Daerah

BFF Balinale Menjamin Keberlangsungan Pertumbuhan Industri Perfilman

696
×

BFF Balinale Menjamin Keberlangsungan Pertumbuhan Industri Perfilman

Sebarkan artikel ini

“Empatbelas tahun berlalu, tapi Eat, Pray, Love masih memberikan pengaruh positif bagi destinasi-destinasi wisata di Bali. Sangat disayangkan film Ticket to Paradise (2022) bercerita tentang Bali tapi mengambil lokasi produksi di luar Bali,’’ Jelas Agus.

Industri kreatif Indonesia harus mampu memperbesar skala industri perfilman dengan merebut potensi pasar lokal maupun global. Pendapatan industri perfilman tidak berhenti di angka Rp 90 triliun di tahun 2022 (Price Water House dan LPEM Fakultas Ekonomi & Bisnis UI). Angka ini merupakan multiplier yang mencakup sektor film, musik, animasi, fotografi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Reza Servia, Produser dari rumah produksi Starvision menjelaskan bahwa sebagai pelaku bisnis film, sudah membaca peluang memperluas pasar produksi film-filmnya.

“Social connection dan cross culture dalam satu produksi yang menjadikan poduksi film bisa diterima oleh pasar yang lebih luas,’’ Terangnya.

OTT (Over the Top atau kanal streaming) sesungguhnya merupakan bentuk ujian penerimaan produk film di pasar global. Melalui film The Architecture of Love (2024) maupun Critical Eleven (2017), Starvision melakukan usaha memperluas pasar filmnya.

Faktor memperluas pasar, memaksimalkan kemampuan sumber daya, mencari bentuk kerja sama produksi, relasi sosial dalam cerita, secara keseluruhan merupakan upaya memperluas pasar dan bisnis industri perfilman.

Tinggalkan Balasan