Daerah

BPS Provinsi Bali: Inflansi Bali Pada Juli 2024 Tetap Terjaga

563
×

BPS Provinsi Bali: Inflansi Bali Pada Juli 2024 Tetap Terjaga

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Dikatakan, laju inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga bawang merah, tomat, cabai merah, kol putih/kubis, dan semangka. Pada Agustus 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai, seperti potensi penurunan pasokan beras dan cabai rawit yang masih berlanjut seiring dengan berakhirnya panen raya; serta harga avtur yang lebih tinggi berisiko menyebabkan kenaikan tarif angkutan udara. Namun potensi stabilitas harga tetap terjaga sejalan harga gula global yang menunjukkan penurunan berpotensi mempengaruhi penurunan harga gula pasir dalam negeri dan panen bawang merah di Bima (NTB) sebagai salah satu sumber pasokan di Bali.

TPID Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K antara lain Penandatanganan PKS antara Perumda Pasar dan pangan Mangu Giri Sedana dengan Pekaseh Subak di Kabupaten Badung pada 11 Juli 2024 terkait pembelian/penyerapan padi/gabah petani Badung oleh Perumda sesuai dengan jadwal panen petani; finalisasi pembangunan RMU Badung yang saat ini progress pembangunan fisik RMU telah hampir mencapai 100%; pembentukan Klaster Logistik penanggulangan bencana di Provinsi Bali dan sosialisasi klaster logistik bagi Kabupaten/Kota se-Bali; serta
pemberian fasilitasi distribusi pangan (FDP) subsidi biaya angkut barang guna mendukung operasi pasar dari APBD. Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi Provinsi Bali pada tahun 2024 akan tetap terjaga dan terkendali dalam kisaran target 2,5%±1%. (Tik/team)

Tinggalkan Balasan