NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Bupati Bungo, Dedy Putra, membantah keras isu yang menyebut dirinya terlibat dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dengan nada tegas, orang nomor satu di Kabupaten Bungo tersebut memastikan bahwa tudingan yang diarahkan kepadanya tidak benar dan tidak berdasar. Bahkan, ia mengucapkan sumpah untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas sebagai kepala daerah.
“Demi Allah, satu sen pun saya tidak akan makan uang PETI. Saya haramkan itu bagi diri saya,” tegas Dedy Putra kepada awak media, Selasa (31/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu yang dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya. Ia mengaku kecewa dengan munculnya tuduhan yang beredar tanpa bukti, terlebih di tengah upaya pemerintah daerah dalam menertibkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Bungo.
Menurut Dedy, sejak awal menjabat, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberantas praktik PETI yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan serta membahayakan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bungo telah membentuk tim terpadu penertiban PETI yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tim tersebut diperkuat melalui pembaruan Surat Keputusan (SK) yang melibatkan Kapolres, Dandim, dan Kajari guna memperkuat koordinasi penegakan hukum.
“Saya tegaskan, tidak ada satu orang pun yang kebal hukum. Semua harus patuh pada aturan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Dedy juga memerintahkan dilakukannya investigasi internal lintas instansi untuk memastikan tidak ada aparat atau pejabat yang bermain dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.
Beberapa instansi yang dilibatkan dalam penelusuran antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Satpol PP, hingga pihak kecamatan.
Ia menegaskan bahwa jika ditemukan pejabat yang terbukti terlibat dalam praktik PETI, maka sanksi tegas akan diberikan, mulai dari tindakan disiplin hingga pemecatan.
“Kalau ada pejabat yang terbukti terlibat, pasti kita tindak tegas. Tidak ada kompromi,” katanya.
Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan hingga tingkat provinsi. Pemerintah Kabupaten Bungo, lanjutnya, telah berkomunikasi dengan Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, dan Danrem untuk memperkuat sinergi dalam penertiban aktivitas PETI di lapangan.
Di akhir pernyataannya, Dedy Putra mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
“Kita tetap berjalan sesuai hukum. Siapapun yang terlibat, termasuk jika ada laporan terhadap kepala desa atau pihak lain, akan ditindak tegas setelah melalui proses investigasi,” pungkasnya. (is)













