Tangerang Raya

Cisadane Tercemar, PERUMDAM TKR Klaim Air Tetap Aman

55
×

Cisadane Tercemar, PERUMDAM TKR Klaim Air Tetap Aman

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Isu pencemaran Sungai Cisadane kembali menjadi perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, PERUMDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang memastikan bahwa kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan tetap aman, layak digunakan, dan memenuhi standar kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Manajemen PERUMDAM TKR menyatakan bahwa meskipun terdapat indikasi pencemaran limbah di Sungai Cisadane, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap air olahan yang disalurkan ke masyarakat. Hal ini dikarenakan air baku telah melalui proses pengolahan berlapis, pengawasan ketat, serta uji kualitas secara rutin.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik, PERUMDAM TKR juga melakukan pemantauan intensif terhadap sumber air baku, termasuk pengurasan di sejumlah titik Instalasi Pengolahan Air (IPA), guna menjaga stabilitas dan kualitas distribusi air bersih.

Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar, menegaskan bahwa setiap air yang diproduksi telah melalui tahapan pengolahan dan quality control yang ketat sebelum didistribusikan ke pelanggan.

“Pengujian kualitas air dilakukan di laboratorium Perumdam TKR yang telah mengimplementasikan ISO 17025:2017 dan terakreditasi KAN dengan nomor LP-763-IDN. Hasil pemeriksaan menunjukkan air memenuhi standar dan aman digunakan,” ujarnya.

Meski demikian, pencemaran Sungai Cisadane kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan sumber air baku, mengingat sungai tersebut merupakan salah satu penopang utama kebutuhan air bersih di Kabupaten Tangerang.

Sejumlah pengamat lingkungan menilai, klaim keamanan air perlu dibarengi dengan transparansi data uji kualitas air serta penguatan pengawasan terhadap sumber pencemaran di hulu. Pasalnya, pencemaran sungai yang terus berulang berpotensi meningkatkan risiko jangka panjang jika tidak ditangani secara menyeluruh.

PERUMDAM TKR menegaskan bahwa air baku dan air olahan adalah dua hal yang berbeda. Air dari Sungai Cisadane akan melalui proses pengolahan dan pengujian sebelum disalurkan, sehingga air yang diterima pelanggan tetap memenuhi standar kualitas air minum yang berlaku.

Namun, persoalan pencemaran Sungai Cisadane tetap menjadi pekerjaan rumah bersama. Publik berharap tidak hanya jaminan kualitas air di hilir, tetapi juga langkah konkret lintas sektor untuk menghentikan pencemaran di sumbernya, demi menjaga keamanan air bersih hari ini dan di masa depan. (Red)

Tinggalkan Balasan