Ia menduga, bukan hanya anggaran pemeliharaan kantor yang patut dipertanyakan, tetapi juga sejumlah pos anggaran lain di lingkungan Dinkes Tangsel yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi faktual di lapangan.
“Jangan sampai uang rakyat hanya habis di atas kertas, sementara fasilitas dasar justru dibiarkan seadanya,” pungkas Ali.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terkait detail realisasi anggaran pemeliharaan serta alasan digunakannya botol plastik bekas sebagai wadah sabun cair di lingkungan kantornya. (Sm)







