Sosial

Kepsek SMAN 15 Tangerang Hibahkan Material Renovasi untuk Guru Ngaji Disabilitas

757
×

Kepsek SMAN 15 Tangerang Hibahkan Material Renovasi untuk Guru Ngaji Disabilitas

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Renovasi bangunan SMA Negeri 15 Kabupaten Tangerang melahirkan sebuah kisah kemanusiaan yang jauh lebih berharga daripada material bangunan itu sendiri.

Di tengah proses perbaikan gedung, Kepala Sekolah Raden Tandjung Sekartiani Yulraida, S.Pd., menunjukkan kepedulian tulus dengan menghibahkan material renovasi yang masih layak mulai dari baja ringan hingga genteng kepada Ustad Edi (46), guru ngaji penyandang disabilitas yang telah 16 tahun mengajar dengan segala keterbatasan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Sejak 2009, Ustad Edi tak pernah berhenti mengajar Al-Qur’an kepada anak-anak di Desa Rancakalapa meskipun kondisi ruang tempat mengaji sangat terbatas. Menggunakan ruangan rumah yang sempit, sering bocor saat hujan, dan bercampur dengan aktivitas keluarga, ia tetap istiqomah membimbing para santrinya setiap selesai salat Magrib.

Impiannya sederhana: memiliki sebuah majelis ta’lim kecil agar pembelajaran berjalan lebih layak. Namun mimpi itu tak pernah terealisasi karena kesulitan biaya dan minimnya dukungan dari pemerintah setempat.

Harapan itu muncul ketika pihak sekolah mengetahui bahwa ia sedang berusaha membangun tempat pengajian. Pada Senin (13/10), Ustad Edi dipanggil ke ruang kepala sekolah. Dengan tutur lembut, Raden Tandjung menawarkan hibah material yang masih bagus untuk digunakan.

“Kalau bersedia, material ini pakai saja pak ustad. Memang bekas, tapi masih bagus,” ujar kepala sekolah seperti diceritakan Ustad Edi.

Kebahagiaan itu pun bercampur kebingungan karena ia belum memiliki material lainnya untuk memulai pembangunan.

Kebingungan tersebut langsung dijawab oleh Ketua Komite SMAN 15 Kabupaten Tangerang, Husni Thamrin, M.Si., yang turut hadir. Dengan penuh empati, ia berkomitmen mendukung hingga majelis ta’lim tersebut benar-benar berdiri.

“Tenang pak ustad, pelan-pelan saja. Insya Allah saya bantu upayakan. Bila perlu, guru-guru juga akan ikut menyumbang,” ungkapnya.

Tindakan mulia dari pihak sekolah ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang peduli terhadap kebutuhan pendidikan agama di tingkat desa.

Di saat banyak guru ngaji berjuang tanpa fasilitas memadai, perhatian dari pemerintah justru minim. Ironisnya, kepedulian nyata justru datang dari institusi pendidikan yang tengah sibuk dengan renovasinya sendiri.

Melalui media ini, Ustad Edi mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Kepala Sekolah, Ketua Komite, dan seluruh pihak SMAN 15 Kabupaten Tangerang. Ia berharap pembangunan Majelis Ta’lim Al Ibtidaiyyah dapat segera terwujud dan menjadi tempat yang layak bagi anak-anak desa untuk belajar Al-Qur’an.

Kisah ini menjadi bukti bahwa kepedulian kecil mampu membawa dampak besar bahkan melampaui program pemerintah yang sering tak menyentuh masyarakat kecil. (Red)

Tinggalkan Balasan