Daerah

Bupati Blora Puji Beras Mentik Susu Petani Milenial Desa Sumber

52
×

Bupati Blora Puji Beras Mentik Susu Petani Milenial Desa Sumber

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Inovasi petani muda di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dalam mengembangkan pertanian organik mendapat apresiasi langsung dari Bupati Blora, Arief Rohman.

Apresiasi tersebut disampaikan setelah orang nomor satu di Blora itu menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu yang dibudidayakan oleh petani milenial setempat.

Beras organik tersebut diproduksi oleh kelompok petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber. Produk ini menjadi bukti bahwa generasi muda mulai aktif mengembangkan pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Alhamdulillah saya mendapat kiriman istimewa berupa beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial Desa Sumber. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan dedikasi mereka dalam mengembangkan pertanian organik di desa,” ujar Arief Rohman, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, pertanian organik memiliki banyak keunggulan. Selain mampu menjaga kesehatan tanah, metode ini juga dapat meningkatkan kesuburan lahan secara berkelanjutan serta menghasilkan produk pangan dengan kualitas lebih baik.

Bupati bahkan mengaku telah mencicipi beras tersebut setelah dimasak menjadi nasi.

“Setelah dimasak, nasinya terasa pulen dan enak. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali petani milenial Desa Sumber,” ungkapnya.

Salah satu petani organik Desa Sumber, Rakam, mengatakan dukungan dari pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi para petani, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan pertanian organik.

“Kami semakin semangat menanam padi organik, apalagi Pak Bupati sangat mendukung program ini dan siap membantu jika ada kendala saat musim tanam maupun panen,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pertanian organik memang membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan metode konvensional. Namun dari sisi biaya bahan baku, sistem ini justru lebih hemat karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lahan.

“Dalam jangka panjang biaya pertanian organik akan semakin murah karena bahan organik di tanah sudah terakumulasi. Petani juga bisa memanfaatkan jerami sisa panen yang dikembalikan ke sawah sebagai sumber bahan organik alami,” jelasnya.

Dalam budidaya padi organik, pemupukan dilakukan dengan memasukkan kompos saat pengolahan lahan yang kemudian dicampur merata menggunakan traktor.

Selain itu, pemupukan susulan dilakukan saat kegiatan osrok, yaitu proses penyiangan atau pembersihan gulma pada tanaman padi. Dalam satu musim tanam, proses osrok dilakukan hingga empat kali agar pertumbuhan padi tetap optimal.

“Setidaknya ada empat kali osrok selama masa budidaya untuk membersihkan gulma,” tambahnya.

Ke depan, kelompok petani organik Selaras Alam Sejahtera berharap dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri seperti alat pengering dan penggiling padi.

Hal ini penting agar kualitas beras organik tetap terjaga dan tidak tercampur dengan beras konvensional.

“Selama ini kami masih menggunakan selepan umum yang juga dipakai untuk padi biasa, sehingga kadang beras organik bisa tercampur,” ujarnya.

Saat ini beras organik Mentik Susu produksi petani milenial Desa Sumber dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram dan dipasarkan dalam kemasan 2 kilogram. Selain penjualan langsung, produk tersebut juga dipasarkan melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati Blora berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian, khususnya pertanian organik.

“Saya berharap semakin banyak anak muda yang bangga bertani secara organik. Jangan pernah malu turun ke sawah, karena petani itu keren,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk pertanian lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah. Dukungan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk beras organik dari petani Blora. (Riyan)

Tinggalkan Balasan