“Mempermudah perizinan usaha, Proses perizinan usaha yang rumit dan memakan waktu dapat menjadi hambatan bagi UMKM untuk berkembang, perlu dilakukan penyederhanaan regulasi, dan digitalisasi proses perizinan untuk mempermudah UMKM dalam memulai, dan menjalankan usahanya,” Jelas Arya yang juga Dirut Jogkem Grup itu.
Meningkatkan pelatihan, dan pendampingan, pelaku UMKM membutuhkan pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan bisnis, manajemen, dan pemasaran mereka.
“Pemerintah, dan organisasi non pemerintah, dapat bekerja sama untuk menyediakan program pelatihan, pendampingan yang berkualitas, dan mudah diakses,” Sambungnya.
Membuka akses pasar, UMKM di DIY perlu dibantu untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
“Hal ini dapat dilakukan melalui promosi produk UMKM, partisipasi dalam pameran dagang, dan pengembangan platform e-commerce serta target Ekspor Produk UMKM di beberapa negara yang memiliki banyak TKI di negara tersebut,” Paparnya.
Selain memperkuat UMKM, pengentasan pengangguran, khususnya di sektor pariwisata Hotel, dan Kapal Pesiar Luar Negeri, juga merupakan kunci untuk memerangi kemiskinan di DIY.












