DaerahNasionalPariwisata

Dari Sawah ke Destinasi Wisata: Jejak Panjang Perjuangan Kades Tinapan Bangun Wisata Banyu Bening

70
×

Dari Sawah ke Destinasi Wisata: Jejak Panjang Perjuangan Kades Tinapan Bangun Wisata Banyu Bening

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Wisata Banyu Bening (WBB) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, lahir dari proses panjang yang tidak instan. Ia tumbuh dari kesabaran, dialog, dan keberanian untuk berubah bersama warga.

Di balik geliat wisata yang kini mulai dikenal luas, ada perjuangan Kepala Desa Tinapan, Istono, yang memilih jalan musyawarah sebagai fondasi pembangunan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kawasan yang kini menjadi destinasi wisata itu sebelumnya merupakan lahan persawahan milik Pemkab Blora yang digarap oleh warga. Menyadari potensi alam desa yang melimpah, Istono tidak mengambil langkah sepihak. Ia membangun pendekatan persuasif, mengajak warga berdiskusi dari hati ke hati, serta memastikan perubahan tidak memutus mata pencaharian masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Tinapan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui wadah ini, warga dilibatkan sejak perencanaan hingga pengelolaan. Prosesnya tidak singkat. Berbagai dinamika muncul, terlebih saat keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.

Eksekusi pengelolaan lahan dimulai pada 2020 dan mulai berjalan lebih nyata pada 2021. Beberapa kali pengelolaan sempat tersendat, bahkan nyaris terhenti. Namun semangat gotong royong dan keyakinan bahwa wisata desa bisa menjadi penggerak ekonomi membuat upaya itu terus berlanjut. Hingga akhirnya, Wisata Banyu Bening resmi diresmikan pada 2024.

“Jadi, WBB ini diresmikan tahun 2024 lalu,” beber Istono, sembari santap siang di resto WWB, Senin (9/2/2026).

Kini, WBB Tinapan menawarkan beragam wahana, mulai dari Tubing Fun, kolam renang, hingga konsep tangkap ikan langsung dimasak. Sementara untuk kuliner, wisata ini memiliki menu khas yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni nila bledos dan patin bledos.

Keberadaan WBB tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Tinapan. Menariknya lagi, warga yang sebelumnya menggarap lahan persawahan kini justru menjadi bagian penting dalam operasional wisata, mulai dari pengelola hingga pekerja harian.

Pada tahun 2026 ini, Wisata Banyu Bening Tinapan mendapat kepercayaan menjadi lokasi kegiatan “Wartawan Menanam” dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora.

Kegiatan tersebut menjadi pengakuan tersendiri bahwa WBB tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga memiliki pesan edukasi dan kepedulian lingkungan.

Istono berharap, keterlibatan WBB dalam agenda HPN 2026 menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan wisata desa kepada masyarakat luas.

“Saya berharap Wisata Banyu Bening Tinapan ke depan bisa semakin maju, memberi manfaat yang lebih besar bagi warga, dan menjadi kebanggaan desa,” ujarnya.

Dari lahan sawah yang sunyi, Banyu Bening kini menjelma menjadi ruang harapan,bsebuah bukti bahwa pembangunan desa akan bermakna ketika dijalankan dengan kesabaran, kebersamaan, dan keberpihakan pada masyarakat.

(Riyan)

Tinggalkan Balasan