Daerah

Tantang Wali Kota, Ambisi Zamaludin Dinilai Tak Realistis

317
×

Tantang Wali Kota, Ambisi Zamaludin Dinilai Tak Realistis

Sebarkan artikel ini

Tangerang — Langkah Zamaludin, anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang periode 2025–2030, memunculkan reaksi beragam di kalangan politik lokal.

Wartawan senior Kota Tangerang, Marsudin Hasan, menilai langkah Zamaludin sebagai bentuk ambisi politik yang tinggi, namun belum berpijak pada realitas kekuatan partai di lapangan.

“Kalau dilihat dari peta kekuatan politik di internal Golkar, majunya Zamaludin hanya sebatas mimpi. Struktur partai sudah sangat terkonsolidasi di bawah kendali Sachrudin,” ujar Marsudin, Jumat (17/10/2025).

Marsudin mengakui, ambisi Zamaludin memang menunjukkan keberanian politik yang jarang ditunjukkan oleh kader lain di lingkar legislatif. Namun menurutnya, keberanian saja tidak cukup untuk menandingi kekuatan struktural dan pengaruh politik yang telah dibangun Sachrudin selama bertahun-tahun.

“Zamal ini politisi yang punya energi dan keyakinan besar, tapi kadang terlalu percaya diri. Dalam Golkar, ambisi tanpa dukungan struktural dan finansial yang kuat akan sulit menembus sistem yang sudah mapan,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Marsudin, Sachrudin bukan sosok baru dalam pertarungan internal. Ia pernah bertahan dari tekanan keras saat menghadapi Abdul Syukur, adik kandung mantan Gubernur Banten Wahidin Halim, dalam perebutan kursi ketua sebelumnya.

“Dari situ saja sudah jelas, Sachrudin ini punya daya tahan politik tinggi. Dia paham medan, tahu kapan harus menyerang dan kapan harus diam. Itu yang tidak dimiliki Zamal,” katanya.

Lebih jauh, Marsudin menilai, di bawah komando Sachrudin, Partai Golkar Kota Tangerang justru berhasil menambah jumlah kursi di parlemen pada Pemilu terakhir — sebuah indikator keberhasilan yang jarang disangkal bahkan oleh lawan politiknya.

“Golkar di bawah Sachrudin justru meningkat secara elektoral. Jadi kalau ada yang mau menggoyang posisinya, itu harus diimbangi dengan basis dukungan nyata, bukan hanya semangat perubahan,” tegas Marsudin.

Ia menutup dengan sindiran halus namun tajam, bahwa politik tak pernah cukup hanya dengan ambisi.

“Ambisi itu bahan bakar. Tapi kalau mesin politiknya belum siap, ya tidak akan jalan. Dalam konteks ini, Zamaludin sedang mencoba menyalakan mobil tanpa bensin,” pungkas Marsudin. (Hadi)

Tinggalkan Balasan