Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas usaha seluruh pihak dalam menekan inflasi di Bali. Sang Made menambahkan bahwa pada Mei 2024, Bali mengalami deflasi sebesar 0,10% (mtm) dan secara tahunan mengalami inflasi 3,54% (yoy). Lebih lanjut, menurunnya tingkat
inflasi di Bali pada Mei 2024 salah satunya disumbangkan oleh Kabupaten Buleleng yang mengalami deflasi yang cukup dalam sebesar 0,33% (mtm) dan secara tahunan mengalami inflasi sebesar 2,92% (yoy).
“Dengan semangat ngrombo, kita bersama-sama harus menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat,” Ujarnya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Pada panen perdana ini, hasil Cabai yang diperoleh sebanyak ±500 kg. Dengan bibit Cabai unggul varietas
lokal yang diberikan oleh Bank Indonesia tersebut diperkirakan tanaman Cabai dapat mencapai 18 kali panen dengan total mencapai 20 ton selama masa tanam.
Selanjutnya hasil panen Cabai tersebut akan diserap oleh Perumda Pasar Argha Nayottama untuk dijual kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar dalam
rangka pengendalian inflasi Cabai di Buleleng. Sementara itu, hasil penjualan Cabai ini akan diberikan kepada Kelompok Tani dan Petugas Kebersihan Kabupaten yang juga membantu dalam mengelola area lahan perkotaan.













