Tangerang Raya

UMKM dan Ekonomi Kreatif Dinilai Mampu Dongkrak PAD Kota Tangerang

54
×

UMKM dan Ekonomi Kreatif Dinilai Mampu Dongkrak PAD Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Anggota Komisi III DPRD DPRD Kota Tangerang menilai penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis digital menjadi kunci penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Pontjo Prayogo, menyebutkan bahwa saat ini UMKM dan ekonomi kreatif menjadi penopang utama perkembangan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan digitalisasi, sektor ini diyakini mampu memberi kontribusi signifikan terhadap PAD.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Kemajuan ekonomi daerah saat ini banyak ditopang oleh UMKM dan ekonomi kreatif. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bukan hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memajukan kota,” ujar Pontjo, Minggu (8/2/2026).

Pontjo menambahkan, sektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Kota Tangerang antara lain pariwisata dan destinasi hiburan. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku industri kreatif dan dunia usaha dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang berdampak langsung terhadap pendapatan daerah.

“Di era digital yang berkembang pesat, ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing. Namun pelaku usaha harus mampu menciptakan identitas dan ciri khas yang membedakan produknya,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tidak hanya mengadopsi metode amati, tiru, dan modifikasi, tetapi berani menghadirkan inovasi agar mampu berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Tahun 2026 yang telah disepakati mencapai Rp5,13 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp3,20 triliun dan pendapatan transfer Rp1,92 triliun, dengan belanja daerah mencapai Rp5,53 triliun.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong transformasi digital dalam sistem pajak dan retribusi daerah. Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menegaskan bahwa optimalisasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Penguatan pelayanan berbasis digital tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan bagi masyarakat sebagai wajib pajak,” ujarnya.

Dengan penguatan UMKM, ekonomi kreatif, serta digitalisasi layanan pemerintah, Pemkot dan DPRD Kota Tangerang optimistis kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat seiring pertumbuhan PAD yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan