Nasional

Siswa Belajar dibawah Atap Bangunan Yang Rusak, Kepsek SDN37: Kami Sudah Bermohon Ke Dinas Tetapi Tidak Ada Realisasi

931
×

Siswa Belajar dibawah Atap Bangunan Yang Rusak, Kepsek SDN37: Kami Sudah Bermohon Ke Dinas Tetapi Tidak Ada Realisasi

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID,TERNATE- Konstitusi amandemen UUD 1945 pasal 31 ayat 4 mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan biaya pendidikan baik dalam APBN maupun APBD agar masyarakat dapat menikmati pelayanan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Namun salah satu Sekolah Dasar Negeri SDN37 tepat berada di pusat Kota tepat Kelurahan Ngade Kecamatan Kota Ternate Selatan terdapat sejumlah fasilitas rusak berat, namun belum ada perhatian Pemerintah Kota Ternate dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat.

Pantauan Media ini, terdapat sejumlah plafon ruang kelas belajar siswa yang rusak karena terkena air hujan, akibat atap bangunan sudah bocor karena termakan usia, nampak dari luar bangunan terlihat atap bangunan sudah berkarat.

Tidak hanya itu MCK Sekolah juga terlihat jorok tidak terawat dengan baik, pintu mck juga sudah rusak, bahkan sejumlah keramik lantai Sekolah dan sejumlah pintu ruangan kelas siswa dan pintu ruang guru, hampir sebagian besar kuncinya sudah rusak.

Terdapat juga plafon perpustakaan Sekolah juga sudah rusak, raut wajah Sekolah pada tampak depan terlihat kusam karena tidak tersentuh dengan Cat, dinding pagar juga mengalami nasib serupa terlihat berlumut karena tidak di cat, kemudian lantai halaman Sekolah juga sebagian besar sudah rusak.

Terpisah Kepala sekolah SDN37 Kota Ternate Ramla Koda ketika di konfirmasi, membenarkan hal itu, Ramla mengaku terkait kerusakan bangunan Sekolah sudah berlangsung lama sebelum dirinya menjabat Kepala Sekolah.

“Kondisi sekolah seperti ini, sudah beberapa tahun sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah. Setelah saya menjabat kurang lebih 17 bulan, saya sudah mengajukan permohonan berulang-ulang kali ke Dinas Pendidikan Kota Ternate, bahkan saya juga datangi langsung bagian perencanaan untuk memberitahukan kondisi sekolah tersebut sekaligus mengajukan permohonan proposal,” bebernya.

Lanjut Ramla mengatakan, setelah pengajuan proposal disampaikan ke Dinas Pendidikan, Dinas pun mulai Action turun lapangan guna melakukan pengecekan kondisi Sekolah namun sudah tercatat sekitar 2 tahun pasca dicek pihak Dinas, tidak ada realisasi hingga saat ini,” Kesalnya.

“Dari Dinas juga sudah turun cek sekalian mereka foto-foto bahkan konsultan juga sudah perna turun tetapi sampai sekarang tidak terdengar tindaklanjut seperti apa,” Cecarnya. (Sa)

Tinggalkan Balasan