Daerah

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Rp180 Juta Korban Kebakaran Sumur Minyak Blora

82
×

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Rp180 Juta Korban Kebakaran Sumur Minyak Blora

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp180 juta bagi korban kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Jumat (21/8/2025) kepada warga terdampak.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:

  • Rp40 juta dari Baznas Jateng untuk keluarga korban meninggal dan luka,
  • Logistik dan peralatan Rp53,4 juta dari Dinas Sosial Jateng,
  • 2 ton beras senilai Rp25 juta dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng,
  • Logistik sembako Rp37,4 juta dari BPBD Jateng,
  • Obat-obatan Rp25,6 juta dari Dinas Kesehatan Jateng.

Dalam keterangannya, Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama pemerintah.

“Tidak ada warga yang akan dibiarkan sendirian menghadapi musibah ini. Pemerintah hadir, baik untuk korban maupun pemulihan pascakejadian,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah membahas santunan tambahan yang diharapkan masyarakat, baik melalui BPJS maupun lembaga terkait. Sementara untuk rumah warga yang rusak akibat kebakaran, pihaknya akan melakukan pendataan sebelum menyalurkan bantuan perbaikan.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan bahwa pemerintah bersama Pertamina dan para ahli akan melakukan penertiban sumur-sumur minyak ilegal di wilayah Jawa Tengah, khususnya Blora.

“Ke depan, kejadian ini tidak boleh terulang. Satgas khusus sudah dibentuk sesuai amanat Undang-Undang dan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas,” jelasnya.

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Tengah, kebakaran sumur minyak di Blora mengakibatkan:

  • 3 orang meninggal dunia,
  • 2 orang mengalami luka,
  • 1 rumah rusak berat,
  • 4 rumah rusak sedang,
  • 300 KK atau sekitar 750 warga harus mengungsi.

Dengan adanya bantuan dan penanganan lintas sektor, pemerintah berharap warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas normal. (Riyan)

Tinggalkan Balasan