NASIONALXPOS.CO.ID, TEBO – Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, bersama Ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, resmi memulai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Desa Jaya Mulya, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Senin (23/02/2026).
Safari Ramadhan perdana ini dipusatkan di Masjid Al-Barokah, Jalan Lunang/15 Dusun Bumi Asih, dan dihadiri ratusan jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dan silaturahmi tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Yudi Susilo Yudhanto, Kapolres Tebo, serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo.
Dalam sambutannya, Agus Rubiyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Jaya Mulya yang telah menyambut hangat rombongan Safari Ramadhan Pemkab Tebo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Safari Ramadhan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Agus.
Bupati Tebo juga menyoroti status Desa Jaya Mulya sebagai desa pemekaran yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera menertibkan administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), guna mendukung kelancaran proses demokrasi desa mendatang.
Selain itu, di tengah kondisi efisiensi anggaran, Agus berharap pemerintah desa mampu memaksimalkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta terus berkoordinasi dengan Pemkab Tebo dalam menjalankan program pembangunan.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, kami berharap desa dapat memaksimalkan potensi PAD yang ada, tetap semangat membangun, dan terus berkoordinasi dengan Pemkab Tebo,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Tebo menyerahkan bantuan dana pembangunan Masjid Al-Barokah sebesar Rp5.000.000 yang bersumber dari program CSR Bank Jambi.
Selain itu, Pemkab Tebo bersama Baznas Tebo juga menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa berupa paket sembako, serta bantuan ambal sajadah untuk kebutuhan masjid.
Safari Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Tebo yang religius dan sejahtera. (is)













