Daerah

3 Guru SMPN 7 Jambi Masuk RS Usai Konsumsi MBG, Keamanan Program Dipertanyakan

169
×

3 Guru SMPN 7 Jambi Masuk RS Usai Konsumsi MBG, Keamanan Program Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 7 Kota Jambi menjadi sorotan setelah tiga orang guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut, Kamis (9/4/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para guru mengalami gejala muntah dan pusing tidak lama setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah. Dua di antaranya bahkan sempat dilarikan ke RS Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden ini memunculkan pertanyaan publik terkait standar keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG yang saat ini mulai diterapkan di berbagai daerah.

Menariknya, kejadian ini terjadi tidak lama setelah program MBG di SMPN 7 Kota Jambi ditinjau sejumlah pejabat daerah, mulai dari Gubernur Jambi, Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi hingga Ketua DPRD Kota Jambi.

Kepala SMPN 7 Kota Jambi, Erdalena, M.Pd, membenarkan adanya guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah kegiatan makan bersama dalam program tersebut.

“Memang ada satu guru yang muntah-muntah dan dua orang yang mengalami pusing. Namun kami belum bisa memastikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh keracunan makanan dari MBG,” ujarnya.

Menurutnya, pada hari yang sama sekitar 20 siswa dan beberapa guru lainnya juga mengonsumsi makanan yang sama, namun tidak mengalami keluhan kesehatan.

Pihak sekolah menduga kondisi para guru lebih dipengaruhi faktor kelelahan atau kondisi tubuh yang sedang tidak fit.

“Mungkin dua orang yang sempat dirujuk ke RS Raden Mattaher memang sedang dalam kondisi kurang fit atau kelelahan sehingga drop. Saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah pulang ke rumah,” jelasnya.

Meski demikian, peristiwa ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pelaksana program MBG, terutama terkait pengawasan kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

Pasalnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa harus dipastikan memenuhi standar keamanan pangan yang ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan maupun pihak terkait mengenai pemeriksaan terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi di SMPN 7 Kota Jambi.

Tim NASIONALXPOS.CO.ID masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut serta sistem pengawasan program MBG di Kota Jambi. (Is)

Tinggalkan Balasan