Nasional

HPN 2026 di Banten, Pemprov Dorong Pers Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI

139
×

HPN 2026 di Banten, Pemprov Dorong Pers Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BANTEN – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pers sebagai penjaga kepentingan publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Hal tersebut mengemuka dalam Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik” yang digelar dalam rangkaian HPN 2026.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan bahwa di tengah disrupsi informasi dan banjir data digital, pers tetap memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang berorientasi pada kepentingan publik.

Menurutnya, perkembangan AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarluaskan, hingga dikonsumsi masyarakat. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga membawa risiko besar berupa disinformasi dan manipulasi fakta.

“Dalam konteks ini, pers tidak lagi sekadar menjadi saluran informasi. Pers telah bertransformasi menjadi simpul strategis dalam ekosistem informasi digital. Pers berperan sebagai penjaga kebenaran, pengurai kompleksitas, dan penentu makna,” ujar Deden.

Ia menekankan, disiplin verifikasi yang menjadi standar kerja jurnalistik merupakan kekuatan utama pers dalam menjaga kepercayaan publik. Melalui proses verifikasi yang ketat, pers mampu membedakan antara fakta, opini, hingga rekayasa informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan kembali peran pers sebagai penjaga kepentingan publik di era AI dan transformasi digital,” tambahnya.

Deden juga mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pers, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri teknologi untuk membangun ekosistem informasi yang sehat. Kolaborasi ini dinilai penting guna meningkatkan literasi media dan literasi digital masyarakat.

Ia berharap, konvensi tersebut mampu melahirkan gagasan strategis, termasuk rekomendasi kebijakan dan praktik terbaik dalam pemanfaatan AI di dunia pers.

“Lebih dari itu, forum ini diharapkan dapat meneguhkan kembali pers Indonesia sebagai pilar demokrasi, penjaga kepentingan publik, dan kekuatan moral di era digital,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat mengakui bahwa disrupsi informasi di era digital merupakan tantangan nyata. Namun menurutnya, disrupsi selalu hadir dalam setiap fase sejarah peradaban manusia.

“Disrupsi itu selalu muncul dalam perjalanan sejarah. Justru karena adanya disrupsi, peradaban menjadi maju dan manusia ditantang untuk kreatif serta inovatif,” kata Komarudin.

Ia mengibaratkan disrupsi informasi seperti banjir. Bagi sebagian orang, banjir membawa kerusakan dan kebingungan. Namun bagi mereka yang kreatif, banjir justru melahirkan solusi seperti kanalisasi dan sistem mitigasi.

Dalam konteks pers, Komarudin menilai media massa harus hadir sebagai penjernih di tengah banjir informasi, hoaks, dan konten toksik yang membanjiri ruang digital.

“Pada akhirnya masyarakat akan mencari sumber air bersih. Orang mencari sumber berita yang terpercaya. Di situlah peran pers sebagai lembaga penyulingan informasi, menyajikan fakta yang jernih dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Ia optimistis, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat akan kembali pada media yang kredibel dan berintegritas.

Menutup pernyataannya, Komarudin berharap Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 menjadi momentum konsolidasi media massa nasional agar lebih kreatif, adaptif, dan optimistis menghadapi tantangan zaman. (Red)

Tinggalkan Balasan