Daerah

Hari Desa 2026 di Blora, Gelar Kenduri, Galang Dana Hingga Doakan Korban Bencana

88
×

Hari Desa 2026 di Blora, Gelar Kenduri, Galang Dana Hingga Doakan Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Peringatan Hari Desa Tahun 2026 di Kabupaten Blora berlangsung khidmat dan penuh makna. Sekitar 4.000 peserta dari unsur pemerintahan desa dan kecamatan se-Blora menggelar Kenduri Desa di Alun-Alun Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026).

Tak sekadar seremoni, peringatan ini juga diisi dengan doa bersama dan penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Sumatera, Aceh, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT RI, Tabrani, Bupati Blora Arief Rohman, jajaran Forkopimda, Ketua Praja Blora, serta ribuan aparatur desa.

Peserta terdiri dari seluruh camat dan Ketua TP PKK kecamatan, kepala desa, perangkat desa, anggota BPD, hingga tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa Kenduri Desa digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan solidaritas sosial antardesa.

“Hari ini kita mensyukuri nikmat Allah SWT melalui Kenduri Desa. Semoga desa-desa di Blora semakin maju, dan seluruh aparatur desa diberi kesehatan serta kekuatan untuk mengawal pembangunan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta juga memanjatkan doa untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah bencana alam.

“Terima kasih atas kepedulian semuanya. Dana yang terkumpul akan kami salurkan untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh sebagai bentuk empati kita bersama,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Arief juga mengajak seluruh desa di Blora untuk mendukung dan menyukseskan program nasional Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan program ketahanan pangan.

Ia menegaskan perlunya sinkronisasi antara Koperasi Desa Merah Putih dengan kebutuhan bahan baku program MBG.

“Unit usaha koperasi desa harus mampu menopang kebutuhan MBG, mulai dari bahan pangan hingga pengelolaan sampahnya melalui TPS 3R,” jelasnya.

Bupati juga mendorong inovasi desa dalam pengembangan pertanian organik, dengan target minimal satu hektare lahan per desa sebagai percontohan.

Upaya mewujudkan Blora sebagai kabupaten organik akan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, agar program berbasis lingkungan ini berjalan berkelanjutan.

Selain itu, Pemkab Blora kembali melanjutkan program peningkatan kualitas SDM aparatur desa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang.

“Tahun 2026 kami buka kuota 250 kepala desa atau perangkat desa, dengan subsidi beasiswa sebesar 30 persen,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Dirjen Kemendes PDT RI, Tabrani, mengapresiasi konsep peringatan Hari Desa di Blora yang dinilainya berbeda dan sarat nilai kebersamaan.

“Biasanya Hari Desa diisi kegiatan seremonial. Di Blora justru duduk bersama dalam Kenduri, berdoa bersama. Ini sangat bermakna dan patut menjadi contoh nasional,” tegasnya.

Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Peringatan Hari Desa 2026 di Blora pun ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng oleh Dirjen dan Bupati, serta pemberian apresiasi kepada desa mandiri berprestasi. (Riyan)

Tinggalkan Balasan