NASIONALXPOS.CO.ID, KAPUAS HULU (KALBAR) – Para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu kabupaten Kapuas hulu Kalimantan Barat benar-benar degil, Kamis (22/07/2021).
Hanya berselang Beberapa Hari Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu melakukan razia penambang emas, mereka kembali beraktivitas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari masyarakat setempat, berselang beberapa hari setelah dilakukan razia oleh aparat Polres Kapuas Hulu, aktifitas PETI kembali beroperasi.
Dari informasi yang dihimpun wartawan di sekitar lokasi yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi penambangan. Warga khawatir, aktivitas penambangan tersebut akan merusak lingkungan. Menurut keterangan dari masyarakat peti di desa Beringin Exacator yang masih aktif bejumlah sebanyak 26 unit dengan di akomodir oleh seorang berinisial Lhn.
Saat ditemui Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menyampaikan, bahwa pihaknya sudah secara prosedur dan profesional dalam mengambil tindakan razia PETI tersebut. “Penindakan PETI beberapa hari lalu itu sudah sesuai dengan prosedur yang dilakukan pihaknya. Kita sudah profesional dan terus dengan penyelidikan,” katanya saat ditemui sejumlah wartawan.
Kapolres mengatakan, berkaitan dengan PETI sendiri pihaknya sudah turun beberapa kali bersama Pemda dan instansi terkait lainnya, bahkan hingga di tingkat kecamatan. “Kita sudah beberapa kali memberikan edukasi masyarakat soal PETI,” ucapnya.
Meskipun aktivitas peti tersebut telah dilakukan razia, tampaknya pemilik Alat Berat tersebut tidak menghiraukan atas apa yang telah dilakukan oleh pihak berwajib, bahkan kini terus berlanjut melakukan aktifitas ilegal yang merupakan melanggar hukum. Terlebihnya lagi, masyarakat enggan melaporkan.
“Kami berharap kepada pemerintah dan penegak hukum, terutama bapak Kapolda Kalimantan Barat, agar dapat turun langsung ke lokasi di Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu kabupaten Kapuas hulu Kalimantan Barat, karena sewaktu razia kemaren, sebelum aparat datang para penambang sudah kabur dan pemilik tidak ditempat. kemudian setelah di razia bukan malah jera, justru makin bertambah,” ungkap masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Penulis : Erik.P







