NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Dugaan penolakan pasien peserta BPJS Kesehatan kembali mencuat. Seorang anak berusia 4 tahun dilaporkan tidak mendapatkan layanan rawat inap di Ciputra Hospital (Cihos) Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Rabu (04/02/2026) malam, meski kondisinya disebut belum membaik setelah beberapa hari menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Orang tua pasien, Edih Jayadi, menyatakan kekecewaannya atas keputusan tim medis Cihos yang menilai anaknya tidak membutuhkan perawatan lanjutan. Padahal, menurut keluarga, kondisi sang anak masih lemah dan memerlukan observasi intensif.
“Kami datang dengan harapan anak bisa dirawat karena kondisinya tidak kunjung membaik. Namun dokter menyatakan tidak perlu rawat inap,” ujar Edih kepada awak media.
Edih mengaku tidak ingin terjebak dalam perdebatan medis yang berlarut-larut. Demi keselamatan anaknya, ia memutuskan segera mencari rumah sakit lain yang bersedia memberikan penanganan.
“Prioritas saya nyawa anak. Kalau harus pindah rumah sakit, itu pilihan terbaik daripada buang waktu berdebat,” tegasnya.
Langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran keluarga terhadap risiko keterlambatan penanganan medis pada pasien anak.
Usai meninggalkan Ciputra Hospital, keluarga membawa anak tersebut ke Metro Hospital. Di rumah sakit ini, pasien langsung diterima dan mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Alhamdulillah, anak saya langsung ditangani. Ini menunjukkan kondisinya memang butuh perawatan,” kata Edih.
Perbedaan respons antar rumah sakit ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai standar pelayanan, khususnya terhadap pasien BPJS Kesehatan.
Kasus ini kembali membuka diskursus soal dugaan diskriminasi pelayanan terhadap pengguna BPJS Kesehatan di sejumlah rumah sakit swasta. Edih meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat agar rumah sakit mitra BPJS tidak membedakan pasien berdasarkan status pembiayaan.
Ia juga berharap Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, dapat turun tangan melakukan evaluasi sistem pelayanan kesehatan di wilayahnya.
“Pelayanan kesehatan itu soal kemanusiaan. Jangan sampai peserta BPJS diperlakukan berbeda,” ujarnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak manajemen Ciputra Hospital Citra Raya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS tersebut. (Adit Edi S)













