Kunci pencegahannya adalah memberikan asupan gizi yang baik kepada anak di 1.000 hari pertama dalam kehidupan mereka, yakni dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Erlin Nurlina, menganjurkan mulai memberi protein hewani pada anak sejak usia 6 bulan, dengan asupan 1,1 gr per berat badan (BB). Jangan juga sampai berlebihan, kata dia.

Sumber protein hewani tidak selalu harus mahal, daging sapi impor atau salmon norwegia. Ikan dari laut Indonesia juga tidak kalah kualitasnya. Ikan kembung terbukti memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi ketimbang salmon, pungkasnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyuluhal Pola Asuh Anak dan Raja (PAAR) yang disampaikan Asih dan Tati dati Tim Penggerak PKK Kecamatan Wanareja Pokja I.

Dalam kesempatan tersbut juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Majingklak didpingi Kepala Desa memberikan seragam PKK yang baru kepada kader PKK Desa Majingklak. (Junaedi)

Komentar

NEWS UPDATE